Pesta Gol Indonesia, Thom Haye Hattrick Assist

Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh saat Timnas Indonesia menutup laga dengan skor telak 5-1 atas Kamboja dalam lanjutan penyisihan Grup A Piala AFF 2026, Senin (10/8). Di hadapan lebih dari 75...

Jul 28, 2026 - 05:53
0 1
Pesta Gol Indonesia, Thom Haye Hattrick Assist

Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh saat Timnas Indonesia menutup laga dengan skor telak 5-1 atas Kamboja dalam lanjutan penyisihan Grup A Piala AFF 2026, Senin (10/8). Di hadapan lebih dari 75 ribu penonton yang terus menyanyikan chant ‘Garuda di Dadaku’, skuad Garuda tampil trengginas dengan Thom Haye sebagai bintang utama. Gelandang naturalisasi itu membukukan hattrick assist—sebuah pencapaian langka—yang menjadi fondasi pesta gol Indonesia.

Starting XI dan Strategi Ofensif

Pelatih Shin Tae-yong menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan penjaga gawang Ernando Ari. Lini belakang diisi Asnawi, Fachruddin Aryanto, Elkan Baggott, dan Pratama Arhan. Marc Klok dan Marselino Ferdinan menjadi palang pintu tengah, sementara Thom Haye berperan sebagai playmaker di belakang penyerang tunggal Dimas Drajad. Rafael Struick dan Witan Sulaeman mengapit dari sayap. Strategi pressing tinggi langsung diterapkan sejak menit awal, memaksa Kamboja bertahan total.

Kreasi Tanpa Henti: Assist Demi Assist

Menit ke-8, Indonesia langsung membuka keunggulan. Haye mengontrol bola di tengah, lalu dengan satu sentuhan melepaskan umpan terobosan yang menembus dua bek Kamboja. Dimas Drajad yang bebas mengontrol dan melepaskan tendangan mendatar ke pojok kanan gawang. Skor 1-0. Umpan itu menunjukkan visi dan timing sempurna. Tepat di menit ke-23, skema serupa kembali tercipta. Kali ini Haye bergerak ke sisi kanan, mengamati pergerakan Rafael Struick yang menusuk ke kotak penalti. Umpan silangnya begitu akurat, Struick tinggal melompat dan menyundul bola ke gawang yang sudah kosong. Kedudukan 2-0.

Kamboja sempat memberi perlawanan di menit ke-40. Sebuah pelanggaran di luar kotak penalti menghasilkan tendangan bebas yang dieksekusi cemerlang oleh Chan Vathanaka. Bola melengkung melewati pagar betis dan bersarang di sudut atas gawang Ernando. Skor 2-1, dan Kamboja mendapatkan momentum. Meski begitu, statistik babak pertama tetap menegaskan dominasi Indonesia dengan penguasaan bola 65% dan 9 tembakan (5 on target).

Babak Kedua: Kuncian Assist Ketiga

Di awal babak kedua, Shin Tae-yong memasukkan Egy Maulana Vikri untuk memberi dimensi baru. Hasilnya instan. Menit ke-53, Haye yang berada di sepertiga lapangan mengecoh pressing lawan, lalu mengirim umpan diagonal panjang ke sisi kiri. Egy menerima bola, memotong ke dalam, dan melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper. Assist ketiga Haye malam itu! Sebuah hattrick assist yang mengukuhkan dirinya sebagai motor serangan.

Indonesia semakin menggila. Menit ke-68, Ramadhan Sananta yang masuk sebagai pemain pengganti menunjukkan ketajamannya. Menerima bola dari lemparan ke dalam, ia memutar badan, mengecoh dua bek, lalu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol keempat Indonesia. Pesta ditutup dengan penalti Asnawi di menit ke-81 setelah Witan dijatuhkan di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih tanpa perlu VAR. Asnawi sukses menjalankan tugasnya, 5-1.

Thom Haye: Pencapaian Langka, Jaminan Kemenangan

Thom Haye menjadi pemain pertama yang membukukan tiga assist dalam satu laga Piala AFF sejak edisi 2018. Statistiknya sungguh luar biasa: 101 sentuhan bola, 87% umpan sukses, 5 umpan kunci, dan 3 assist. Ia juga mencatatkan 4 dribel sukses dan 2 tekel, menunjukkan kontribusi di kedua sisi. Perannya sebagai regista membuat transisi Indonesia begitu mulus.

“Saya sangat senang bisa membantu tim. Assist-assist itu datang dari kerja sama seluruh pemain. Kami bekerja keras sepanjang pertandingan,” ujar Haye saat ditemui di zona campuran.

Data dan Statistik: Dominasi Total

Secara keseluruhan, Indonesia mendominasi dengan penguasaan bola 63% dan 22 total tembakan (11 on target) berbanding Kamboja yang hanya punya 6 tembakan (2 on target). Jumlah tendangan sudut pun 9-1 menunjukkan betapa seringnya lini pertahanan Kamboja ditekan. Disiplin permainan Indonesia terlihat dari pelanggaran yang lebih sedikit (8 berbanding 14), meskipun satu kartu kuning sempat dikeluarkan untuk Arhan.

Kemenangan ini menempatkan Indonesia di puncak klasemen sementara dengan selisih gol +4. Performa ini juga mengirimkan sinyal kuat sebagai kandidat juara. Kedalaman skuad yang dimiliki Shin—dengan pemain seperti Haye, Klok, dan Marselino—menjadi modal berharga. Sementara Kamboja harus segera melupakan kekalahan dan fokus menghadapi Vietnam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User