Real Madrid Comeback Dramatis Singkirkan Benfica 3-1

Real Madrid mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions setelah mengalahkan Benfica dengan skor akhir 3-1 dalam leg kedua play-off yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini ...

Real Madrid Comeback Dramatis Singkirkan Benfica 3-1

Real Madrid mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions setelah mengalahkan Benfica dengan skor akhir 3-1 dalam leg kedua play-off yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membalikkan agregat menjadi 3-2, setelah Los Blancos kalah tipis 1-0 di leg pertama. Pertandingan berjalan sengit, diwarnai gol cepat, penyamaan kedudukan, dan dua gol penentu di babak kedua.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Pembuka Tchouameni

Sejak peluit awal dibunyikan, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Carlo Ancelotti memungkinkan trio Vinicius Junior, Rodrygo, dan Jude Bellingham terus meneror pertahanan Benfica. Penguasaan bola mencapai 62% di 15 menit pertama, menciptakan tiga peluang matang. Puncaknya pada menit ke-14, sebuah sepak pojok dari Luka Modric melayang ke tiang jauh. Aurelien Tchouameni, yang naik membantu serangan, berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke sudut kiri bawah gawang tanpa bisa dijangkau kiper Benfica. Gol ini disambut gemuruh puluhan ribu pendukung Madrid.

Setelah mencetak gol, Madrid tidak mengendurkan tekanan. Mereka mencatatkan enam shots on target hingga menit ke-30. Bellingham nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan jarak jauh, namun masih bisa ditepis. Sayangnya, konsentrasi lini belakang sempat kendor. Pada menit ke-38, Benfica melancarkan serangan balik kilat. Satu umpan panjang dari tengah lapangan berhasil diterima Goncalo Ramos yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, ia melewati Thibaut Courtois dan menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, agregat menjadi 2-1 untuk Benfica.

Babak Kedua: Mental Juara Berbicara, Madrid Balikkan Keadaan

Memasuki babak kedua, Ancelotti melakukan penyesuaian taktik dengan menarik sedikit posisi Modric ke depan untuk menambah kreativitas. Hasilnya, aliran serangan Madrid semakin cair. Benfica yang memilih bertahan total mulai kewalahan. Statistik mencatat dalam 20 menit awal babak kedua, Madrid melakukan tujuh tembakan dengan tiga tepat sasaran. Gawang tim tamu benar-benar dalam kepungan.

Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-67. Sebuah skema apik dari sektor kiri yang dibangun Vinicius Junior berujung pada umpan cutback ke kotak penalti. Bola disambut Rodrygo, namun tembakannya diblok bek. Bola muntah justru jatuh ke kaki Bellingham yang dengan cermat melepaskan tendangan first-time ke sudut kanan gawang. Gol ini membuat skor menjadi 2-1, agregat imbang 2-2. Bernabeu bergolak.

Benfica mencoba keluar menyerang demi gol tandang yang berharga, namun justru membuka ruang. Madrid memanfaatkan transisi dengan sempurna. Pada menit ke-84, Vinicius Junior melepaskan akselerasi luar biasa dari sisi kiri, melewati dua pemain, dan menyodorkan bola kepada Bellingham yang berada di depan gawang. Tanpa kesulitan, Bellingham menceploskan gol keduanya malam itu, mempertegas kemenangan 3-1 sekaligus memastikan agregat 3-2 untuk Madrid. Hingga peluit panjang, tidak ada gol tambahan.

Statistik Kunci dan Analisis Taktik

Pertandingan ini menegaskan superioritas Real Madrid dalam aspek penguasaan bola (63% - 37%) dan agresivitas menyerang. El Real melepaskan total 19 tembakan dengan 9 tepat sasaran, berbanding jauh dengan Benfica yang hanya mencatatkan 5 tembakan dengan 2 on target. Tendangan sudut juga menjadi milik Madrid dengan 10 berbanding 2. Dalam hal pelanggaran, kedua tim relatif seimbang: Madrid melakukan 14 pelanggaran, Benfica 13. Satu-satunya kartu kuning diberikan kepada bek Benfica, Antonio Silva, pada menit ke-55 setelah melanggar Vinicius Junior.

Pergeseran formasi Benfica dari 4-2-3-1 menjadi 5-4-1 di babak kedua justru membuat mereka terlalu pasif. Pergerakan Modric sebagai deep-lying playmaker dan duel fisik Bellingham di area final third menjadi kunci pembongkaran pertahanan lawan. Tchouameni juga menunjukkan kapasitas gandanya sebagai gelandang bertahan yang mencetak gol krusial, sekaligus mencatat 4 intersep dan 3 tekel sukses sepanjang laga. Clean sheet gagal diraih, tetapi respons mental tim patut diacungi jempol.

Komentar Pelatih

Kami menunjukkan karakter luar biasa malam ini. Tertinggal agregat bukan situasi mudah, tetapi para pemain pantas mendapat pujian. Mereka tetap tenang, mengikuti instruksi, dan mencetak gol di momen penting. Tchouameni membuka jalan, Bellingham menyelesaikan pekerjaan. Ini malam yang istimewa,

ungkap Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai pertandingan.

Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke babak 16 besar dan akan menantikan hasil undian untuk lawan berikutnya. Sementara Benfica harus mengakhiri perjalanan Eropa mereka musim ini dengan kepala tegak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User