MU Gagal Kalahkan Everton, Hojlund Ditarik Lebih Awal
Skor akhir 2-2 menjadi buah dari laga sengit yang mempertemukan Everton dan Manchester United di Goodison Park, Sabtu (22/2/2025) malam WIB. Laga yang berjalan dengan intensitas tinggi ini menyajikan ...
Skor akhir 2-2 menjadi buah dari laga sengit yang mempertemukan Everton dan Manchester United di Goodison Park, Sabtu (22/2/2025) malam WIB. Laga yang berjalan dengan intensitas tinggi ini menyajikan drama pergantian pemain, termasuk ditariknya penyerang andalan MU, Rasmus Hojlund, di babak kedua. Hasil imbang ini membuat Setan Merah gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati zona Eropa, sementara Everton menunjukkan ketangguhan mereka di kandang sendiri.
Babak Pertama: Jual Beli Serangan dan Gol Cepat
Sejak menit awal, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Everton yang bermain dengan formasi 4-4-1-1 mencoba menekan lini belakang MU yang memakai skema 3-4-2-1. Menit ke-19, tuan rumah berhasil memecah kebuntuan. Umpan terobosan dari Abdoulaye Doucoure berhasil diselesaikan dengan baik oleh Beto, yang lolos dari jebakan offside. Gol ini membuat pendukung tuan rumah di Goodison Park bersorak sorai.
Namun, keunggulan Everton tidak bertahan lama. Tujuh menit berselang, tepatnya menit ke-26, Manchester United menyamakan kedudukan melalui aksi individu Bruno Fernandes. Gelandang asal Portugal itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Jordan Pickford. Skor berubah menjadi 1-1. Sejak saat itu, tempo permainan meningkat. MU mulai mendominasi penguasaan bola dengan catatan 58% di babak pertama, namun Everton tetap berbahaya lewat serangan balik cepat.
Menit ke-45+2, petaka hampir menimpa MU. Lini belakang mereka lengah dan Beto kembali lolos, namun kali ini tendangannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang Andre Onana. Hingga turun minum, skor tetap 1-1. Statistik mencatat, shots on target di babak pertama adalah 3-2 untuk keunggulan MU, namun efektivitas Everton patut diacungi jempol.
Babak Kedua: Drama Kartu Merah dan Keputusan Berani Ten Hag
Memasuki babak kedua, pelatih MU, Erik ten Hag, melakukan perubahan taktik dengan menarik Leny Yoro dan memasukkan pemain muda Chido Obi. Keputusan ini diambil untuk menambah daya gedor. Namun, petaka datang di menit ke-61. Bek tengah MU, Harry Maguire, menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras kepada Iliman Ndiaye. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah. MU harus bermain dengan 10 pemain.
Unggul jumlah pemain, Everton langsung tancap gas. Menit ke-68, mereka berhasil membalikkan keadaan. Umpan silang dari Vitaliy Mykolenko disambut sundulan keras oleh James Tarkowski. Onana tak berkutik. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Everton. Goodison Park bergemuruh. Namun, MU tidak menyerah. Ten Hag kemudian menarik Rasmus Hojlund pada menit ke-75 dan memasukkan Joshua Zirkzee untuk menambah daya jelajah di lini depan. Keputusan ini sempat mengejutkan banyak pihak, mengingat Hojlund dianggap sebagai ujung tombak utama.
Keberanian Ten Hag membuahkan hasil. Di menit ke-82, dari situasi sepak pojok, Bruno Fernandes yang menjadi eksekutor mengirim umpan akurat ke tiang jauh. Zirkzee yang baru masuk beberapa menit mampu menyundul bola masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2. Gol ini menjadi penyelamat bagi MU. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol lagi. Skor akhir 2-2.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Pertandingan ini menyajikan data menarik. MU unggul dalam penguasaan bola dengan total 61% berbanding 39% untuk Everton. Namun, dari segi shots on target, kedua tim sama-sama mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran. Everton lebih efisien dengan 12 percobaan tembakan, sementara MU melepaskan 15 tembakan dengan hanya 5 yang mengarah ke gawang. Kartu kuning tercatat 4 untuk Everton dan 3 untuk MU, plus satu kartu merah untuk Maguire.
Performa Rasmus Hojlund yang ditarik lebih awal menjadi sorotan. Sepanjang 75 menit di lapangan, ia hanya melepaskan 1 tembakan yang tidak tepat sasaran dan memenangkan 3 dari 7 duel udara. Angka ini jauh dari ekspektasi. Sementara itu, Chido Obi yang masuk di babak kedua memberikan energi baru di lini sayap, meski belum mampu mencetak gol. Leny Yoro yang ditarik di awal babak kedua juga menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah menjalani laga ketat melawan Beto.
“Kami seharusnya bisa menang, tetapi kartu merah mengubah segalanya. Saya menarik Hojlund karena kami butuh kecepatan dan pergerakan berbeda di lini depan. Zirkzee memberikan dimensi baru. Hasil imbang ini bukan hasil yang kami inginkan, tetapi kami harus menerimanya,” ujar Erik ten Hag dalam konferensi pers usai laga.
Hasil ini membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-7 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan 41 poin, tertinggal 5 poin dari Chelsea yang berada di posisi ke-4. Sementara itu, Everton aman di posisi ke-14 dengan 30 poin. Laga berikutnya, MU akan menjamu Arsenal di Old Trafford, sementara Everton akan bertandang ke markas Brentford. Dengan performa yang belum stabil, Ten Hag harus segera mencari solusi untuk memperbaiki lini pertahanan yang kerap kebobolan di menit-menit krusial.
Comments (0)