Prasetiya Mulya — CEO KLY Paparkan Transformasi Digital Media

Di tengah gempuran disrupsi teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, lanskap media massa di Indonesia mengalami transformasi struktural

Sep 10, 2026 - 18:28
0 0
Prasetiya Mulya — CEO KLY Paparkan Transformasi Digital Media

Di tengah gempuran disrupsi teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, lanskap media massa di Indonesia mengalami transformasi struktural yang sangat signifikan. Fenomena ini menjadi fokus utama dalam gelaran acara Liputan6 Connect yang berlangsung di kampus Universitas Prasetiya Mulya, BSD City, Tangerang. Hadir sebagai pembicara utama, Chief Executive Officer (CEO) Kapanlagi Youniverse (KLY), Dian Gemiano, membagikan pandangan strategis mengenai tantangan serta peluang industri media digital di hadapan ratusan mahasiswa dan akademisi.

Kehadiran pimpinan tertinggi jaringan media digital terbesar di Indonesia ini menandai pentingnya sinergi antara dunia akademis dan industri praktis. Dalam paparannya, Dian Gemiano menekankan bahwa media tidak lagi sekadar menjadi institusi penyampai berita, melainkan telah berevolusi menjadi ekosistem digital yang kompleks, berbasis data, dan menuntut adaptabilitas tinggi dari para pelakunya.

Tantangan Ekosistem Media di Era Disrupsi Digital

Perkembangan algoritma media sosial dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam mengakses berita. Berdasarkan analisis industri terkini, terjadi pergeseran mendasar dari pola konsumsi media konvensional menuju platform berbasis visual dan konten berdurasi pendek. Hal ini memaksa entitas media untuk terus berinovasi tanpa mengorbankan integritas jurnalistik.

Dian Gemiano menjelaskan bahwa keberhasilan media digital saat ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak jumlah klik (clicks), tetapi dari tingkat keterikatan (engagement) serta kepercayaan audiens terhadap konten yang disajikan.

"Industri media digital saat ini menuntut kita untuk bergerak dinamis. Kita tidak hanya bertarung mendapatkan perhatian audiens, tetapi juga menjaga nilai dasar etika jurnalistik dan relevansi bisnis agar tetap berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar Dian Gemiano di hadapan peserta seminar.

Berikut adalah perbandingan fokus pendekatan media konvensional dengan era ekosistem digital berbasis data saat ini:

Indikator Model Media Konvensional Model Media Digital Modern
Metrik Utama Oplak / Rating TV Real-time Data Analytics & Engagement
Pola Distribusi Satu Arah (Top-Down) Interaktif & Multi-platform
Fokus Konten Teks & Cetak Generik Personal, Tersegmentasi & Multimedia

Memperkuat Sinergi Akademisi dan Industri

Penyelenggaraan Liputan6 Connect di Universitas Prasetiya Mulya dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis di ruang kuliah dengan realitas industri yang terus berkembang pesat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep komunikasi bisnis, melainkan juga harus menguasai keterampilan praktis seperti pemrosesan data audiens, strategi monetisasi konten digital, hingga pemanfaatan teknologi baru secara etis.

Guna merespons tantangan tersebut, terdapat beberapa pilar utama yang perlu dikuasai oleh calon praktisi media masa depan:

  • Literasi Data: Kemampuan menganalisis perilaku pembaca guna menyusun strategi konten yang personal dan relevan.
  • Integritas dan Etika: Kemampuan memverifikasi fakta di tengah gempuran disinformasi dan berita bohong (hoax).
  • Kreativitas Multi-format: Keterampilan menyajikan cerita (storytelling) dalam bentuk teks, audio, hingga video interaktif.
  • Pemahaman Bisnis Digital: Kesadaran akan ekosistem periklanan, kemitraan merek, dan model langganan berbayar.

Membangun Keberlanjutan Industri Media Indonesia

Analisis mendalam mengenai industri ini menunjukkan bahwa keberlanjutan media sangat bergantung pada kemampuan mencetak talenta muda yang adaptif. Melalui inisiatif edukatif seperti Liputan6 Connect, Kapanlagi Youniverse berkomitmen untuk terus mendorong tingkat literasi media di kalangan generasi muda, sekaligus membuka ruang diskusi kritis mengenai masa depan kebebasan pers dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Kolaborasi antarsektor ini diharapkan mampu menghasilkan ekosistem informasi yang sehat, di mana kualitas informasi tetap menjadi panglima utama, sementara inovasi teknologi dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan edukasi publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User