Lautaro Martinez Tumbangkan Bologna, Inter Rampas Puncak Klasemen Serie A

Skor akhir 2-0 untuk Inter Milan atas Bologna. Demikianlah Stadion San Siro, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB, menjadi saksi I Nerazzurri merampas puncak klasemen S...

Aug 24, 2026 - 09:55
0 0
Lautaro Martinez Tumbangkan Bologna, Inter Rampas Puncak Klasemen Serie A

Skor akhir 2-0 untuk Inter Milan atas Bologna. Demikianlah Stadion San Siro, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB, menjadi saksi I Nerazzurri merampas puncak klasemen Serie A Italia dari genggaman AC Milan pada pekan ke-17. Marcus Thuram membuka keunggulan pada menit ke-38, sebelum kapten Lautaro Martinez menggandakan keuntungan tiga menit usai turun minum lewat sepak pojok Hakan Calhanoglu. Tiga poin penuh ini mengangkat Inter ke 40 poin dari 17 laga, satu angka di atas Milan yang tergeser ke posisi kedua.

Babak Pertama: Tekanan Nerazzurri Akhirnya Buah Hasil

Cristian Chivu menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 3-5-2. Lautaro Martinez berduet dengan Marcus Thuram di ujung serangan, Hakan Calhanoglu berperan sebagai regista di lini tengah bersama Nicolo Barella, sementara Federico Dimarco dan Denzel Dumfries diturunkan sebagai wing-back yang rutin naik memberi lebar serangan. Sepuluh menit awal langsung berlangsung satu arah dengan penguasaan bola Inter menyentuh angka 60 persen.

Gelombang serangan dari sisi kiri Dimarco berkali-kali memaksa blok rendah Bologna bekerja ekstra keras. Peluang emas pertama lahir pada menit ke-21 ketika sundulan Thuram masih membentur kaki bek di garis gol. Tekanan itu akhirnya cair pada menit ke-38: umpan matang Dimarco dari sayap kiri disambut sundulan rapat Thuram yang tak mampu dihalau Lukasz Skorupski. 1-0, dan San Siro meledak.

Bologna yang digelar Vincenzo Italiano dengan formasi 4-2-3-1 nyaris membalas jelang jeda. Tendangan Riccardo Orsolini dari luar kotak penalti pada menit ke-44 masih melebar tipis di sisi kanan gawang Yann Sommer. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Menit ke-48: Lautaro Martinez Menghukum Bola Mati

Tiga menit usai turun minum atau tepat pada menit ke-48, Inter menggandakan keunggulan dari skenario yang matang disiapkan di ruang ganti. Sepak pojok Calhanoglu dari sisi kiri melayang ke titik penalti, dan Lautaro Martinez melepaskan sundulan tajam yang menghujam tanpa bisa dibaca Skorupski. Wasit sempat menunggu review VAR untuk memeriksa kemungkinan offside, namun gol tetap sah.

Itu gol kesembilan Lautaro di Serie A musim ini, sekaligus assist keenam bagi Calhanoglu. Selebrasi sang kapten di depan tribune utara memancing gebrak-gebrukan suporter. Sejak saat itu Inter mengelola tempo dengan tenang. Chivu mulai berrotasi pada menit ke-70 dengan menarik Thuram dan menghadirkan Ange-Yoan Bonny, sementara Italiano menjawab dengan memasukkan Santiago Castro untuk menambah amunisi serangan. Namun hingga peluit panjang, tidak ada lagi gol yang tercipta.

Angka Tak Berbohong: Inter Dominan di Semua Lini

Statistik pertandingan mencerminkan dominasi mutlak tuan rumah. Inter mencatatkan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen milik Bologna, melepaskan 16 percobaan tembakan dengan 7 shots on target, sementara Bologna baru 8 percobaan dengan 2 tepat sasaran. Akurasi umpan Inter mencapai 89 persen dan mereka unggul telak 8-3 dari segi sepak pojok.

Di lini belakang, duet Alessandro Bastoni dan Manuel Akanji berhasil memadamkan mobilitas Castro dan Orsolini. Sommer mencatatkan clean sheet kedelapannya di musim ini meski hanya diminta bekerja dua kali. Satu-satunya catatan hitam Inter adalah kartu kuning untuk Bastoni pada menit ke-63 akibat pelanggaran taktis yang menghentikan serangan balik Bologna.

Puncak Klasemen Berganti Tangan, Tekanan Mengarah ke Milan

Hasil ini mengubah wajah papan atas Serie A. Inter kini mengoleksi 40 poin dan melompati AC Milan yang tertahan di angka 39, dengan Napoli menyusul di posisi ketiga. Bagi Bologna, kekalahan ini membuat mereka terdiam di papan tengah dengan 25 poin dan semakin menjauh dari zona kompetisi Eropa.

“Lautaro adalah kapten sejati. Saat tim butuh gol, ia selalu muncul di tempat yang tepat. Malam ini kami menunjukkan mental juara dari menit pertama sampai akhir,” ungkap Chivu dalam konferensi pers pasca laga.

Tantangan berikutnya tidak lebih ringan. Inter akan menjamu Atalanta pada pekan ke-18, sementara Milan yang kini dikejar harus menjaga fokus saat menghadapi Cagliari. Persaingan gelar Scudetto 2025/26 semakin memanas, dan malam ini San Siro telah mengirim pesan keras: Inter datang untuk bertahan di puncak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User