BLORA — Kebakaran Kandang Ayam di Kunduran Hanguskan Ribuan Ternak

Suasana hening di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam ketika kobaran api membumbu

Sep 09, 2026 - 16:16
0 0
BLORA — Kebakaran Kandang Ayam di Kunduran Hanguskan Ribuan Ternak

Suasana hening di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam ketika kobaran api membumbung tinggi menembus kegelapan malam. Sebuah fasilitas kandang ayam potong skala besar ludes dilalap si jago merah dalam insiden kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh isi bangunan beserta ribuan ekor bibit ayam di dalamnya.

Asap hitam pekat yang membumbung tinggi memicu alarm bahaya swadaya dari warga sekitar yang berhamburan keluar rumah. Material bangunan kandang yang mayoritas terbuat dari kayu kering, bambu, serta tirai terpal plastik membuat si jago merah menyebar dengan sangat cepat. Hanya dalam hitungan puluhan menit, konstruksi bangunan tersebut ambruk dan rata dengan tanah, menyisakan puing-puing abu yang masih membara.

Kronologi Kobaran Api dan Upaya Pemadaman

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, percikan api pertama kali terlihat melalap area tengah bangunan perkandangan. Angin kencang yang berembus di kawasan pemukiman pinggiran tersebut semakin mempercepat akselerasi kobaran api. Warga setempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya menggunakan ember dan pompa air warga, namun upaya tersebut tak mampu menandingi dahsyatnya amukan si jago merah.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Blora yang menerima laporan darurat langsung menerjunkan beberapa unit armada mobil pemadam menuju lokasi. Jalur menuju Dukuh Ngronggah yang cukup sempit sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat untuk menjangkau titik api secara cepat.

"Kami menerima laporan darurat dan langsung mengerahkan unit penjinak api dari pos terdekat. Saat tim tiba di lokasi, konstruksi atas kandang sudah roboh akibat besarnya suhu panas. Fokus utama kami adalah melakukan isolasi agar api tidak merambat ke pemukiman warga yang berjarak cukup dekat," ungkap salah seorang petugas pemadam di lokasi kejadian.

Rincian Kerugian dan Data Kejadian

Kebakaran ini menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar bagi pemilik usaha peternakan. Selain kerusakan fisik bangunan kandang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, ribuan ekor ayam yang baru dimasukkan ke kandang tidak mampu diselamatkan akibat terjebak di dalam kurungan yang terbakar hebat.

Berikut adalah tabel rincian sementara terkait dampak insiden kebakaran kandang ayam di Desa Sempu, Kunduran:

Parameter Kejadian Rincian Informasi
Lokasi Spesifik Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kec. Kunduran, Kab. Blora
Dugaan Penyebab Korsleting arus pendek listrik pada alat pemanas (brooder)
Estimasi Kerugian Mencapai Rp 300.000.000 - Rp 400.000.000
Dampak Ternak Sekitar 15.000 hingga 20.000 ekor ayam mati terbakar
Korban Jiwa Manusia Nihil (Tidak ada korban manusia)

Isak tangis tak mampu ditahan oleh pihak pengelola dan peternak lokal yang menyaksikan seluruh investasi dan mata pencaharian mereka musnah dalam sekejap. "Semua modal usaha dan tabungan kami tertanam di kandang ini. Ayam-ayam ini baru saja masuk masa pemeliharaan awal dan butuh perawatan ekstra. Kami benar-benar terpukul dan bingung harus memulai dari mana lagi," tutur pemilik kandang dengan nada emosional.

Kerentanan Sektor Peternakan Terhadap Bahaya Kebakaran

Insiden di Kunduran ini kembali membuka mata publik mengenai tingginya risiko kebakaran pada fasilitas peternakan unggas di daerah pedesaan. Kandang ayam modern maupun konvensional membutuhkan sistem kelistrikan berdaya tinggi yang beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam. Penggunaan alat pemanas berbahan bakar gas LPG atau elemen listrik untuk menjaga suhu tubuh anak ayam (DOC) sering kali menjadi titik rawan timbulnya percikan api.

Para pakar mitigasi bencana daerah menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap instalasi listrik di bangunan tempat usaha yang jauh dari pemantauan langsung. Banyak kasus kebakaran kandang ayam dipicu oleh kabel yang terkelupas akibat gigitan hama pengerat atau penggunaan beban listrik yang melebihi kapasitas standar tanpa dilengkapi alat pemutus arus otomatis yang memadai.

Selain masalah kelistrikan, tata letak kandang ayam yang berada di area terpencil kerap kali menyulitkan pasokan air penanggulangan bencana. Minimnya persediaan alat pemadam api ringan (APAR) di area perkandangan makin memperparah potensi kegagalan pemadaman awal saat api pertama kali muncul.

Langkah Kepolisian dan Imbauan Keselamatan

Aparat kepolisian dari Polsek Kunduran bersama Tim Inafis Polres Blora telah memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP secara intensif. Petugas mengumpulkan barang bukti berupa sisa kabel terbakar, tabung gas pemanas, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci untuk memastikan penyebab pasti bencana tersebut.

Pemerintah daerah setempat mengimbau kepada seluruh peternak di wilayah Kabupaten Blora agar meningkatkan kewaspadaan dan standardisasi keamanan bangunan usaha mereka. Imbauan ini mencakup kewajiban melakukan peremajaan instalasi listrik secara berkala, menyediakan APAR di titik-titik strategis kandang, serta membuat alur evakuasi darurat bagi pekerja kandang guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Kebakaran melanda peternakan di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Blora. Ribuan ekor bibit ayam ludes terbakar dengan estimasi kerugian ratusan juta rupiah. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden ini. Baca selengkapnya di Beritainti.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User