Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026 usai Taklukkan Arema FC

Skor akhir 2-1 menjadi milik Persebaya Surabaya atas Arema FC pada laga final Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam. Gol dramatis Fajar Nugroho pada...

Aug 09, 2026 - 02:19
0 0
Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026 usai Taklukkan Arema FC

Skor akhir 2-1 menjadi milik Persebaya Surabaya atas Arema FC pada laga final Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam. Gol dramatis Fajar Nugroho pada menit ke-81 memastikan Bajol Ijo mengangkat trofi turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Puluhan ribu Bonek yang memadati tribun langsung meledak dalam perayaan panjang begitu wasit meniup peluit akhir.

Laga bertajuk derbi Jawa Timur ini berjalan panas sejak menit awal. Persebaya turun dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan transisi, sementara Arema FC memasang skema 4-3-3 dengan pressing agresif di lini tengah. Starting XI Persebaya menempatkan Rizky Pratama sebagai ujung tombak tunggal, ditopang Lucas Oliveira di posisi gelandang serang.

Babak Pertama: Efisiensi Persebaya Membuahkan Hasil

Menit ke-23, Rizky Pratama membuka keunggulan Persebaya. Berawal dari umpan terobosan Lucas Oliveira yang membelah dua bek tengah lawan, sang penyerang melepaskan tendangan mendatar ke sudut kiri gawang tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-0 untuk Bajol Ijo bertahan hingga turun minum. Arema sebenarnya tampil lebih dominan dengan penguasaan bola 54 persen di paruh pertama, tetapi mereka hanya sanggup melepaskan satu shots on target dari tujuh percobaan. Sebaliknya, Persebaya jauh lebih efektif dengan tiga tembakan tepat sasaran dari lima attempt, salah satunya berbuah gol.

Pertandingan sempat diwarnai momen kontroversial pada menit ke-35 ketika klaim offside terhadap penyerang Arema dianulir setelah tinjauan VAR, meski eksekusi berikutnya masih melambung di atas mistar gawang Satria Nugraha.

Babak Kedua: Drama Gol Balasan dan Keputusan VAR

Arema FC akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-58. Tendangan sudut dari sisi kanan disambut tandukan keras Bagas Saputra yang tak mampu dibendung barisan pertahanan Persebaya. Skor berubah menjadi 1-1 dan laga kembali terbuka lebar.

Ketegangan memuncak pada menit ke-70. Penyerang Arema jatuh di kotak penalti setelah berduel dengan bek Persebaya, dan wasit langsung mendapat panggilan VAR. Setelah meninjau tayangan ulang di layar sisi lapangan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Keputusan itu memicu protes keras dari bench Arema, yang berujung kartu kuning bagi salah satu anggota staf pelatih mereka.

Petaka bagi Arema datang pada menit ke-81. Lini belakang Singo Edan yang terlalu naik dieksploitasi lewat serangan balik kilat. Rizky Pratama menggiring bola di sisi kiri sebelum melepaskan umpan silang mendatar yang disambut sontekan first-time Fajar Nugroho. Bola bersarang di pojok kanan gawang, mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus menjadi gol penentu gelar juara.

Statistik Akhir: Angka di Balik Kemenangan

Data resmi pertandingan mencatat penguasaan bola Persebaya hanya 47 persen berbanding 53 persen milik Arema. Namun Bajol Ijo unggul telak dalam hal efektivitas: 6 shots on target dari 12 tembakan, sementara Arema cuma mencatat 4 tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan. Wasit mengeluarkan total 5 kartu kuning — tiga untuk Persebaya dan dua untuk Arema — tanpa satu pun kartu merah. Kiper Satria Nugraha tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial, meski catatan clean sheet-nya di partai puncak harus ternoda satu gol.

Lima Fakta Menarik di Balik Trofi Perdana

Pertama, ini adalah gelar Piala Presiden pertama bagi Persebaya sejak turnamen digulirkan pada 2015, sekaligus mengakhiri dominasi Arema FC yang sebelumnya empat kali menjadi kampiun. Kedua, Bajol Ijo menjuarai turnamen dengan rekor tak terkalahkan: lima kemenangan dan satu hasil imbang dari fase grup hingga final. Ketiga, Rizky Pratama keluar sebagai top skor turnamen dengan koleksi lima gol dan dua assist. Keempat, lini pertahanan Persebaya hanya kebobolan tiga gol dalam enam pertandingan, terbaik di antara seluruh kontestan. Kelima, trofi ini menjadi gelar perdana pelatih kepala Carlos Mendes bersama klub sejak didatangkan pada awal musim.

Reaksi dari Ruang Ganti

Pelatih kepala Persebaya, Carlos Mendes, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya usai laga. "Para pemain mengeksekusi rencana permainan dengan sempurna. Kami tahu kami akan kalah dalam penguasaan bola, tetapi kami menang di momen-momen yang menentukan. Trofi ini untuk seluruh Bonek yang tak pernah berhenti percaya," ujarnya dalam konferensi pers. Senada dengan sang pelatih, kapten tim menyebut kemenangan ini sebagai buah kerja keras sepanjang pramusim. "Sejak hari pertama latihan, kami menargetkan trofi ini. Sekarang kami ingin membawa momentum ini ke kompetisi liga," tegasnya.

Dengan modal juara Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya kini mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Jika performa efektif seperti di final ini mampu dipertahankan, Bajol Ijo layak difavoritkan sebagai kandidat kuat peraih gelar musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User