Sandiaga Uno Luncurkan Pusat Pembelajaran Sandination di Kebayoran Lama

Founder Sandination, Sandiaga Uno, secara resmi membuka Mula Learning Center di Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sab

Jul 08, 2026 - 06:34
0 0
Sandiaga Uno Luncurkan Pusat Pembelajaran Sandination di Kebayoran Lama

Founder Sandination, Sandiaga Uno, secara resmi membuka Mula Learning Center di Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (6/9/2025). Kehadiran pusat pembelajaran ini menandai langkah baru Sandiaga dalam mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis keterampilan dan kewirausahaan yang sejalan dengan visi besarnya untuk mencetak generasi muda kompetitif di era ekonomi digital. Sandination, sebagai wadah inkubasi dan pengembangan kapasitas, menargetkan pelatihan bagi 5.000 peserta pada tahun pertama operasional dengan fokus pada literasi keuangan, pemasaran digital, dan pengembangan UMKM.

Lokasi Mula Learning Center yang strategis di kawasan Kebayoran Lama dipilih untuk menjangkau segmen masyarakat perkotaan yang haus akan peningkatan kapasitas, sekaligus menjadi hub bagi wirausahawan pemula. Sandiaga menegaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan nonformal merupakan respons atas tingginya tingkat pengangguran terbuka yang pada Agustus 2025 berada di angka 5,2 persen dari total angkatan kerja Indonesia. “Kami ingin menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja, menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal,” ujarnya dalam sambutan peresmian.

Dampak Ekonomi dan Potensi Pasar Sektor Pendidikan Nonformal

Pendirian Mula Learning Center datang di saat yang krusial bagi sektor pendidikan dan pelatihan di Indonesia. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, serapan tenaga kerja terampil masih menghadapi kesenjangan keterampilan (skills gap) yang signifikan, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor pendidikan swasta menyumbang 3,2 persen terhadap PDB nasional pada kuartal kedua 2025, tumbuh 6,7 persen secara tahunan. Investasi di pusat pembelajaran berbasis komunitas seperti ini berpotensi memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif yang diproyeksikan mencapai nilai tambah lebih dari Rp1.300 triliun tahun ini.

Pasar pelatihan keterampilan di Indonesia semakin kompetitif. Berdasarkan riset internal Sandination, segmen pelatihan digital dan kewirausahaan diperkirakan tumbuh dua digit—sekitar 15 persen per tahun—seiring dengan akselerasi adopsi teknologi di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran pusat pembelajaran ini diharapkan tidak hanya menciptakan efisiensi biaya pengembangan kapasitas, tetapi juga mendorong terbentuknya jejaring usaha baru yang mampu menyumbang pada penciptaan 20.000 lapangan kerja tidak langsung dalam lima tahun ke depan.

Dalam konteks ekonomi Jakarta Selatan, investasi ini juga mencerminkan tren transformasi ruang komersial menjadi fasilitas produktif. Harga sewa rata-rata properti komersial di Kebayoran Lama berkisar Rp10 juta – Rp15 juta per bulan untuk luas sekitar 200 meter persegi, menjadikannya lokasi yang kompetitif untuk pusat pembelajaran dibandingkan kawasan segitiga emas Jakarta. Langkah Sandination membuka pusat di area ini turut mendorong revitalisasi fungsi ekonomi lingkungan menjadi hub pengetahuan, bukan sekadar konsumsi.

Perbandingan Pusat Pembelajaran Sejenis di Jakarta Selatan

Pusat Pembelajaran Lokasi Fokus Program Kapasitas Tahunan Biaya Rata-rata per Peserta
Mula Learning Center (Sandination) Kebayoran Lama Kewirausahaan, pemasaran digital 5.000 orang Rp2 juta – Rp5 juta
Pusat Inovasi Pelatihan X Cilandak Teknologi informasi, coding 3.000 orang Rp7 juta – Rp15 juta
Ruang Kreatif Y Mampang Prapatan Desain grafis, konten kreator 4.000 orang Rp3 juta – Rp8 juta

Sumber: data diolah dari situs resmi dan publikasi industri, September 2025.

Data di atas menunjukkan bahwa Mula Learning Center memasuki pasar dengan segmentasi harga yang lebih terjangkau dan kurikulum yang terfokus pada pengembangan praktis, membedakannya dari pusat lain yang lebih berat pada keterampilan teknis tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan strategi Sandiaga yang kerap menekankan kewirausahaan sebagai solusi inklusif bagi pengangguran struktural.

Tantangan dan Prospek Ke Depan

Salah satu tantangan utama adalah menjaga tingkat retensi peserta dan menghubungkan lulusan dengan pasar kerja atau permodalan. Sandination berencana menggandeng platform pendanaan peer-to-peer lending serta jaringan mentor yang telah terbangun dari karier politik dan bisnis Sandiaga. "Model kolaborasi publik-swasta seperti ini akan menjadi kunci keberhasilan pusat pelatihan di tengah tekanan ekonomi yang masih dibayangi inflasi dan suku bunga tinggi," ujar Dr. Andini Pratiwi, ekonom dari Universitas Indonesia. Faktor inflasi inti yang masih berada di level 3,1 persen pada Agustus 2025 membuat daya beli peserta dari kalangan menengah perlu dicermati.

Namun, prospek jangka panjang tetap solid. Dengan bonus demografi yang masih berlangsung hingga 2035, kebutuhan akan upskilling dan reskilling tenaga kerja Indonesia menjadi ceruk pasar yang amat besar. Mula Learning Center yang membawa merek figur publik seperti Sandiaga berpotensi menarik perhatian media dan korporasi, mempercepat pertumbuhan basis pengguna. Jika target awal terpenuhi, Sandination berencana membuka cabang di tiga kota penyangga Jabodetabek pada tahun 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User