Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Igor Tolic: Tim Tidak Utuh

Skor akhir 2-1 untuk Persebaya Surabaya pada final Piala Presiden 2026 menjadi penutup pahit perjalanan Persib Bandung di turnamen pramusim ini. Gol kemenangan Bajol Ijo yang tercipta menit ke-78 memb...

Aug 09, 2026 - 02:17
0 0
Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Igor Tolic: Tim Tidak Utuh

Skor akhir 2-1 untuk Persebaya Surabaya pada final Piala Presiden 2026 menjadi penutup pahit perjalanan Persib Bandung di turnamen pramusim ini. Gol kemenangan Bajol Ijo yang tercipta menit ke-78 membuyarkan mimpi Maung Bandung mengangkat trofi, meski mereka sempat menyamakan kedudukan di babak kedua. Pelatih Igor Tolic menegaskan skuadnya tidak berada dalam kondisi utuh sepanjang turnamen, dan hal itu terlihat jelas di laga puncak.

Bermain di hadapan puluhan ribu penonton, Persib sebenarnya mengawali laga dengan formasi 4-2-3-1 yang dirancang untuk mengontrol lini tengah. Namun starting XI yang diturunkan Tolic bukan komposisi terbaik — sejumlah pilar absen karena cedera dan akumulasi kartu. Persebaya yang tampil dengan formasi 4-3-3 agresif langsung menekan sejak peluit dibunyikan.

Babak Pertama: Bajol Ijo Dominan Sejak Menit Awal

Persebaya membuka keunggulan menit ke-23. Berawal dari umpan silang dari sisi kanan, penyerang tengah Bajol Ijo menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal diantisipasi kiper Persib. Skor 1-0. Gol itu lahir dari skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas Persebaya sepanjang turnamen — assist dicatatkan winger kanan mereka yang tampil impresif mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Statistik babak pertama menunjukkan dominasi tim asal Surabaya. Penguasaan bola Persebaya mencapai 56 persen berbanding 44 persen milik Persib. Dari sisi peluang, Bajol Ijo melepaskan 8 tembakan dengan 4 shots on target, sementara Persib hanya mampu mencatatkan 3 percobaan dan 1 yang mengarah ke gawang. Lini belakang Maung Bandung dipaksa bekerja ekstra keras menahan gempuran bertubi-tubi.

Persib nyaris menyamakan kedudukan menit ke-39 ketika gelandang serang mereka melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih membentur mistar gawang. Wasit juga sempat menganulir satu peluang emas Persib karena posisi offside tipis yang dikonfirmasi melalui tinjauan VAR.

Babak Kedua: Persib Bangkit, Persebaya Kunci Kemenangan

Memasuki interval kedua, Tolic melakukan dua pergantian pemain sekaligus untuk menambah daya gedor. Hasilnya terlihat menit ke-61 — Persib menyamakan skor menjadi 1-1 melalui eksekusi tendangan bebas yang melengkung indah melewati pagar betis dan bersarang di pojok kanan gawang. Stadion bergemuruh, momentum seolah berpindah ke kubu Bandung.

Namun kegembiraan itu tidak bertahan lama. Menit ke-78, Persebaya kembali memimpin 2-1 lewat serangan cepat yang diakhiri penyelesaian dingin dari jarak dekat. Gol ini sempat dicek VAR terkait potensi offside, tetapi wasit akhirnya mengesahkannya. Persib mencoba merespons dengan menumpuk pemain di depan, termasuk memasukkan penyerang tambahan dan mengubah formasi menjadi 3-4-3 pada sepuluh menit akhir.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Pertandingan diwarnai total 5 kartu kuning — tiga untuk pemain Persib, dua untuk Persebaya — mencerminkan intensitas tinggi duel final ini. Tidak ada kartu merah, tetapi beberapa tekel keras sempat memicu ketegangan di lapangan.

Tolic Akui Tim Tidak Utuh

Dalam konferensi pers usai laga, Igor Tolic tidak mencari alasan berlebihan, tetapi ia gamblang menyebut kondisi skuadnya sebagai faktor penentu kekalahan di partai puncak.

"Kami tidak berada dalam kondisi utuh. Beberapa pemain kunci absen karena cedera, ada juga yang harus menepi karena akumulasi kartu. Ini final, dan Anda butuh skuad terbaik untuk memenangkannya. Saya bangga dengan perjuangan anak-anak, tapi kenyataannya kami kehilangan terlalu banyak kekuatan," ujar Tolic.

Absennya sejumlah pilar memang terasa di semua lini. Di pertahanan, duet bek tengah terpaksa dirombak total. Di lini tengah, absennya sang metronom membuat distribusi bola Persib tidak sefluid biasanya — tercermin dari akurasi umpan hanya 79 persen, jauh di bawah rata-rata mereka sepanjang turnamen yang mencapai 85 persen. Kedalaman skuad kini menjadi sorotan yang harus segera dibenahi manajemen Maung Bandung.

Statistik Akhir dan Pekerjaan Rumah Maung Bandung

Secara keseluruhan, angka-angka pertandingan berpihak pada sang juara. Penguasaan bola akhir 54 berbanding 46 persen untuk Persebaya, dengan shots on target 7 berbanding 4. Persebaya juga unggul dalam tendangan sudut (6-3) dan tekel sukses. Persib sebenarnya mencatatkan umpan kunci yang tidak jauh tertinggal, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda yang menentukan.

Bagi Persebaya, trofi ini mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan besar yang kembali bangkit. Bagi Persib, kegagalan ini menjadi alarm keras jelang bergulirnya kompetisi resmi. Tolic menegaskan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan, terutama soal manajemen kebugaran pemain dan kedalaman skuad yang terbukti rapuh ketika badai cedera menerpa.

Maung Bandung kini harus segera beranjak dari kekecewaan. Dengan waktu pemulihan yang singkat sebelum liga dimulai, kembalinya para pemain yang cedera akan menjadi kunci kebangkitan. Kekalahan di final memang menyakitkan, tetapi seperti yang kerap terjadi dalam sepak bola — turnamen pramusim bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana tim merespons ketika kompetisi sesungguhnya dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User