Pertamina Siapkan Mitigasi Kekeringan 17 Terminal BBM Hulu Sungai

PT Pertamina (Persero) melalui subholding commercial & trading, PT Pertamina Patra Niaga, secara resmi meningkatkan status kewaspadaan terhadap potensi gan

Sep 09, 2026 - 18:40
0 0
Pertamina Siapkan Mitigasi Kekeringan 17 Terminal BBM Hulu Sungai

PT Pertamina (Persero) melalui subholding commercial & trading, PT Pertamina Patra Niaga, secara resmi meningkatkan status kewaspadaan terhadap potensi gangguan distribusi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah preventif ini diambil seiring memasuki musim kemarau yang mengancam penurunan tinggi muka air sungai di wilayah operasional strategis, khususnya pada 17 Terminal BBM (TBBM) yang berlokasi di kawasan hulu sungai.

Penurunan debit air sungai secara drastis kerap menjadi tantangan tahunan yang menguji ketahanan rantai pasok energi nasional. Di kawasan hulu sungai—terutama di Pulau Kalimantan dan beberapa titik di Sumatra—sungai berfungsi sebagai urat nadi utama pengangkutan BBM menggunakan kapal tongkang (barge). Ketika kemarau melanda, dangkalnya alur pelayaran mengancam kelancaran penyaluran energi ke masyarakat pedalaman serta sektor industri vital.

Kronologi Dampak Kekeringan dan Tahapan Mitigasi Pertamina

Untuk mengantisipasi krisis pasokan BBM yang berulang akibat faktor cuaca ekstrem, Pertamina menerapkan serangkaian protokol penanganan logistik secara terstruktur dan terukur:

  1. Fase Pemantauan Dini: Tim operasional Pertamina memantau pembaruan debit air dan dinamika alur sungai secara harian bekerja sama dengan BMKG serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
  2. Pengalihan Armada Pengangkut: Mengonversi pengangkutan dari kapal tongkang berkapasitas besar hingga 3.000 kiloliter (KL) ke kapal berdraf lebih dangkal atau mengalihkan armada ke truk tangki darat.
  3. Penyediaan Buffer Stock: Mengoptimalkan pengisian tangki penampung di 17 TBBM hulu sungai hingga kapasitas maksimum sebelum puncak musim kemarau tiba.
  4. Skema Rerouting Rantai Pasok: Mengaktifkan skema suplai darurat (Regular, Alternative, Emergency/RAE) dari depot BBM terdekat yang memiliki aksesibilitas darat lebih stabil.

Analisis Risiko Logistik dan Komparasi Moda Transportasi

Dampak kekeringan terhadap jaringan distribusi BBM tidak sekadar masalah teknis navigasi, melainkan berimplikasi langsung pada struktur biaya logistik dan ketahanan energi regional. Penurunan elevasi air sungai memaksa Pertamina memangkas muatan kapal hingga 40% hingga 60% dari kapasitas normal untuk mencegah risiko kapal kandas di dasar sungai yang dangkal.

Moda Transportasi Kapasitas Angkut Normal Kendala Musim Kemarau Efisiensi Biaya Logistik
Tongkang Besar (River Barge) 2.000 - 3.000 KL Tinggi muatan berkurang drastis, risiko kandas tinggi Tinggi (Kondisi Normal)
Tongkang Kecil (Feeder Barge) 500 - 1.000 KL Dapat berlayar di alur dangkal, namun armada terbatas Sedang
Mobil Tangki (Jalur Darat) 16 - 32 KL Tergantung infrastruktur jalan, jarak tempuh lebih lama Rendah (Biaya per KL tinggi)

Pengamat Ekonomi Energi dan Logistik Nasional, Dr. Hendra Wijaya, memberikan pandangannya terkait dinamika kerentanan rantai pasok ini:

"Ketergantungan rantai pasok energi pada alur sungai di wilayah pedalaman Indonesia menunjukkan betapa rentannya ketahanan energi lokal terhadap cuaca ekstrem. Langkah antisipasi Pertamina di 17 Terminal BBM hulu sungai ini sangat krusial. Namun, solusi jangka panjang tetap memerlukan pemeliharaan pengerukan alur pelayaran sungai dan penambahan titik suplai darat yang terintegrasi."

Selain mengamankan kebutuhan konsumsi harian masyarakat yang diperkirakan mencapai lebih dari 8.500 KL per hari di seluruh wilayah terdampak hulu sungai, Pertamina juga berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran alokasi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak terganggu hambatan distribusi. Dengan kesiapan infrastruktur logistik dan pemantauan ketat pada 17 titik rawan, Pertamina optimistis pasokan energi di wilayah pedalaman tetap terjaga aman selama periode musim kemarau.

Highlights Berita: - Pertamina waspadai dampak kemarau di 17 Terminal BBM (TBBM) hulu sungai. - Penurunan debit air sungai memangkas kapasitas angkut kapal tongkang hingga 60%. - Pertamina siapkan skema buffer stock maksimal dan pengalihan ke moda armada darat/kapal kecil. - Pasokan harian sebesar 8.500 KL dipastikan tetap aman disalurkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User