PM Jepang Disambut Teriakan Kemarahan Demonstran di Acara Peringatan Perang Dunia II

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menghadapi gelombang protes keras saat menghadiri upacara peringatan Perang Dunia II di Tokyo, Selasa (23/6). Sekelompok demonstran meneriakinya, meluapkan kemar

Jul 08, 2026 - 19:20
0 0
PM Jepang Disambut Teriakan Kemarahan Demonstran di Acara Peringatan Perang Dunia II

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menghadapi gelombang protes keras saat menghadiri upacara peringatan Perang Dunia II di Tokyo, Selasa (23/6). Sekelompok demonstran meneriakinya, meluapkan kemarahan atas pergeseran fundamental kebijakan pertahanan Jepang yang meninggalkan prinsip pasifis yang telah dianut selama puluhan tahun.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, aksi protes ini dipicu oleh serangkaian langkah kontroversial pemerintah Takaichi. Pada April lalu, Jepang—yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat—secara resmi melonggarkan regulasi ketat terkait ekspor senjata mematikan. Langkah tersebut menandai perubahan signifikan dari doktrin pertahanan damai yang menjadi landasan Jepang pasca-Perang Dunia II.

Takaichi sendiri secara terbuka telah menyuarakan ambisinya untuk merevisi Konstitusi Jepang, khususnya pasal yang membatasi kapasitas militer negara tersebut. Sikap ini telah lama menjadi ciri khas karier politiknya sebagai tokoh keamanan garis keras. Rekam jejaknya sebagai hawkish figure kembali disorot setelah tahun lalu melontarkan komentar tajam tentang status Taiwan yang memicu ketegangan diplomatik dan kemarahan dari China.

Demonstran terlihat membawa spanduk dan menyuarakan penolakan terhadap militerisasi, menuding kebijakan Takaichi mengkhianati semangat perdamaian yang diwariskan generasi pendahulu Jepang.

Perubahan kebijakan ekspor senjata mematikan ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk kelompok masyarakat sipil dan oposisi yang menilai langkah tersebut berpotensi menyeret Jepang ke dalam konflik internasional. Pengamat politik mencatat bahwa ketegangan di lokasi acara peringatan itu mencerminkan perpecahan mendalam di masyarakat Jepang mengenai arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.

Kehadiran Takaichi dalam acara yang seharusnya menjadi momen reflektif justru berubah menjadi panggung benturan aspirasi antara pemerintah yang mendorong normalisasi militer dengan warga yang masih mempertahankan nilai-nilai pasifisme. Pihak kepolisian setempat dilaporkan meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi acara namun tidak melakukan tindakan represif terhadap demonstran yang melakukan aksi secara damai. Demikian dilaporkan Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User