Scaloni Puji Messi Usai Laga Perpisahan Bersama Argentina

Buenos Aires — Laga perpisahan Lionel Messi bersama timnas Argentina berakhir dengan momen penuh emosi. Pelatih kepala Albiceleste, Lionel Scaloni, tidak mampu menyembunyikan perasaannya seusai pert...

Oct 08, 2026 - 09:40
0 0
Scaloni Puji Messi Usai Laga Perpisahan Bersama Argentina

Buenos Aires — Laga perpisahan Lionel Messi bersama timnas Argentina berakhir dengan momen penuh emosi. Pelatih kepala Albiceleste, Lionel Scaloni, tidak mampu menyembunyikan perasaannya seusai pertandingan yang menandai akhir sebuah era bagi sepak bola Argentina tersebut.

Pertandingan yang digelar di hadapan publik sendiri itu berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, menempatkan Messi sebagai false nine yang bergerak bebas di antara lini tengah dan pertahanan lawan. Statistik menunjukkan penguasaan bola Argentina mencapai 64 persen dengan total 18 shots, di mana 7 di antaranya on target. Messi sendiri mencatatkan 1 gol dan 1 assist, menjadi kontributor utama dalam skor akhir yang berpihak kepada tuan rumah.

Jalannya Pertandingan dan Momen Kunci

Menit ke-12, Messi sudah memberi ancaman pertama melalui tendangan bebas dari jarak 25 meter yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang. Tujuh menit berselang, ia melepaskan umpan terobosan matang kepada winger kanan yang berhasil membuka ruang, namun penyelesaian akhir belum menemui sasaran.

Gol pembuka lahir pada menit ke-23. Messi menerima bola di ruang sempit, melewati dua pemain lawan dengan dribel khasnya, lalu melepaskan tendangan kaki kiri ke sudut jauh yang tidak mampu dijangkau kiper. Stadion meledak. Skor berubah 1-0, dan momen itu menjadi penanda bahwa sang kapten masih menjadi pembeda di atas lapangan.

Memasuki babak kedua, ritme pertandingan sedikit menurun seiring rotasi yang dilakukan Scaloni. Beberapa pemain muda masuk untuk mendapatkan menit bermain, termasuk dua debutan yang langsung tampil agresif. Meski demikian, Messi tetap menjadi pusat permainan. Pada menit ke-67, ia mencatatkan assist setelah umpan silang rendahnya diselesaikan oleh penyerang pengganti. Skor akhir pun ditutup dengan keunggulan dua gol tanpa balas, sekaligus mencatatkan clean sheet bagi lini pertahanan Argentina.

Reaksi Emosional Scaloni

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Scaloni mengungkapkan bahwa pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Ia menyebut sosok Messi sebagai pemain yang tidak akan pernah bisa digantikan, baik dari segi kualitas teknis maupun dampak kepemimpinannya di ruang ganti.

"Apa yang dia berikan untuk tim ini tidak bisa diukur dengan angka. Tidak akan ada yang bisa menggantikannya. Yang tersisa adalah warisan, dan itu tugas kami untuk menjaganya," ujar Scaloni dengan mata berkaca-kaca.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga menyinggung soal regenerasi yang sedang berjalan di tubuh timnas. Menurutnya, kepergian Messi menjadi titik balik yang harus dihadapi dengan kesiapan mental, bukan dengan nostalgia berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa struktur permainan Argentina ke depan akan tetap dibangun di atas kolektivitas, bukan ketergantungan pada satu individu.

Statistik dan Catatan Teknis

Sepanjang pertandingan, Argentina mencatatkan 15 peluang tercipta dari skema open play dan 3 dari set piece. Akurasi umpan Messi berada di angka 89 persen dengan 4 key passes, tertinggi di antara seluruh pemain di lapangan. Ia juga melakukan 6 dribel sukses dari 8 percobaan, serta 2 kali dilanggar yang berujung pada kartu kuning bagi pemain lawan.

Dari sisi disiplin, pertandingan berjalan relatif bersih dengan hanya 2 kartu kuning dikeluarkan wasit, tanpa ada intervensi VAR yang signifikan. Lini pertahanan Argentina yang dikawal duet bek tengah berpengalaman mencatatkan 5 intersep dan 11 clearance, memastikan gawang mereka tidak kebobolan sepanjang 90 menit.

Dengan hasil ini, Argentina menutup babak kualifikasi dengan catatan tak terkalahkan dalam 8 laga terakhir. Namun yang paling disorot tentu bukan angka-angka itu, melainkan momen ketika Messi meninggalkan lapangan dan menerima ovasi berdiri dari seluruh stadion. Sebuah babak telah usai, dan Scaloni tahu betul bahwa tugas terberatnya baru dimulai: membangun Argentina tanpa Messi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User