Prabowo Kenang Momen Tolak Impor Beras saat Menghadap Aburizal Bakrie

Presiden Prabowo Subianto membagikan kisah perjuangannya di masa lalu saat berupaya melindungi petani Indonesia dari kebijakan impor beras. Dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelaya

Jul 07, 2026 - 23:56
0 1
Prabowo Kenang Momen Tolak Impor Beras saat Menghadap Aburizal Bakrie

Presiden Prabowo Subianto membagikan kisah perjuangannya di masa lalu saat berupaya melindungi petani Indonesia dari kebijakan impor beras. Dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo, Prabowo mengenang momen ketika ia mendatangi Aburizal Bakrie yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada periode 2004—2005. Saat itu, Prabowo menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Kunjungan itu bukan sekadar pertemuan biasa. Prabowo mengaku langsung menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana pemerintah kala itu yang ingin mengimpor beras dari luar negeri. Langkah itu diambil demi menjaga kesejahteraan petani dalam negeri agar tidak tergerus oleh masuknya beras impor.

Konsistensi Perjuangan di Tengah Kegagalan

Dalam pidatonya yang dikutip oleh media kami, Prabowo mengaitkan perjuangan membela petani dengan perjalanan panjang karier politiknya. "Empat kali kalah, yang terakhir menang. Kenapa saya masih terus? Karena saya melihat arah pembangunan, arah ekonomi kita waktu itu di arah yang keliru," ujarnya pada Rabu (24/6/2026) di hadapan ribuan petani dan nelayan yang hadir.

Empat kali kalah, yang terakhir menang. Kenapa saya masih terus? Karena saya melihat arah pembangunan, arah ekonomi kita waktu itu di arah yang keliru, waktu itu yang dianut adalah paham neoliberal.

Prabowo menyampaikan bahwa kebijakan ekonomi yang dominan kala itu sangat dipengaruhi oleh paham neoliberal. Paham ini dinilainya tidak berpihak kepada rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan semangat yang sama, ia terus maju dalam kontestasi politik hingga akhirnya berhasil meraih kursi kepresidenan.

Membangun Kedaulatan Pangan Nasional

Kisah menghadap Aburizal Bakrie menjadi potret nyata konsistensi Prabowo dalam memperjuangkan kedaulatan pangan. Saat itu, sebagai Ketua HKTI, ia menolak masuknya beras impor karena khawatir akan mematikan gairah produksi para petani lokal dan menurunkan harga jual gabah di tingkat petani. Penolakan ini sejalan dengan visi besarnya untuk menjadikan Indonesia mandiri dalam produksi pangan, terutama beras sebagai komoditas pokok masyarakat.

Beberapa dasawarsa berlalu, semangat tersebut tidak luntur. Sebagai presiden, Prabowo terus menggemakan misi swasembada pangan dan mendorong modernisasi sektor pertanian. Dalam berbagai kesempatan, ia sering menegaskan bahwa Indonesia harus berhenti menjadi importir beras dan justru bercita-cita menjadi lumbung pangan dunia.

Apresiasi dan Harapan Petani

Kehadiran Prabowo di Penas mendapat sambutan meriah dari ribuan petani dan nelayan se-Indonesia. Mereka melihat sosok Prabowo sebagai pemimpin yang tidak hanya bicara di mimbar, tetapi memiliki rekam jejak perjuangan yang jelas untuk sektor pertanian. Bagi para peserta, kisah penolakan impor beras pada era sebelumnya menjadi bukti nyata komitmen presiden terhadap nasib petani.

Penas sendiri merupakan forum komunikasi dan silaturahmi antara petani, nelayan, pemerintah, serta pemangku kepentingan lain untuk membahas berbagai tantangan dan solusi di sektor pangan. Tahun ini, acara tersebut menjadi semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh presiden yang membawa pesan perjuangan masa lalu sekaligus arah kebijakan ke depan.

Laporan dari Gorontalo ini memberikan gambaran bahwa perjuangan mencapai kedaulatan pangan adalah sebuah proses panjang. Dari satu pertemuan di ruang menteri hingga pidato di hadapan ribuan petani, semangat untuk melindungi produk pangan lokal tetap menjadi prioritas utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User