Peti Jenazah Ali Khamenei Mendarat di Kota Suci Mashhad

Pendaratan itu sunyi namun sarat makna. Sebuah pesawat Mahan Air, dengan lambang khas di ekornya, merayap pelan di landasan Bandara Internasional Mashhad p

Jul 09, 2026 - 18:28
0 1
Peti Jenazah Ali Khamenei Mendarat di Kota Suci Mashhad
Pendaratan itu sunyi namun sarat makna. Sebuah pesawat Mahan Air, dengan lambang khas di ekornya, merayap pelan di landasan Bandara Internasional Mashhad pada Kamis pagi (9/7/2026). Di dalam perutnya, sebuah peti jenazah yang diselimuti bendera Iran—milik Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei—tiba di kota kelahirannya jelang upacara pemakaman kenegaraan. Rekaman yang ditayangkan kantor berita resmi IRNA memperlihatkan momen itu: roda pesawat menyentuh aspal, mesin menderu pelan, sementara awak darat berdiri dengan sikap sempurna. Tidak ada tepuk tangan. Hanya ada angin timur yang mengibarkan kain hitam. Kematian Khamenei, yang telah memimpin Iran sejak 1989, tidak hanya menutup satu era politik, tetapi juga membuka babak baru yang sarat ketidakpastian. Di pasar minyak global, harga sempat melonjak 2,3% dalam perdagangan pagi, mencerminkan kekhawatiran akan potensi kekosongan kekuasaan di negara penghasil 3,8 juta barel per hari itu.

Perjalanan Terakhir dari Teheran ke Mashhad

Pesawat yang membawa jenazah lepas landas dari Teheran pada pukul 06.15 waktu setempat. Rute udara sepanjang sekitar 900 kilometer itu ditempuh dalam 1 jam 40 menit. Maskapai nasional Mahan Air, yang sebelumnya sempat dikenai sanksi Amerika Serikat, dipilih sebagai pembawa terakhir sang pemimpin—sebuah simbolisme yang tegas. Peti jenazah diangkut dengan kendaraan militer khusus dari bandara menuju Masjid Imam Reza, kompleks suci yang menjadi pusat ziarah jutaan Muslim Syiah. Ratusan ribu warga diperkirakan akan memadati jalan sepanjang prosesi, mengulangi lautan manusia yang pernah terlihat saat pemakaman Ayatollah Khomeini pada 1989. Pemerintah telah menetapkan hari berkabung nasional dan meliburkan seluruh kantor publik.
“Ini adalah momen transisi paling kritis dalam sejarah Republik Islam. Khamenei bukan hanya pemimpin spiritual—dia adalah jangkar stabilitas politik dan ekonomi. Pasar, investor, dan mitra strategis Iran kini menunggu dengan napas tertahan,” ujar seorang analis kebijakan yang berbasis di Universitas Teheran dan enggan disebut namanya.

Makna Mashhad: Kota Suci dan Kelahiran

Pemilihan Mashhad sebagai titik akhir sebelum pemakaman bukanlah kebetulan. Kota di timur laut Iran itu adalah tempat kelahiran Khamenei pada 1939, dan juga lokasi makam Imam Reza, salah satu figur paling dihormati dalam tradisi Syiah. Mengembalikan jenazah ke tanah kelahiran sekaligus menyandingkannya dengan spiritualitas Mashhad menjadi pesan ganda: pemimpin ini bukan hanya milik negara, tetapi juga milik iman. Data dari Kementerian Dalam Negeri Iran menunjukkan bahwa Mashhad menerima lebih dari 25 juta peziarah per tahun sebelum pandemi. Kehadiran peti Khamenei di sana diproyeksikan akan meningkatkan arus ziarah secara drastis dalam jangka pendek—sebuah fenomena yang, secara ekonomi, bisa memberikan stimulus bagi hotel, transportasi, dan perdagangan lokal, meskipun di tengah suasana duka.

Bursa dan Harga Minyak Bergejolak

Pasar keuangan global langsung bereaksi. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik ke $87,4 per barel pada sesi Asia, sementara Indeks Dolar AS menguat tipis 0,4% terhadap mata uang kawasan Teluk. Bursa Efek Teheran (TSE) sempat ditutup sementara setelah indeks turun 1,8% dalam 20 menit pertama perdagangan. Bank Sentral Iran mengumumkan akan mempertahankan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan nilai tukar rial yang sudah terdepresiasi lebih dari 40% dalam dua tahun terakhir. Pelaku pasar juga mencermati Dewan Ahli yang akan segera memilih penerus Khamenei. Dari delapan nama yang beredar, Ebrahim Raisi dan Mojtaba Khamenei dianggap sebagai kandidat terkuat. Masing-masing mewakili pendekatan ekonomi yang berbeda: Raisi cenderung konservatif dengan proteksionisme kuat, sementara kubu lainnya mulai membuka peluang bagi negosiasi ekonomi dengan Barat.

Dampak Sektoral dan Perdagangan

Industri minyak dan gas Iran, yang menyumbang sekitar 60% pendapatan negara, kini berada dalam sorotan. Produksi di ladang-ladang utama seperti South Pars dilaporkan belum mengalami gangguan, tetapi beberapa buyer dari Asia mulai meninjau ulang kontrak jangka pendek. India dan Tiongkok, dua importir terbesar minyak Iran, dikabarkan menjalin komunikasi intensif dengan pejabat energi di Teheran untuk memastikan pasokan tetap aman. Di sektor nonmigas, strategi “Ekonomi Perlawanan” yang digagas Khamenei pada 2014—yang menekankan swasembada dan pengurangan ketergantungan pada impor—kini diuji. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa produk domestik bruto Iran pada 2025 masih terkontraksi 0,7%, dengan inflasi di atas 35%. Transisi kepemimpinan akan menjadi faktor penentu apakah kebijakan tersebut akan dilanjutkan atau direvisi secara fundamental. Mata dunia kini tertuju ke Mashhad. Upacara pemakaman yang dijadwalkan pada Jumat pagi akan menjadi panggung bagi Iran untuk menunjukkan kestabilan transisi kekuasaan. Dan pasar—seperti biasa—akan membaca setiap simbol, setiap pidato, dengan kalkulasi senyap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User