Pogacar Bidik Sejarah Vuelta demi Gelar Grand Tour Lengkap

MONACO — Tadej Pogacar tampil begitu perkasa sepanjang musim ini. Kini pembalap Slovenia itu mengarahkan bidikannya pada satu target yang belum pernah ia r

Pogacar Bidik Sejarah Vuelta demi Gelar Grand Tour Lengkap

MONACO — Tadej Pogacar tampil begitu perkasa sepanjang musim ini. Kini pembalap Slovenia itu mengarahkan bidikannya pada satu target yang belum pernah ia raih: memenangi Vuelta a España. Jika sukses, ia akan tercatat sebagai pembalap kesembilan dalam sejarah yang memenangi ketiga Grand Tour dalam dunia balap sepeda.

Menjelang bergulirnya ajang balap sepeda terbesar terakhir musim 2026, pertanyaan yang paling sering diajukan para pengamat bukanlah "siapa yang akan menang?", melainkan "siapa yang akan menjadi runner-up?". Pasalnya, Pogacar dipandang hampir mustahil untuk dikalahkan oleh para rivalnya.

Grand Tour Terakhir Musim 2026

Vuelta a España 2026 akan bergulir mulai Sabtu pekan ini dengan titik start di Monako. Balapan ini merupakan Grand Tour terakhir musim ini, setelah Giro d'Italia dan Tour de France yang telah digelar lebih dulu, dan akan berakhir di Granada pada 13 September dengan upacara podium terakhir.

Pogacar akan tampil di ajang ini untuk pertama kalinya sejak 2019. Kehadirannya kali ini menjadi daya tarik utama, mengingat selama beberapa tahun terakhir ia memilih absen dari balapan yang digelar di Spanyol tersebut. Kini, dengan puncak performa di tangannya, ia kembali untuk menuntaskan misi terbesarnya.

Sepanjang kariernya, Pogacar telah menaklukkan dua Grand Tour lainnya: Tour de France dan Giro d'Italia. Kini hanya Vuelta yang tersisa untuk melengkapi koleksi gelar terbesar dalam balap sepeda profesional.

Selangkah Lagi dari Sejarah

Jika berhasil memenangi Vuelta tahun ini, Pogacar akan bergabung dengan deretan nama legendaris yang telah memenangi ketiga Grand Tour. Hanya delapan pembalap sebelumnya yang mampu mencapai prestasi tersebut sepanjang sejarah olahraga ini, sebuah pencapaian yang dianggap sebagai mahkota paling bergengsi bagi seorang pembalap jalan raya.

Dominasi Pogacar musim ini membuat para rivalnya tampak sudah pasrah. Beberapa tim dan pembalap unggulan bahkan dinilai lebih fokus memperebutkan posisi kedua dibandingkan mencoba menyaingi sang penguasa balapan bertahap itu.

"Siapa yang akan finis kedua?" — itulah pertanyaan paling sering diajukan menjelang Vuelta a España 2026, tanda betapa dominannya posisi Tadej Pogacar di mata para pesaingnya.

Tekanan di Pundak Rival

Kondisi ini jelas menempatkan tekanan besar pada para pembalap lain. Mereka bukan hanya harus bersaing di rute pegunungan yang menantang, tetapi juga berhadapan dengan mentalitas Pogacar yang nyaris tanpa cela dalam balapan bertahap. Ketika sang juara berada dalam kondisi terbaik, ruang untuk bermanuver bagi lawan menjadi semakin sempit.

Vuelta dikenal sebagai salah satu balapan paling sulit di dunia, dengan rute yang penuh tanjakan terjal dan cuaca yang kerap tak bersahabat. Namun, bagi Pogacar, tantangan semacam ini justru menjadi medan yang paling ia kuasai, sebagaimana ia tunjukkan di berbagai ajang sepanjang kariernya.

Urutan Peristiwa Menuju Vuelta 2026

  1. 2019 — Pogacar terakhir kali tampil di Vuelta a España.
  2. Pada tahun-tahun berikutnya, Pogacar berhasil menjuarai Tour de France dan Giro d'Italia, melengkapi dua pertiga dari koleksi Grand Tour.
  3. 2026 — Pogacar mengonfirmasi keikutsertaannya di Vuelta setelah tujuh tahun absen.
  4. Sabtu pekan ini — Vuelta a España 2026 dimulai dari Monako sebagai Grand Tour terakhir musim ini.
  5. 13 September 2026 — Balapan berakhir di Granada dengan upacara podium terakhir.

Ekspektasi Publik dan Dampaknya

Penggemar balap sepeda di seluruh dunia menyambut antusias keikutsertaan Pogacar. Penunjukan Monako sebagai titik start juga menjadi sorotan tersendiri, karena kota-kota pesisir di selatan Prancis jarang menjadi panggung pembuka Vuelta. Hal ini menambah daya tarik edisi tahun ini sejak kilometer pertama.

Balapan ini akan berlangsung sekitar tiga pekan dengan menempuh rute ribuan kilometer melintasi berbagai medan. Sepanjang perjalanan menuju Granada, para pembalap harus melewati dataran panas, tanjakan ganas, serta etape balapan individu melawan waktu yang kerap menjadi penentu klasemen.

Bagi para rival, tiga pekan ke depan akan menjadi ujian terberat musim ini. Mereka harus menjaga konsistensi di setiap etape, sembari berharap Pogacar mengalami hari yang buruk. Namun, berdasarkan tren performanya musim ini, harapan semacam itu tampak semakin tipis.

Dengan performa yang tampak tak terhentikan, peluang Pogacar untuk menorehkan sejarah baru semakin terbuka lebar. Pertanyaan besarnya bukan lagi apakah ia mampu menang, melainkan seberapa dominan ia akan tampil dan siapa yang berani mencoba menghentikannya. Tinggal menunggu tiga pekan ke depan untuk melihat apakah ia akan mengangkat trofi di Granada dan melengkapi perjalanan menaklukkan seluruh Grand Tour.

[SOCIAL_TWEET]: Pogacar bidik sejarah di Vuelta 2026: tinggal satu langkah lagi untuk memenangi ketiga Grand Tour. Siapa yang berani jadi runner-up? #Vuelta #Pogacar[SOCIAL_TG]: 🚴 Tadej Pogacar kembali ke Vuelta setelah 7 tahun absen. Start Sabtu di Monako, finis 13 September di Granada. Targetnya: jadi pembalap ke-9 yang memenangi seluruh Grand Tour. Rival tampaknya sudah pasrah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User