Rapinoe Sebut Campur Tangan Trump Biang Kegagalan AS di Piala Dunia 2026

Lapangan Stadion MetLife di New Jersey masih terhampar sunyi ketika kapten tim nasional Amerika Serikat berjalan tertunduk meninggalkan rumput. Papan skor

Jul 11, 2026 - 06:13
0 1
Rapinoe Sebut Campur Tangan Trump Biang Kegagalan AS di Piala Dunia 2026

Lapangan Stadion MetLife di New Jersey masih terhampar sunyi ketika kapten tim nasional Amerika Serikat berjalan tertunduk meninggalkan rumput. Papan skor elektronik menampilkan angka yang begitu menyakitkan: Amerika Serikat 1 – 3 Kroasia. Seisi stadion yang dipadati 82.500 penonton hanya bisa terdiam, sementara di luar sana, di seluruh negeri, kekecewaan berubah menjadi kemarahan. Di tengah detik-detik hening itu, suara Megan Rapinoe, legenda sepak bola putri yang tak pernah gentar, meledak bak petir. Dia menuding satu orang sebagai biang keladi kegagalan timnas putra di Piala Dunia 2026 yang digelar di tanah air sendiri: Presiden Donald Trump.

Bagi Rapinoe, ikon peraih dua Piala Dunia Wanita dan Ballon d'Or Féminin, kegagalan ini bukan sekadar taktik yang bocor atau fisik pemain yang kedodoran. Ada luka yang lebih dalam – luka yang sengaja ditorehkan oleh retorika politik di luar lapangan. “Mereka bermain dengan beban yang tidak perlu,” ujarnya lirih namun menusuk dalam wawancara eksklusif yang kami dengar.

Awal Mula Kontroversi: Campur Tangan Politik

Hubungan Donald Trump dengan dunia olahraga, khususnya sepak bola AS, tidak pernah sederhana. Pada awal masa jabatannya, ia sudah menyulut api dengan mengkritik pemain yang berlutut selama lagu kebangsaan sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan rasial. Namun, menjelang Piala Dunia 2026, campur tangannya semakin vulgar. Trump secara terbuka mendesak U.S. Soccer untuk “mencoret pemain yang tidak menghormati bendera” dan bahkan mengancam akan memotong pendanaan federal untuk federasi jika daftar pemain tidak mencerminkan “nilai-nilai patriotik”.

Situasi memuncak tiga bulan sebelum turnamen dimulai. Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut salah satu bintang muda timnas sebagai “anti-Amerika” hanya karena sang pemain terlibat dalam kampanye sosial yang ia anggap kontroversial. Akibatnya, ruang ganti yang seharusnya menjadi tempat aman berubah menjadi arena politik. Pemain terbelah. Enam pemain kunci dilaporkan hampir mengundurkan diri dari skuad, dan meski akhirnya tetap bertahan, konsentrasi mereka telah hancur sebelum bola pertama ditendang.

Rapinoe: Suara Lantang Sang Legenda

Megan Rapinoe bukan orang baru dalam konfrontasi dengan kekuasaan. Saat masih aktif bermain, ia pernah berseteru langsung dengan Trump yang menyebutnya "harus fokus pada sepak bola, bukan politik". Kini, setelah gantung sepatu pada 2023, Rapinoe masih menjadi suara paling lantang melawan ketidakadilan. Dari kursinya sebagai komentator di Fox Sports, ia tak menahan diri:

“Presiden seharusnya menjadi pemersatu, bukan penghancur mental. Kata-katanya menyakiti pemain secara personal. Bagaimana bisa seseorang bermain dengan hati ketika merasa identitasnya terus-menerus diserang dari dalam negeri sendiri?”

Pernyataan itu langsung viral. Rapinoe tidak sendirian. Mantan pelatih timnas putra, Gregg Berhalter, dalam siniar eksklusif Beritainti.com, mengiyakan bahwa tekanan eksternal yang diciptakan oleh komentar-komentar Trump adalah “yang terburuk yang pernah saya saksikan dalam 30 tahun berkarier di sepak bola”. Survei internal U.S. Soccer yang bocor ke media menunjukkan bahwa 78 persen pemain merasa lingkungan tim menjadi beracun sejak campur tangan politik meningkat.

Dampak Nyata di Lapangan

Di atas lapangan, kehancuran itu terlihat jelas. AS gagal mempertahankan penguasaan bola yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Kekalahan 3-1 dari Kroasia di perempat final hanyalah puncak dari kampanye yang compang-camping. Pada fase grup, mereka nyaris tersingkir setelah ditahan imbang El Salvador. Di babak 16 besar, kemenangan tipis atas Mesir hanya datang dari titik penalti kontroversial. Analis sepak bola mencatat rasa percaya diri pemain turun drastis, terlihat dari minimnya umpan-umpan terobosan dan kegagalan mengeksekusi bola mati yang sebelumnya menjadi senjata andalan.

Kapten tim yang tidak mau disebutkan namanya karena takut akan reaksi politik, berbisik kepada awak media setelah pertandingan: “Kami merasa diawasi, dihakimi, bukan karena kami bermain buruk, tapi karena kami dianggap tidak cukup ‘Amerika’.” Kalimat itu mungkin menjadi epitaf bagi kampanye Piala Dunia yang seharusnya menjadi pesta kebanggaan nasional.

Respons Gedung Putih: Serangan Balik atau Klarifikasi?

Menanggapi kritik Rapinoe, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden “selalu mendukung para atlet” dan “kegagalan tim tidak bisa ditimpakan kepada siapa pun selain performa di lapangan”. Juru bicara pers juga menuduh Rapinoe “mencari perhatian di saat tim sedang berduka”. Namun, pernyataan itu justru memicu lebih banyak dukungan kepada Rapinoe dari mantan atlet, selebritas, bahkan beberapa senator dari Partai Demokrat yang menyebut perilaku Trump sebagai “sabotase olahraga”.

Bagi banyak penggemar, ini bukan kali pertama politik merusak olahraga, tetapi kali ini dampaknya terasa begitu personal. Piala Dunia 2026 diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko – sebuah simbol kolaborasi yang dirusak oleh perpecahan internal. Kegagalan ini meninggalkan rasa pahit yang mendalam, dan Rapinoe telah menjelma dari sekadar legenda menjadi conscience of the sport.

[SOCIAL_TWEET]: Kegagalan timnas AS di #PialaDunia2026 bukan sekadar taktik. Megan Rapinoe menuding campur tangan Trump sebagai biang keladi. "Mereka bermain dengan beban yang tidak perlu," ujarnya. Lingkungan beracun di ruang ganti berubah jadi mimpi buruk di lapangan. #USMNT #Trump #Rapinoe [SOCIAL_TG]: 🔴 Megan Rapinoe Blak-blakan: Campur Tangan Trump Hancurkan Mental Timnas AS. Kekalahan dari Kroasia di perempat final Piala Dunia 2026 disebut sebagai puncak dari krisis yang diciptakan di luar lapangan. Baca wawancara eksklusif dan kronologi kontroversinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User