Prabowo Tanam Pohon Banyan Bersama Para Pemimpin BRICS di India

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan aksi diplomasi simbolis dengan mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama (joint tree plantation)

Sep 13, 2026 - 15:26
0 0
Prabowo Tanam Pohon Banyan Bersama Para Pemimpin BRICS di India

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan aksi diplomasi simbolis dengan mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama (joint tree plantation) bersama para kepala negara dan delegasi tingkat tinggi anggota BRICS di India. Kegiatan seremonial ini menjadi bagian dari rangkaian agenda pertemuan tingkat tinggi yang menitikberatkan pada komitmen global terhadap pemulihan lingkungan dan penguatan solidaritas antarnegara berkembang.

Dalam agenda internasional tersebut, pohon yang dipilih untuk ditanam bersama adalah pohon banyan (beringin), yang diakui secara luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara sebagai simbol keteduhan, daya tahan, serta keberlanjutan. Kehadiran Indonesia dalam forum ini mempertegas peran aktif Jakarta dalam menjembatani kepentingan ekonomi global sekaligus memperjuangkan transisi hijau yang berkeadilan bagi negara-negara belahan bumi selatan (Global South).

Kronologi dan Rangkaian Agenda Diplomasi Hijau

Aksi simbolis penanaman pohon tersebut berlangsung secara terstruktur di sela-sela pembahasan isu-isu strategis kawasan dan multilateral:

  1. Penyambutan Delegasi Tingkat Tinggi: Para pemimpin negara diterima secara resmi oleh tuan rumah sebelum memasuki area seremoni hijau yang disiapkan khusus sebagai monumen kerja sama multilateral.
  2. Prosesi Penanaman Pohon Banyan: Presiden Prabowo Subianto bersama para pemimpin negara mitra secara serentak menanam bibit pohon banyan dan menyiramnya, melambangkan komitmen bersama dalam memitigasi perubahan iklim.
  3. Sesi Diskusi Meja Bundar Informal: Usai penanaman, para pemimpin memanfaatkan momen santai tersebut untuk berdialog mengenai penguatan ketahanan pangan, transisi energi baru terbarukan, dan kerja sama ekonomi hijau.
"Langkah diplomasi lingkungan bukan sekadar seremonial, melainkan representasi dari komitmen kolektif kita untuk menjaga stabilitas ekosistem dunia sembari memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas."

Makna Filosofis dan Relevansi Geopolitik

Pemilihan pohon banyan memiliki nilai filosofis yang mendalam bagi diplomasi Indonesia. Pohon banyan dikenal memiliki sistem perakaran gantung yang kokoh dan cabang yang melebar luas, merefleksikan prinsip kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif—merangkul berbagai kemitraan strategis tanpa mengorbankan kedaulatan nasional.

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin terfragmentasi, inisiatif kebersamaan ini mengirimkan sinyal stabilitas. Keikutsertaan Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia konsisten menempatkan dialog konstruktif dan kolaborasi lingkungan sebagai pilar utama diplomasi internasional.

Dampak Strategis bagi Posisi Internasional Indonesia

Keterlibatan aktif Indonesia dalam forum kemitraan seperti BRICS dan agenda pelestarian lingkungan membawa sejumlah implikasi positif:

  • Peningkatan Kredibilitas Transisi Energi: Menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai pemain kunci dalam perdagangan karbon dan investasi energi hijau global.
  • Diversifikasi Mitra Dagang: Membuka ruang integrasi ekonomi yang lebih luas dengan kekuatan pasar berkembang di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
  • Penguatan Suara Global South: Mendorong agenda reformasi tata kelola global yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan krisis iklim.

Melalui langkah konkret ini, Indonesia menegaskan posisinya tidak hanya sebagai kekuatan ekonomi regional, tetapi juga sebagai motor penggerak kerja sama internasional yang berorientasi pada masa depan bumi yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User