Polda Banten Buka Posko Antemortem Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Suasana haru dan penuh ketegangan menyelimuti Markas Kepolisian Daerah (Polda) Banten di Serang. Petugas medis dan tim Disaster Victim Identification (DVI)

Sep 09, 2026 - 16:14
0 0
Polda Banten Buka Posko Antemortem Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Suasana haru dan penuh ketegangan menyelimuti Markas Kepolisian Daerah (Polda) Banten di Serang. Petugas medis dan tim Disaster Victim Identification (DVI) bergerak cepat menyiapkan fasilitas darurat untuk mengumpulkan data penting. Polda Banten secara resmi membuka Posko Antemortem guna mendukung operasi pencarian dan identifikasi seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda.

Langkah responsif ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan. Keberadaan jurnalis yang tengah melakukan peliputan lapangan di kawasan perairan vital tersebut hingga kini belum diketahui pasti setelah gelombang tinggi dan cuaca buruk melanda kawasan perairan antara Pulau Jawa dan Sumatra tersebut.

Upaya Maksimal Identifikasi dan Penyelamatan Korban

Pendirian posko antemortem oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Banten bertujuan untuk menghimpun seluruh informasi fisik maupun medis korban sebelum dinyatakan hilang. Data ini menjadi pijakan krusial bagi tim DVI apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di lapangan.

Keluarga korban, rekan sejawat, dan perwakilan organisasi pers tampak mendatangi lokasi posko untuk menyerahkan data-data pendukung. Petugas mencatat berbagai ciri spesifik, mulai dari rekam medis, sampel DNA keluarga inti, riwayat perawatan gigi, hingga pakaian terakhir yang dikenakan oleh sang jurnalis sebelum bertolak ke laut.

"Kami mendirikan Posko Antemortem ini untuk mempercepat proses identifikasi dan memberikan kepastian medis. Tim DVI Biddokkes Polda Banten bekerja secara maraton mengumpulkan data sekunder dan primer dari pihak keluarga. Harapan kita bersama, korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," ujar perwakilan Polda Banten dalam keterangan resminya kepada awak media.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan tanpa henti. Setiap pergerakan kapal pencari di perairan Selat Sunda langsung dipantau dan diselaraskan dengan informasi terbaru yang masuk ke posko darurat.

Kronologi dan Pelaksanaan Operasi SAR Gabungan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak sejak beberapa hari lalu setelah menumpangi perahu nelayan setempat untuk melakukan peliputan khusus mengenai dinamika ekosistem laut dan aktivitas bahari di Selat Sunda. Kontak terakhir menunjukkan posisi kapal berada di sekitar perairan Pulau Sangiang sebelum akhirnya kehilangan sinyal komunikasi akibat badai lokal.

Operasi pencarian besar-besaran langsung digelar dengan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta dibantu oleh relawan nelayan tradisional setempat.

  • Area Fokus Pencarian: Perairan Pulau Sangiang, sekitar Gunung Anak Krakatau, hingga perairan selatan Pujut.
  • Armada yang Dikerahkan: Kapal patroli Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas, dan helikopter pantau udara.
  • Kendala Utama: Gelombang laut mencapai tinggi 2,5 hingga 4 meter serta jarak pandang terbatas akibat curah hujan tinggi.

Analisis Operasional Posko Antemortem dan SAR

Kehadiran posko antemortem menjadi jembatan informasi vital antara proses pencarian di laut dan validasi identitas di darat. Berikut adalah alur kerja dan penanganan data yang dilakukan oleh tim gabungan dalam penanganan kasus jurnalis hilang kontak ini:

Kategori Operasi Fokus Kegiatan Instansi Penanggung Jawab
Antemortem (Darat) Pengumpulan DNA, rekam gigi, ciri fisik khusus, dan barang pribadi korban. Biddokkes Polda Banten & Tim DVI
Operasi SAR (Laut/Udara) Penyisiran koordinat terakhir, pemantauan arus laut, dan evakuasi lapangan. Basarnas, Ditpolairud, & TNI AL
Koordinasi Pers Pembaruan informasi berkala kepada keluarga dan media massa. Bidhumas Polda Banten & Organisasi Pers

Dukungan Komunitas Pers dan Imbauan Keselamatan

Peristiwa hilang kontaknya insan pers saat bertugas ini memantik simpati mendalam dari berbagai organisasi wartawan di Indonesia. Aliansi Jurnalis Independent (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengapresiasi langkah cepat Polda Banten yang langsung mendirikan posko antemortem demi mendukung kerja pencarian.

Komunitas pers juga mengingatkan pentingnya standar keselamatan (safety protocol) bagi setiap jurnalis yang melakukan peliputan berrisiko tinggi, terutama di wilayah perairan ekstrim seperti Selat Sunda. Penyiapan alat keselamatan personal seperti life jacket, suar darurat, dan perangkat komunikasi satelit menjadi kebutuhan mutlak yang tidak boleh diabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif di wilayah perairan yang dicurigai. Polda Banten mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan atau kapal melintas yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban untuk segera menghubungi posko darurat atau kantor polisi terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User