Scaloni Bicara Emosional Usai Laga Perpisahan Messi di Albiceleste

Argentina menutup babak kualifikasi dengan kemenangan 3-0 atas Bolivia di Estadio Monumental, Buenos Aires, Kamis dini hari WIB. Namun angka di papan skor nyaris tenggelam oleh satu momen: laga itu me...

Oct 08, 2026 - 11:12
0 0
Scaloni Bicara Emosional Usai Laga Perpisahan Messi di Albiceleste

Argentina menutup babak kualifikasi dengan kemenangan 3-0 atas Bolivia di Estadio Monumental, Buenos Aires, Kamis dini hari WIB. Namun angka di papan skor nyaris tenggelam oleh satu momen: laga itu menjadi penampilan terakhir Lionel Messi bersama Albiceleste di tanah Argentina. Menit ke-89, wasit meniup peluit panjang dan seluruh stadion berdiri. Scaloni terdiam di pinggir lapangan, matanya berkaca-kaca.

Messi tampil penuh 90 menit, mencetak dua gol pada menit ke-19 dan menit ke-57, serta satu assist untuk gol Julian Alvarez di menit ke-72. Sepanjang laga, Messi mencatatkan 5 shots on target, 87 sentuhan bola, dan akurasi umpan mencapai 91 persen. Argentina menguasai bola 64 persen berbanding 36 persen milik Bolivia, dengan total 18 tembakan dan 9 tepat sasaran. Formasi 4-3-3 yang dipasang Scaloni memberi Messi ruang bebas di antara lini tengah dan pertahanan lawan, persis peran yang ia mainkan sejak turnamen Copa America 2021.

Dominasi Babak Pertama dan Peran Messi sebagai Playmaker

Sejak menit awal, tempo Argentina menyesuaikan diri dengan kehadiran Messi. Rodrigo De Paul dan Enzo Fernandez bekerja sebagai poros ganda, membebaskan Messi dari tugas bertahan. Menit ke-23, Messi melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang masih membentur mistar. VAR sempat mengecek dugaan handsball di area Bolivia, tetapi wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Statistik babak pertama mencatat Argentina melepas 11 tembakan dengan 6 on target, sementara Bolivia tidak sekali pun menembak ke arah gawang Emiliano Martinez. Clean sheet pertama di laga perpisahan ini terasa seperti penutup yang sempurna bagi era Messi di kandang.

Scaloni: Sosok yang Tidak Akan Tergantikan

Dalam konferensi pers usai laga, Scaloni tidak mampu menahan emosi.

"Saya tidak tahu harus berkata apa. Yang dia berikan untuk tim ini bukan hanya gol dan assist, tapi cara dia membuat semua orang percaya," ujarnya dengan suara bergetar. "Tidak akan ada yang bisa menggantikannya. Kami hanya bisa berterima kasih karena sudah hidup di masa dia."
Kutipan itu langsung menjadi headline di seluruh media Argentina. Scaloni, yang menangani Albiceleste sejak 2018, membangun ulang tim di sekitar Messi: dari Copa America 2021, Finalissima 2022, hingga Piala Dunia 2022 di Qatar. Rekam jejak keduanya selama tujuh tahun mencatat 57 kemenangan dari 89 pertandingan, dengan 28 clean sheet di kompetisi resmi. Sebelum Scaloni, tidak ada pelatih yang berhasil menyatukan generasi Messi dengan pemain muda seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Julian Alvarez.

Data dan Warisan yang Ditinggalkan

Sepanjang karier internasionalnya, Messi mengumpulkan 112 gol dan 58 assist dari 191 caps. Ia mencetak hat-trick pertamanya untuk Argentina pada 2012 dan menutup era ini dengan rekor penampilan terbanyak di sejarah timnas. Di laga terakhir ini, ia juga menjadi pemain tertua yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan kualifikasi Piala Dunia untuk Argentina, pada usia 38 tahun. Kartu kuning hanya sekali ia terima sepanjang kualifikasi ini — tanda bahwa perannya telah bergeser dari penyerang tunggal menjadi dirigen permainan. Bolivia, di sisi lain, hanya mencatat 3 tembakan tanpa satu pun on target, dengan penguasaan bola terendah mereka di babak kualifikasi ini.

Scaloni menegaskan bahwa timnya tidak akan berhenti di sini. "Kami akan tetap bermain, tetap menang, tapi tidak akan pernah sama lagi," tambahnya. Argentina kini bersiap untuk laga uji coba melawan Meksiko dan Venezuela bulan depan, di mana Scaloni diperkirakan mulai menggeser peran Messi sebagai starter penuh menjadi pengganti yang datang di menit ke-60 atau menit ke-70. Formasi 4-3-3 kemungkinan dipertahankan, tetapi pusat kreativitas akan dialihkan ke Enzo Fernandez dan Thiago Almada. Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang menggantikan Messi, melainkan bagaimana Argentina mengisi ruang kosong yang ia tinggalkan — ruang yang, menurut Scaloni sendiri, tidak akan pernah terisi sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User