Real Madrid Taklukkan Benfica, Tchouameni Cetak Gol Pembuka di Bernabeu
Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions seusai menundukkan Benfica dengan skor meyakinkan 3-1 dalam leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Au...
Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions seusai menundukkan Benfica dengan skor meyakinkan 3-1 dalam leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Aurelien Tchouameni membuka keran gol yang menjadi fondasi kemenangan Los Blancos, menutup agregat 5-2 setelah leg pertama berakhir 2-1 untuk keunggulan tim asuhan Carlo Ancelotti. Madrid tampil dominan sejak menit awal dengan penguasaan bola mencapai 61 persen dan melepaskan delapan shots on target sepanjang 90 menit.
Menit ke-17, umpan silang terukur dari sisi kanan yang dilepaskan Rodrygo menemui Tchouameni di kotak penalti. Gelandang asal Prancis itu melepaskan tandukan keras yang tak mampu dijangkau kiper Benfica, menjadikan Bernabeu bergemuruh. Gol tersebut merupakan torehan ketiga Tchouameni di seluruh kompetisi musim ini, sebuah angka yang menegaskan peran gandanya sebagai jangkar lini tengah sekaligus ancaman bola mati. Benfica sempat merespons dengan skema serangan balik cepat melalui sayap kiri, namun upaya Rafa Silva pada menit ke-29 berhasil dimentahkan Thibaut Courtois.
Babak Pertama: Dominasi Madrid dan Kartu Kuning Krusial
Formasi 4-3-3 yang diterapkan Ancelotti menunjukkan fluiditas tinggi karena pergerakan tanpa bola Jude Bellingham kerap membuka ruang bagi penetrasi Vinicius Junior dari sektor kiri. Sementara itu, Benfica yang tampil dengan skema 4-2-3-1 mencoba mengandalkan duet gelandang bertahan untuk meredam transisi Madrid. Namun, statistik mencatat Madrid berhasil menciptakan 12 peluang di babak pertama berbanding empat milik Benfica. Satu momen krusial terjadi pada menit ke-41 ketika bek Antonio Silva menerima kartu kuning setelah menjatuhkan Vinicius di tepi kotak penalti — sebuah pelanggaran yang nyaris berbuah gol kedua andai tendangan bebas Rodrygo tidak membentur tiang.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum, namun data menunjukan bahwa Madrid sejatinya bisa saja menggandakan skor lebih cepat. Tiga dari delapan tembakan tepat sasaran Madrid dihasilkan dalam 45 menit pertama, menandakan tekanan konstan yang diberikan tuan rumah. Benfica hanya mencatatkan satu shots on target di babak pertama, statistik yang merefleksikan betapa efektifnya lini pertahanan Madrid meredam kreativitas tim asal Portugal itu.
Babak Kedua: Gol Cepat dan Drama VAR
Agresivitas Madrid tidak surut selepas jeda. Menit ke-52, Kylian Mbappe menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Menerima operan terobosan dari Federico Valverde di lini tengah, Mbappe menusuk ke jantung pertahanan Benfica, melewati dua bek, dan menaklukkan kiper dengan penyelesaian klinis ke sudut kiri bawah. Gol tersebut melewati pengecekan VAR untuk potensi offside, namun teknologi mengonfirmasi posisi Mbappe yang sejajar dengan bek terakhir Benfica saat bola dilepaskan Valverde. Mbappe kini mengoleksi tujuh gol dalam sembilan penampilan Liga Champions musim ini, menempatkannya sebagai kandidat kuat pencetak gol terbanyak.
Benfica memperkecil ketertinggalan pada menit ke-67 lewat gol sundulan Arthur Cabral. Umpan silang dari sisi kanan yang dilepaskan Joao Mario disambut dengan sempurna oleh striker asal Brasil itu, memanfaatkan celah antara David Alaba dan Eder Militao. Namun, VAR kembali menjadi sorotan. Protes dari para pemain Madrid terhadap kemungkinan pelanggaran dalam proses terjadinya gol diabaikan oleh wasit. Tayangan ulang menunjukkan adanya kontak fisik antara Cabral dan Militao, namun wasit menilai kontak tersebut masih dalam batas wajar.
Penutup: Bintang Lapangan dan Statistik Akhir
Gol pamungkas Madrid lahir dari kaki Brahim Diaz pada menit ke-84, memanfaatkan bola liar hasil tembakan Vinicius yang diblok lini belakang Benfica. Masuk dari bangku cadangan, Diaz langsung memberikan dampak instan — golnya memastikan kemenangan 3-1 dan menegaskan kedalaman skuad Ancelotti musim ini. Penguasaan bola berakhir di angka 61 persen berbanding 39, dengan total 19 percobaan tembakan dari Madrid dan 9 dari Benfica. Courtois mencatatkan empat penyelamatan penting, sementara kiper Benfica harus memungut bola dari gawangnya tiga kali malam itu.
Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu unggulan. Statistik sepuluh pertandingan terakhir Madrid di Bernabeu di ajang Eropa menunjukkan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang — sebuah rekor yang mempertegas reputasi stadion ini sebagai benteng yang sulit ditaklukkan. Tchouameni, yang tampil sebagai starter dengan peran ganda gelandang bertahan sekaligus ancaman udara dari bola mati, layak mendapatkan aplaus atas kontribusinya malam itu. Sementara Benfica harus mengakhiri petualangan Eropa mereka musim ini dan mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.
Comments (0)