Rashford Tepuk Tangan di Tengah Kekalahan MU dari Newcastle

Skor akhir 0-2. Old Trafford bergemuruh, namun bukan karena sorak kemenangan. Manchester United harus menelan pil pahit di kandang sendiri saat menjamu Newcastle United pada laga penutup tahun 2024, S...

Aug 07, 2026 - 16:26
0 0
Rashford Tepuk Tangan di Tengah Kekalahan MU dari Newcastle

Skor akhir 0-2. Old Trafford bergemuruh, namun bukan karena sorak kemenangan. Manchester United harus menelan pil pahit di kandang sendiri saat menjamu Newcastle United pada laga penutup tahun 2024, Selasa (31/12) malam WIB. Namun, di tengah kekecewaan yang menyelimuti stadion, satu momen menarik perhatian kamera: Marcus Rashford, striker bernomor punggung 10, bertepuk tangan kepada para penggemar yang setia mendukungnya hingga peluit panjang berbunyi.

Pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal itu memperlihatkan dominasi penguasaan bola yang cukup berimbang, tercatat 52% untuk MU dan 48% untuk Newcastle. Namun, efektivitas serangan menjadi pembeda. The Magpies, julukan Newcastle, tampil klinis dengan melepaskan 6 shots on target dari total 14 percobaan, sementara tuan rumah hanya mampu mencatatkan 3 shots on target dari 9 tembakan. Dua gol Newcastle tercipta pada babak pertama, tepatnya menit ke-24 dan 45+2, yang membuat skuat asuhan Ruben Amorim tertunduk lesu.

Babak Pertama: Mimpi Buruk di Teater Impian

Sejak kick-off, Newcastle langsung menunjukkan agresivitas tinggi dengan formasi 4-3-3 yang menekan lini belakang MU. Menit ke-24, serangan cepat melalui sayap kanan berhasil membongkar pertahanan Setan Merah. Umpan terobosan dari Bruno Guimaraes diterima dengan sempurna oleh Alexander Isak, yang kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut gawang. Kiper MU, Andre Onana, hanya bisa melongo melihat bola masuk. Gol ini menjadi pembuka pesta tamu.

Kedudukan 1-0 membuat MU mencoba bangkit. Namun, koordinasi lini tengah yang dipimpin Casemiro dan Kobbie Mainoo belum mampu menembus rapatnya lini pertahanan Newcastle yang dikomandoi Fabian Schar. Peluang emas sempat didapat Marcus Rashford pada menit ke-38, namun sontekannya dari jarak dekat masih melebar tipis di sisi kanan gawang. Dua menit sebelum turun minum, tepatnya injury time babak pertama, Newcastle menggandakan keunggulan. Umpan silang dari Kieran Trippier disambut sundulan keras oleh Joelinton, yang tidak mampu diantisipasi Onana. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.

“Kami kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial. Dua gol itu adalah hadiah untuk tim yang lebih siap. Kami harus berbenah, terutama dalam transisi bertahan,” ujar asisten pelatih MU dalam konferensi pers usai laga.

Babak Kedua: Perlawanan Tanpa Gol dan Tepuk Tangan Rashford

Memasuki babak kedua, pelatih MU mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Amad Diallo menggantikan Antony untuk menambah daya gedor. Formasi pun diubah menjadi 4-2-4 yang lebih ofensif. Namun, perubahan ini tidak serta merta membuahkan hasil. Newcastle justru semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan dengan melakukan serangan balik cepat. Menit ke-65, Rashford kembali mendapat peluang emas setelah menerima assist dari Bruno Fernandes. Sayang, tendangan voli kaki kirinya masih membentur tiang gawang. Kekecewaan terlihat jelas di wajah pemain internasional Inggris itu.

Statistik menunjukkan MU mendominasi penguasaan bola di babak kedua hingga mencapai 58%, namun penyelesaian akhir tetap menjadi masalah utama. Total 7 tendangan sudut yang didapat MU tidak mampu dikonversi menjadi gol. Sementara itu, Newcastle hampir menambah gol pada menit ke-80 melalui tembakan jarak jauh Anthony Gordon, namun berhasil ditepis dengan baik oleh Onana. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor 2-0 untuk kemenangan Newcastle tidak berubah.

Setelah pertandingan usai, Marcus Rashford yang tampil sebagai starter dan bermain hingga menit ke-85 sebelum digantikan oleh Rasmus Hojlund, terlihat berjalan mendekati arah tribun. Dengan wajah datar, ia bertepuk tangan kepada seluruh penonton yang masih setia berada di stadion. Gestur ini menjadi simbol sportivitas di tengah hasil buruk timnya. Tepuk tangan balasan dari para penggemar pun terdengar, meski sebagian di antaranya masih menyuarakan kekecewaan.

Analisis Taktik dan Catatan Penting

Kekalahan ini menjadi catatan buruk bagi MU yang gagal memanfaatkan momentum akhir tahun. Dari sisi taktik, skuat asuhan Amorim terlihat kesulitan menghadapi pressing tinggi Newcastle. Formasi 4-2-3-1 yang diusung MU pada awal laga gagal memberikan perlindungan ekstra bagi lini belakang. Sementara itu, Newcastle tampil sempurna dengan memanfaatkan setiap celah. Mereka mencatatkan akurasi umpan mencapai 87%, jauh lebih baik dibanding MU yang hanya 79%.

Marcus Rashford, yang menjadi sorotan utama, sebenarnya mencatatkan statistik individu yang tidak buruk. Ia melepaskan 3 tembakan, 2 di antaranya tepat sasaran, dan melakukan 2 dribel sukses. Namun, kurangnya dukungan dari lini kedua membuat pergerakannya mudah diprediksi. Tepuk tangannya kepada penggemar di akhir laga bisa dimaknai sebagai permintaan maaf sekaligus apresiasi atas dukungan yang tak pernah surut.

Dengan hasil ini, MU tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan koleksi 22 poin dari 19 pertandingan. Sementara Newcastle naik ke posisi ke-5 dengan 32 poin. Clean sheet yang diraih kiper Newcastle, Martin Dubravka, menjadi yang ke-7 musim ini. Kekalahan ini juga menjadi yang ke-8 bagi MU di musim ini, sebuah rekor terburuk sejak musim 2015-2016. Skuat Setan Merah dijadwalkan menghadapi Liverpool di Anfield pada laga berikutnya, sebuah ujian berat yang menanti di awal tahun 2025.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User