Raphinha Bawa Barcelona Hancurkan Newcastle di Liga Champions
Skor akhir 3-1 menjadi milik Barcelona saat menjamu Newcastle United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB di Estadi Olímpic Lluís Companys. Hasil ini...
Skor akhir 3-1 menjadi milik Barcelona saat menjamu Newcastle United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB di Estadi Olímpic Lluís Companys. Hasil ini membuat agregat berubah menjadi 4-2 dan Blaugrana resmi melaju ke perempat final. Bintang utama malam itu adalah Raphinha, yang membuka skor di menit ke-23 dan kemudian menutupnya dengan satu assist pada gol ketiga. Ekspresi sang winger usai membobol gawang The Magpies menjadi ikon laga ini: tangan mengepal, raungan panjang ke arah tribun, dan puluhan ribu penonton menjawab dengan nyanyian namanya.
Babak Pertama: Formasi 4-3-3 Melawan Blok Rendah 5-4-1
Hansi Flick menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, mengandalkan trisula Lamine Yamal, Robert Lewandowski, dan Raphinha. Sebaliknya, Eddie Howe memarkir bus dengan blok 5-4-1 yang ketat, hanya menyisakan Alexander Isak di lini depan. Penguasaan bola di babak pertama mencapai 64 persen untuk tuan rumah, tetapi Newcastle beberapa kali menusuk lewat serangan balik cepat. Menit ke-23, Yamal menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan tarik ke kotak penalti; Raphinha yang bergerak bebas dari sayap kiri menyambutnya dengan first-time finish ke tiang jauh. Gol! 1-0. Kartu kuning pertama keluar di menit ke-31 untuk Bruno Guimarães setelah tekel keras ke Frenkie de Jong. Newcastle sempat mengancam di menit ke-38 lewat tembakan Isak, namun diblok kiper Barcelona. Shots on target babak pertama berakhir 4-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Babak Kedua: VAR, Offside, dan Serangan Balik Newcastle
Newcastle keluar dengan keberanian berbeda setelah jeda. Menit ke-52, Isak menyamakan kedudukan memanfaatkan umpang silang Anthony Gordon yang gagal dihalau lini belakang Barcelona; skor berubah 1-1 dan agregat sementara 2-2. Tensi naik ketika VAR menganulir gol kedua Newcastle di menit ke-61 karena posisi Joelinton terbukti offside saat menerima umpan. Keputusan itu menjadi titik balik. Menit ke-67, Lewandowski memanfaatkan rebound tendangan Pedri dan menceploskannya dari jarak dekat untuk membawa Barcelona unggul 2-1. Newcastle mencoba keluar menekan, tetapi justru kebobolan lagi di menit ke-84: umpang terobosan Raphinha disambut Yamal yang lolos dari jebakan offside dan menyelesaikannya dengan tenang. Skor akhir 3-1, tanpa kartu merah, dengan tiga kartu kuning untuk Newcastle dan satu untuk tuan rumah.
Raphinha: Dari Sayap Kiri Menjadi Penentu Segalanya
Statistik Raphinha malam ini nyaris sempurna: 1 gol, 1 assist, 4 tembakan dengan 3 shots on target, akurasi umpan 86 persen, 7 duel dimenangkan, dan 3 dribel sukses. Ia menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak Barcelona di Liga Champions musim ini, mematahkan kritik atas performanya di leg pertama yang berakhir 1-1 di St James' Park.
"Raphinha memainkan pertandingan terbaiknya musim ini. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga bekerja tanpa bola dan membantu pertahanan di sisi kiri. Itulah yang kami butuhkan di laga hidup-mati seperti ini," ujar Hansi Flick dalam konferensi pers usai laga.Pergerakan Raphinha yang sering berpindah ke tengah juga membuat bek sayap kanan Newcastle kerepotan mengikuti pergerakannya.
Fakta dan Angka di Balik Kelolosan Barcelona
Data lengkap laga ini menegaskan dominasi tuan rumah: penguasaan bola 62-38 persen, total tembakan 16-9, shots on target 7-3, akurasi operan 91-83 persen, dan keunggulan xG 2,9 berbanding 1,2. Newcastle unggul hanya pada jumlah pelanggaran (14-9) dan kartu kuning. Barcelona gagal mencatat clean sheet karena gol Isak, tetapi agregat 4-2 membuat mereka melaju tanpa perlu drama adu penalti. Kini Blaugrana menunggu undian perempat final, dengan modal 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi dan catatan 23 gol dalam 7 laga terakhir. Bagi Newcastle, kekalahan ini mengakhiri mimpi pertama mereka tampil di perempat final Liga Champions sejak era modern, meski performa Isak di laga tandang Eropa tetap layak diacungi jempol.
Comments (0)