Persib Menang Dramatis, Persebaya Tertahan di Laga Pembuka Piala Presiden
Piala Presiden 2026 resmi bergulir. Dua kota, Bandung dan Surabaya, menjadi saksi pembuka turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia. Hasilnya: Persib Bandung sukses mengamankan tiga poin perdana...
Piala Presiden 2026 resmi bergulir. Dua kota, Bandung dan Surabaya, menjadi saksi pembuka turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia. Hasilnya: Persib Bandung sukses mengamankan tiga poin perdana, sementara Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka.
Di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Persib menjamu Arema FC dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Sementara itu, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya ditahan imbang PSM Makassar 1-1. Kedua pertandingan menyajikan adu taktik, intensitas tinggi, serta sejumlah momen kontroversial yang melibatkan VAR.
Persib vs Arema: Comeback di Bawah Guyuran Hujan
Pertandingan dibuka dengan tempo sedang. Arema FC, yang tampil dengan formasi 4-3-3, justru unggul lebih dulu lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-17. Mendapat umpan terobosan dari gelandang serang Evan Dimas, striker asing Carlos Fortes melepaskan tembakan first-time yang tak mampu dijangkau kiper Teja Paku Alam. Skor 0-1 untuk tim tamu.
Namun, Persib tidak menyerah. Pelatih Bojan Hodak menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih agresif melakukan pressing tinggi. Statistik mencatat, hingga menit ke-30, penguasaan bola Persib mencapai 58% dengan tembakan tepat sasaran sebanyak 4 kali, berbanding Arema yang hanya mencatatkan 1 shots on target dari total 2 percobaan.
Gol penyama kedudukan akhirnya lahir pada menit ke-39. Berawal dari umpan silang Febri Hariyadi dari sisi kiri, bola sempat membentur bek Arema sebelum disambar David da Silva dengan sontekan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Assist diberikan kepada Febri. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas laga meningkat. Arema nyaris kembali unggul pada menit ke-59 andai sepakan voli Dedik Setiawan tidak membentur tiang gawang. Persib merespons dengan serangan balik yang menghasilkan gol kemenangan pada menit ke-74. Kali ini, Ciro Alves yang menjadi aktor utama. Menerima operan one-two dengan Beckham Putra, Ciro melewati dua bek sebelum menaklukkan kiper Adilson Maringá lewat tembakan mendatar ke pojok kiri gawang. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside, tetapi gol tetap disahkan. Skor akhir 2-1 untuk Persib.
Secara statistik akhir, penguasaan bola Persib tercatat 54% dengan total 11 shots on target, unggul signifikan dari Arema yang hanya menorehkan 2 shots on target. Satu kartu kuning untuk Bagas Adi (Arema) pada menit ke-78, dan Zalnando (Persib) pada menit ke-88. Laga berlangsung tanpa kartu merah.
"Kami bermain dengan karakter hebat malam ini. Tertinggal lebih dulu, tapi tidak panik. Saya senang dengan mentalitas tim," ujar Bojan Hodak seusai laga.
Persebaya vs PSM: Gol Cantik dan Clean Sheet yang Gagal
Di Surabaya, pertandingan berlangsung tak kalah sengit. Persebaya menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-2-3-1, sementara PSM Makassar mengandalkan 3-5-2 ofensif. Kedua tim saling jual beli serangan sejak peluit awal.
Gol pembuka datang dari tim tamu pada menit ke-24. Sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi Wiljan Pluim menghasilkan kemelut di kotak penalti. Bola liar disambar Yuran Fernandes dengan tendangan keras yang menembus jala Ernando Ari. Assist diberikan kepada Pluim. PSM unggul 0-1.
Tertinggal, Persebaya langsung meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Paul Munster mendorong gelandang serangnya untuk lebih banyak melakukan penetrasi. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-41 melalui aksi individu brilian Sho Yamamoto. Pemain asal Jepang itu menusuk dari sisi kanan, mengecoh dua bek, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh yang tak terjangkau kiper Reza Arya. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Persebaya mendominasi dengan penguasaan bola 57% dan total 9 shots on target. Namun, rapatnya lini belakang PSM yang digalang Erwin Gutawa serta performa gemilang Reza di bawah mistar membuat skor tak berubah. Peluang emas Paulo Victor pada menit ke-67 berhasil ditepis dengan refleks luar biasa oleh Reza. PSM sesekali mengancam lewat counterattack, salah satunya melalui Rizky Eka yang tembakannya masih melebar pada menit ke-80.
Hingga peluit panjang, skor tetap 1-1. Meskipun unggul dalam shots on target (9 berbanding 4) dan penguasaan bola (57% vs 43%), Persebaya gagal menjaga clean sheet. Kartu kuning diberikan kepada Alie Sesay (PSM) dan Kadek Raditya (Persebaya). VAR kembali digunakan, kali ini untuk memeriksa potensi handball di kotak penalti PSM, namun wasit tidak menunjuk titik putih.
"Kami kecewa karena punya banyak peluang. Tapi sepak bola seperti ini; kami harus lebih klinis," ujar Paul Munster.
Analisis: Modal Berharga Jelang Pekan Kedua
Hasil matchday pertama ini langsung membentuk dinamika klasemen sementara Grup A dan B. Kemenangan Persib menjadi modal psikologis penting, terutama ketajaman duet David da Silva dan Ciro Alves yang langsung on fire. Sementara itu, Persebaya harus segera membenahi penyelesaian akhir jika ingin bersaing di grup berat. Performa kiper lawan yang gemilang menjadi catatan tersendiri.
Dari sisi statistik kolektif, kedua laga melahirkan total 5 gol, dengan rata-rata 23,5 tembakan per pertandingan dan shots on target mencapai 13. Angka penguasaan bola tim tuan rumah rata-rata di atas 55%, menunjukkan dominasi kandang yang cukup jelas. Tercatat pula 4 kartu kuning tanpa satu pun kartu merah, serta 2 intervensi VAR yang memastikan keadilan pertandingan. Turnamen Piala Presiden 2026 pun menjanjikan persaingan sengit hingga pekan-pekan berikutnya.
Comments (0)