Runtuhnya Tatanan Lama, Eropa Terkejut Asia Biasa Saja

Beritainti.com, Brussels — Gelombang konflik yang melanda berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir semakin menegaskan bahwa tatanan global yang dibangun pasca-Perang Dunia II sedang ber

Jul 08, 2026 - 05:55
0 0
Runtuhnya Tatanan Lama, Eropa Terkejut Asia Biasa Saja

Beritainti.com, Brussels — Gelombang konflik yang melanda berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir semakin menegaskan bahwa tatanan global yang dibangun pasca-Perang Dunia II sedang berada di ambang keruntuhan. Invasi Rusia ke Ukraina, manuver agresif Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, hingga tuduhan genosida yang dialamatkan kepada Israel di Palestina, menjadi rangkaian peristiwa yang mengguncang fondasi stabilitas internasional.

Pernyataan tegas datang dari Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam Konferensi Keamanan München yang digelar pada Februari 2026. Saat berbicara di hadapan para pemimpin dan pakar keamanan global, Merz menyampaikan refleksi tajam mengenai kondisi dunia yang berubah secara fundamental.

"Tatanan ini, meskipun tidak pernah sempurna bahkan pada masa terbaiknya, sudah tidak lagi ada dalam bentuk yang kita kenal."

Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan mendalam yang melanda benua Eropa. Selama puluhan tahun, Eropa menikmati stabilitas yang dijamin oleh sistem multilateral, aliansi pertahanan, dan norma-norma internasional yang disepakati bersama. Kini, sistem itu diguncang oleh kekuatan-kekuatan yang tidak lagi mematuhi aturan main lama.

Namun, keterkejutan yang dirasakan Eropa ternyata tidak sepenuhnya bergema di kawasan Asia. Dalam forum keamanan bergengsi Shangri-La Dialogue, mantan diplomat senior Singapura, Bilahari Kausikan, menyampaikan pandangan yang jauh berbeda. Kepada media kami di sela-sela forum tersebut, Kausikan menegaskan bahwa persaingan dan konflik merupakan sifat mendasar dari hubungan internasional.

Pandangan Kausikan ini mewakili perspektif banyak negara Asia yang tumbuh dalam lingkungan geopolitik yang selalu diwarnai ketegangan dan kompetisi kekuatan besar. Bagi mereka, apa yang terjadi saat ini bukanlah anomali atau akhir dari segalanya, melainkan kembalinya dinamika normal yang selama ini lebih dirasakan di kawasan Indo-Pasifik.

Perbedaan respons antara Eropa dan Asia ini menyoroti kesenjangan pengalaman historis yang membentuk cara pandang masing-masing kawasan. Eropa yang terbiasa dengan jaminan keamanan kolektif kini harus beradaptasi dengan realitas baru yang penuh ketidakpastian. Sementara itu, Asia yang akrab dengan rivalitas strategis melihat perubahan ini sebagai kelanjutan dari siklus kekuasaan global.

Pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah apakah lahirnya tatanan dunia baru ini akan membawa berkah berupa keseimbangan kekuatan yang lebih realistis, atau justru menjadi petaka karena hilangnya aturan main yang selama ini mencegah eskalasi konflik berskala besar. Perdebatan ini akan terus bergulir seiring dengan semakin cepatnya perubahan lanskap geopolitik global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User