Sampang — Warga Dusun Rabesen Protes Listrik Padam Berjam-jam, Laporan ke PLN Tak Ditanggapi

SAMPANG — Masyarakat Dusun Rabesen, Desa Gulbung, Kabupaten Sampang, mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung sejak pagi hari tanpa kejelasan. Ganggu

Jul 08, 2026 - 03:34
0 1

SAMPANG — Masyarakat Dusun Rabesen, Desa Gulbung, Kabupaten Sampang, mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung sejak pagi hari tanpa kejelasan. Gangguan pasokan ini tidak hanya menghentikan aktivitas rumah tangga, tetapi juga memukul usaha mikro yang sepenuhnya bergantung pada listrik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada petugas PLN yang tiba di lokasi maupun keterangan resmi dari perusahaan.

Kronologi Pemadaman dan Respons Warga

Berdasarkan penelusuran di lapangan, berikut rangkaian kejadian yang dikumpulkan dari keterangan warga:

  1. Pukul 09.00 WIB – Aliran listrik ke seluruh wilayah Dusun Rabesen tiba-tiba terputus tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sejumlah warga yang tengah beraktivitas—mulai dari menyetrika, mengisi daya ponsel, hingga mengoperasikan pompa air—mendadak terhenti.
  2. Rentang 09.30–14.30 WIB – Warga sempat berharap pemadaman hanya bersifat sementara karena pemeliharaan rutin. Namun, setelah lebih dari lima jam tidak ada tanda-tanda perbaikan, kekhawatiran mulai muncul, terutama di kalangan pedagang makanan dan pemilik bengkel kecil yang tidak bisa menyalakan peralatan produksi.
  3. Pukul 15.00 WIB – Perwakilan warga melaporkan gangguan tersebut ke kantor PLN rayon setempat melalui sambungan telepon. Dalam laporan, warga menyebutkan bahwa pemadaman terjadi di hampir seluruh rumah di Dusun Rabesen. Petugas yang menerima laporan menjanjikan akan meneruskan ke tim teknis.
  4. Pukul 18.00 WIB – Hari mulai gelap. Tidak ada petugas PLN yang datang. Warga kembali mencoba menghubungi PLN, namun tidak mendapatkan jawaban pasti mengenai estimasi waktu penyalaan kembali.
  5. Hingga berita ini ditulis (malam hari) – Listrik masih padam. Belum ada tindakan perbaikan di lapangan maupun informasi resmi dari PLN kepada warga.

Dampak Ekonomi dan Aktivitas Harian

Pemadaman berdurasi lebih dari 12 jam ini membawa konsekuensi ekonomi langsung, terutama bagi segmen usaha mikro yang menjadi penopang pendapatan sebagian warga. Para pelaku usaha kuliner seperti penjual es, penggilingan daging, dan warung makan terpaksa menghentikan operasi karena bahan baku rusak atau tidak dapat diolah. Seorang pemilik bengkel las kecil mengaku kehilangan pendapatan setara Rp150.000–200.000 per hari karena mesin las tidak bisa digunakan. Bagi rumah tangga, beban bertambah karena harus membeli air minum kemasan menyusul matinya pompa air listrik, menambah pengeluaran harian yang sebelumnya tidak teranggarkan.

Dari sisi produktivitas, padamnya listrik di jam kerja membuat pengrajin anyaman bambu dan penjahit rumahan tidak dapat menyelesaikan pesanan tepat waktu. Jika dihitung kasar, potensi kerugian kolektif warga Dusun Rabesen akibat satu hari kehilangan listrik bisa mencapai Rp3–5 juta, dengan asumsi 30–40 kepala keluarga yang memiliki usaha sampingan bergantung listrik. Angka ini belum termasuk biaya kerusakan peralatan elektronik yang mungkin terjadi akibat pemadaman dan penyalaan mendadak nantinya.

Lebih jauh, ketidakpastian semacam ini menurunkan kepercayaan pelaku usaha terhadap keandalan infrastruktur kelistrikan, yang dalam jangka panjang dapat menghambat niat warga untuk mengembangkan bisnis berbasis alat listrik modern.

Respons PLN dan Harapan Warga

Hingga tengah malam, Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pamekasan—yang membawahi wilayah Sampang—belum memberikan pernyataan resmi. Media ini masih menyambungkan konfirmasi untuk mengetahui penyebab gangguan dan alasan keterlambatan penanganan. Di tengah ketiadaan informasi, warga hanya bisa menunggu sambil berharap tim teknis segera tiba. “Kami hanya ingin kepastian, bukan sekadar janji di telepon,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya. Masyarakat meminta agar PLN menyediakan saluran komunikasi darurat yang responsif, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terulang tanpa kejelasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User