Rodri Bawa Manchester City Hancurkan Sheffield United di Pekan ke-20 Premier League

Skor akhir 2-0! Manchester City sukses mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Sheffield United di Etihad Stadium pada pekan ke-20 Premier League 2023/2024. Laga yang berlangsung sengit ini menjadi s...

Aug 07, 2026 - 13:37
0 0
Rodri Bawa Manchester City Hancurkan Sheffield United di Pekan ke-20 Premier League

Skor akhir 2-0! Manchester City sukses mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Sheffield United di Etihad Stadium pada pekan ke-20 Premier League 2023/2024. Laga yang berlangsung sengit ini menjadi saksi dominasi penuh The Citizens, dengan gelandang andalan mereka, Rodri, tampil sebagai bintang lapangan melalui gol pembukanya di menit ke-14. Namun, kemenangan ini bukan sekadar soal angka; ini adalah pernyataan superioritas yang ditorehkan lewat penguasaan bola mencapai 72% berbanding 28% untuk tim tamu.

Babak Pertama: Dominasi Mutlak City dan Gol Cepat Rodri

Sejak peluit awal dibunyikan, Manchester City langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung Pep Guardiola jelas dirancang untuk menekan lini pertahanan Sheffield United yang tampil dengan formasi 5-4-1 yang sangat bertahan. Menit ke-14, skema serangan cepat dari sayap kanan berhasil dieksekusi sempurna. Umpan terobosan dari Kevin De Bruyne menusuk pertahanan Sheffield, dan Rodri yang maju ke kotak penalti melepaskan tendangan first-time ke pojok gawang. Gol! Etihad pun bergemuruh. Statistik mencatat, sebelum gol tersebut, City sudah melepaskan 5 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang, menunjukkan intensitas serangan yang luar biasa.

Sheffield United mencoba keluar dari tekanan dengan mengandalkan serangan balik cepat. Namun, lini belakang City yang dikomandoi oleh Ruben Dias tampil solid. Sepanjang babak pertama, Sheffield hanya mampu melepaskan 1 tembakan dan tidak ada satupun yang mengarah ke gawang (shots on target 0). Penguasaan bola City mencapai 75% di 45 menit pertama, dengan akurasi umpan mencapai 91%. Rodri sendiri menjadi pusat distribusi bola dengan 62 sentuhan, lebih banyak dari pemain mana pun di lapangan pada babak tersebut.

“Kami tampil luar biasa sejak menit pertama. Rodri menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang box-to-box terbaik di dunia saat ini. Gol itu adalah hasil dari kerja keras tim,” ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Babak Kedua: Sheffield Bertahan, City Melengkapi Kemenangan

Memasuki babak kedua, Sheffield United mencoba memperbaiki permainan dengan sedikit berani menekan. Namun, strategi itu justru membuka ruang bagi City untuk melakukan serangan balik mematikan. Menit ke-61, skema sepak pojok yang dieksekusi oleh Phil Foden disambut dengan sundulan keras dari Erling Haaland, namun kiper Sheffield, Wes Foderingham, masih mampu menepisnya. Bola muntah jatuh ke kaki Julián Álvarez yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang. Skor berubah menjadi 2-0! Assist untuk gol ini tercatat atas nama Foden, meskipun peluang awal berasal dari Haaland.

Setelah gol kedua, City sedikit menurunkan tempo, tetapi tetap memegang kendali permainan. Pelatih Sheffield, Chris Wilder, melakukan tiga pergantian pemain untuk mencari gol hiburan, tetapi upaya mereka selalu kandas di lini pertahanan City yang dikawal ketat. Statistik akhir pertandingan menunjukkan City melepaskan total 18 tembakan dengan 8 shots on target, sementara Sheffield hanya 3 tembakan dan 1 shots on target. Penguasaan bola akhir tercatat 72% untuk City, dan mereka juga unggul dalam hal operan sukses (654 vs 198).

Analisis Taktik: Peran Rodri dan Kegagalan Offside Trap Sheffield

Penampilan Rodri dalam laga ini layak mendapat sorotan khusus. Selain mencetak gol, ia mencatatkan akurasi umpan 94% dari 87 percobaan, memenangkan 7 duel udara, dan melakukan 3 intersepsi. Ia adalah jembatan antara lini pertahanan dan lini serang City. Sementara itu, Sheffield United yang mencoba menerapkan jebakan offside gagal total; tercatat City terjebak offside hanya 2 kali, tetapi sukses menciptakan banyak peluang dari ruang kosong di belakang bek mereka.

Dari sisi kartu, laga ini berjalan cukup sportif dengan hanya 2 kartu kuning yang dikeluarkan wasit, keduanya untuk pemain Sheffield (Oliver Norwood di menit ke-38 dan Anel Ahmedhodzic di menit ke-75). Tidak ada kartu merah, dan VAR hanya digunakan sekali untuk memeriksa potensi pelanggaran di kotak penalti pada menit ke-52, yang akhirnya tidak diberikan penalti kepada City karena offside lebih dulu terjadi. Kemenangan ini membawa Manchester City naik ke posisi kedua klasemen dengan 43 poin, tertinggal 2 poin dari Liverpool di puncak, sementara Sheffield United tetap tertahan di dasar klasemen dengan 9 poin.

Dengan hasil ini, City menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kandidat terkuat perebut gelar musim ini. Konsistensi Rodri di lini tengah menjadi kunci utama, dan jika performa ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin trofi Premier League kembali mendarat di Etihad. Bagi Sheffield, perjalanan mereka di musim ini semakin berat, dan mereka harus segera bangkit jika ingin menghindari degradasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User