Gavi Kembali Setelah 336 Hari, Barcelona Hancurkan Sevilla 5-1
Skor akhir 5-1 terpampang di papan skor Estadi Olimpic Lluis Companys, tetapi malam itu bukan milik angka semata. Pada menit ke-83, nama Gavi muncul di papan pergantian pemain menggantikan Pedri, dan ...
Skor akhir 5-1 terpampang di papan skor Estadi Olimpic Lluis Companys, tetapi malam itu bukan milik angka semata. Pada menit ke-83, nama Gavi muncul di papan pergantian pemain menggantikan Pedri, dan seluruh stadion bangkit memberikan standing ovation. Setelah 336 hari menepi akibat cedera ligamen anterior lutut, gelandang muda Barcelona itu akhirnya kembali merumput di Liga Spanyol 2024/2025 dalam laga pekan ke-10 melawan Sevilla yang berlangsung Senin (21/10/2024) dini hari WIB.
Momen itu menjadi puncak dari perjalanan panjang. Gavi menderita cedera serius pada November 2023 saat membela tim nasional Spanyol, dan sejak itu ia melewatkan puluhan laga resmi Barcelona. Klub memilih jalur pemulihan yang hati-hati: tanpa target waktu, tanpa paksaan. Ketika ia akhirnya melangkah ke lapangan hijau, sorakan puluhan ribu suporter langsung meledak. Setelah peluit panjang berbunyi, ia menyusuri tepi lapangan sambil melambaikan tangan kepada para suporter, sebuah gambar yang kemudian menjadi berita utama di berbagai media Eropa.
Babak Pertama: Formasi 4-2-3-1 dan Superioritas Blaugrana
Sebelum drama pergantian pemain itu terjadi, Barcelona sudah tampil dominan sejak menit awal. Hansi Flick menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Lamine Yamal dan Raphinha di kedua sayap, serta Robert Lewandowski sebagai ujung tombak. Menit ke-24, blok serangan pertama membuahkan hasil: kombinasi cepat di sayap kanan berujung penyelesaian klinis Lewandowski untuk membuka keunggulan 1-0.
Empat menit berselang, giliran Pedri yang mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan terukur dari luar kotak penalti, memanfaatkan assist dari skema umpan satu-dua di lini tengah. Skor berubah menjadi 2-0, dan Sevilla belum mampu keluar dari tekanan. Barcelona mendominasi penguasaan bola dengan angka sekitar 72 persen sepanjang laga, sementara lini belakang lawan dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi pergerakan tanpa bola yang konstan dari para pemain tuan rumah.
Menit ke-39, Lewandowski menambah koleksinya menjadi dua gol sekaligus menutup babak pertama dengan skor 3-0. Gol tersebut sempat dicek VAR menyusul dugaan offside pada fase awal serangan, tetapi wasit memutuskan posisi pemain Barcelona sudah legal. Keputusan itu membuat para suporter bernapas lega, dan Blaugrana memasuki ruang ganti dengan modal tiga gol tanpa balas.
Babak Kedua: Gol Penyegel, Momen Gavi, dan Hat-trick
Memasuki babak kedua, Sevilla mencoba memperbaiki ritme dengan menambah daya gedor di lini depan. Namun, pertahanan Barcelona tetap rapat, dan pressing tinggi membuat lawan kesulitan membangun serangan dari bawah. Laga yang berjalan keras itu juga diwarnai beberapa kartu kuning, salah satunya untuk gelandang Sevilla yang kerap terlambat memotong serangan balik tuan rumah. Barcelona justru memperbesar keunggulan pada menit ke-82 lewat Pablo Torre, pemain pengganti yang memanfaatkan assist dari Raphinha untuk menaklukkan kiper Sevilla dengan tembakan first-time ke sudut gawang.
Selanjutnya datang momen yang paling ditunggu. Menit ke-83, Gavi masuk menggantikan Pedri. Sorakan menggema di seluruh sudut stadion, dan rekan-rekan setimnya menyambut kedatangannya dengan hangat. Gavi langsung mengambil posisi di lini tengah sebagai gelandang box-to-box, menunjukkan keberanian merebut bola meski baru saja pulih dari cedera panjang. Ia sempat mencatatkan beberapa aksi penting dalam sepuluh menit terakhir, termasuk umpan kunci yang nyaris menjadi assist.
Sevilla sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-87 melalui Stamou yang menanduk bola hasil sepak pojok, sekaligus mengakhiri harapan Barcelona meraih clean sheet. Namun, tuan rumah langsung merespons. Dua menit berselang, Lewandowski melengkapi hat-trick-nya pada menit ke-88 dan menutup skor akhir 5-1. Secara keseluruhan, Barcelona melepaskan sembilan shots on target berbanding empat milik Sevilla, sebuah statistik yang merefleksikan dominasi mereka sepanjang 90 menit.
Makna Kembalinya Gavi bagi Barcelona
Kemenangan ini bukan sekadar catatan tiga poin. Barcelona menegaskan posisinya di papan atas klasemen Liga Spanyol dengan produktivitas gol yang luar biasa, dan kehadiran Gavi kembali menambah dimensi baru pada lini tengah yang musim ini dihuni Pedri, Marc Casadó, dan Fermín López. Kedalaman skuad ini menjadi modal berharga menghadapi jadwal padat, termasuk laga besar melawan Real Madrid yang sudah di depan mata.
Bagi Gavi sendiri, laga ini adalah titik awal, bukan tujuan akhir. Flick diperkirakan akan mengelola menit bermainnya secara bertahap, mengingat cedera ligamen lutut membutuhkan waktu adaptasi untuk kembali ke level terbaik. Yang terpenting, gelandang berusia 20 tahun itu sudah membuktikan bahwa mentalitasnya tidak tergores sedikit pun oleh hampir setahun masa pemulihan.
Malam di Estadi Olimpic Lluis Companys itu menutup salah satu babak paling sulit dalam karier Gavi. Tepuk tangan, nyanyian suporter, dan lambaian tangannya kepada tribun menjadi penegasan bahwa pemain bernomor punggung 30 itu sudah pulang. Dan dengan skor akhir 5-1, Barcelona mengirim sinyal bahwa mereka siap bersaing di puncak.
Comments (0)