Real Madrid Bungkam Ferencvaros 3-1 di Laga Pramusim Budapest
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Real Madrid atas Ferencvaros dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Budapest, Hungaria, pada 8 Agustus 2026. Gol-gol Los Blancos bersarang di menit ke-23, ke-41, ...
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Real Madrid atas Ferencvaros dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Budapest, Hungaria, pada 8 Agustus 2026. Gol-gol Los Blancos bersarang di menit ke-23, ke-41, dan ke-67, sementara tuan rumah hanya mampu membalas sekali pada menit ke-58. Kemenangan ini menjadi panggung pertama bagi Jose Mourinho, pelatih asal Portugal yang tengah menyusun kembali skuad Real Madrid untuk musim kompetisi 2026/2027.
Jose Mourinho (tengah) tampak intens berbicara langsung dengan para pemainnya di tepi lapangan, memberi instruksi taktis di sela-sela permainan. Momen itu terekam jelas saat pertandingan pramusim antara Ferencvaros dan Real Madrid berlangsung. Bagi publik Madrid, kehadiran Mourinho di bangku cadangan membawa aroma nostalgia sekaligus tantangan baru: membangun tim yang lebih kompak dan pragmatis, ciri khas yang melekat pada karier kepelatihannya.
Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola ala Mourinho
Mourinho menurunkan formasi 4-3-3 dengan Jude Bellingham sebagai penghubung lini tengah, ditopang Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni di belakangnya. Trio penyerang dipercayakan kepada Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Rodrygo. Di sisi lain, Ferencvaros bertahan dengan formasi 4-4-2 yang rapat, menunggu momen untuk melancarkan serangan balik.
Real Madrid langsung mendominasi sejak menit awal. Statistik penguasaan bola pada babak pertama mencatat angka 64 persen berbanding 36 persen untuk keunggulan tim tamu. Menit ke-12, Ferencvaros sempat menggetarkan gawang Thibaut Courtois lewat tendangan voli dari sisi kanan kotak penalti, namun kiper asal Belgia itu masih sigap menepis bola.
Menit ke-23, Real Madrid akhirnya membuka keunggulan. Bellingham melepaskan umpang terobosan terukur ke sisi kiri pertahanan tuan rumah, lalu diselesaikan dengan sepakan keras Vinicius Junior yang tak mampu dijangkau kiper Ferencvaros, Denes Dibusz. Gol tersebut tercatat sebagai assist pertama Bellingham pada laga ini, dan menjadi penanda bahwa lini tengah Madrid bekerja efektif.
Dua menit menjelang turun minum, tepatnya menit ke-41, giliran Mbappe yang mencatatkan namanya di papan skor. Rodrygo menusuk dari sayap kanan, melewati satu bek, lalu mengirim umpan silang mendatar yang disambut tendangan first-time Mbappe ke pojok gawang. Skor 2-0 bertahan hingga jeda, dengan shots on target Real Madrid unggul 5 banding 1 pada babak pertama.
Babak Kedua: Perlawanan Tuan Rumah dan Penutup yang Dingin
Memasuki babak kedua, Mourinho melakukan sejumlah rotasi. Endrick dan Arda Guler masuk untuk memberi energi baru di lini depan, sementara Luka Modric dimasukkan untuk menjaga ritme permainan. Ferencvaros merespons dengan meningkatkan intensitas pressing di lini tengah, dan usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-58.
Serangan balik cepat tuan rumah mengecoh barisan belakang Madrid. Umpan silang dari sisi kiri disambut sundulan pemain pengganti Ferencvaros yang mengarah tajam ke tiang dekat. Skor berubah menjadi 2-1 dan suasana di tribun pun ikut bergemuruh. Namun, ketenangan Real Madrid tidak goyah.
Pada menit ke-67, Madrid memastikan kemenangan. Endrick melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang memantul sempurna ke gawang Dibusz, sekaligus menjadi gol ketiga Real Madrid sekaligus gol perdana pemain muda Brasil itu di laga pramusim ini. Sempat ada drama VAR pada menit ke-73 ketika gol Vinicius Junior dianulir karena posisi offside lebih dulu; wasit memutuskan meninjau tayangan ulang dan mengesahkan keputusan tersebut.
Babak kedua ditutup dengan penguasaan bola akhir 62 persen untuk Real Madrid. Secara keseluruhan, Los Blancos melepaskan 17 tembakan dengan 7 shots on target, sedangkan Ferencvaros hanya mencatat 8 percobaan dan 3 shots on target. Kartu kuning diberikan kepada dua pemain tuan rumah dan satu pemain Madrid, tanpa ada kartu merah sepanjang laga.
Analisis Taktik: Fondasi Baru di Tangan Mourinho
Yang menarik dari laga ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan struktur permainan yang mulai terbentuk. Mourinho meminta para full-back bermain lebih disiplin dan tidak terlalu tinggi, sementara transisi menyerang dilakukan cepat melalui sayap. Pola ini membuat Ferencvaros kesulitan membangun serangan dari lini tengah, terlihat dari banyaknya umpan terputus di area tengah lapangan.
Bellingham menjadi motor permainan dengan pergerakan bebas di antara lini, sementara Tchouameni bekerja sebagai penghancur serangan lawan. Di sisi pertahanan, pasangan Eder Militao dan Antonio Rudiger tampil solid dan hanya sekali lengah pada gol balasan Ferencvaros. Clean sheet nyaris tercipta, namun gol menit ke-58 menjadi catatan evaluasi bagi lini belakang Madrid.
“Ini baru permulaan. Kami butuh laga seperti ini untuk menguji karakter tim. Ada banyak hal yang bisa diperbaiki, tapi semangat para pemain sudah menunjukkan arah yang benar,” ujar Jose Mourinho seusai pertandingan.
Catatan Statistik dan Evaluasi Pramusim
Laga uji coba ini memberi gambaran awal bahwa Real Madrid asuhan Mourinho akan bermain lebih pragmatis namun tetap tajam di lini depan. Total skor akhir 3-1, penguasaan bola 62-38 persen, dan shots on target 7-3 menjadi data utama yang layak dicermati jelang kompetisi resmi. Bagi Ferencvaros, perlawanan sengit di babak kedua membuktikan bahwa mereka layak menjadi lawan uji yang berkualitas.
Dengan satu kemenangan pramusim di tangan, Mourinho kini tinggal menyempurnakan detail taktis sebelum musim dimulai. Pertanyaan besarnya: seberapa jauh gaya pragmatis pelatih Portugal itu mampu membawa Real Madrid bersaing di papan atas? Jawabannya akan mulai terlihat pada laga-laga resmi berikutnya.
Comments (0)