Persib Bandung Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persebaya
Skor akhir: Persib Bandung 2-1 Persebaya Surabaya. Maung Bandung resmi menjuarai Piala Presiden 2026 setelah menang dramatis atas Bajul Ijo dalam laga final yang berlangsung sengit sejak peluit awal. ...
Skor akhir: Persib Bandung 2-1 Persebaya Surabaya. Maung Bandung resmi menjuarai Piala Presiden 2026 setelah menang dramatis atas Bajul Ijo dalam laga final yang berlangsung sengit sejak peluit awal. Tertinggal lebih dulu pada babak pertama, Persib bangkit lewat dua gol di paruh kedua untuk memastikan trofi bergengsi ini kembali dibawa pulang ke Bandung.
Jalannya laga langsung panas sejak menit awal. Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-24 ketika penyerang mereka menyambar umpan silang dari sisi kiri, menaklukkan kiper Persib lewat sundulan keras ke sudut gawang. Gol itu membuat skuad asuhan Bojan Hodak tertekan, namun respons nyata Maung Bandung baru terlihat setelah jeda turun minum.
Babak Pertama: Bajul Ijo Tampil Agresif
Persebaya turun dengan formasi 4-3-3 yang berubah menjadi 4-1-4-1 saat bertahan. Strategi pressing tinggi mereka efektif memutus aliran bola dari lini tengah Persib yang dikawal Marc Klok. Sepanjang 45 menit pertama, Bajul Ijo mencatatkan 5 shots on target dari 9 percobaan, sementara Persib hanya mampu melepaskan 2 tembakan tepat sasaran. Penguasaan bola babak pertama relatif berimbang, 51 persen berbanding 49 persen untuk keunggulan tipis Persebaya.
Persib sendiri mengawali laga dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan David da Silva sebagai ujung tombak tunggal dengan dukungan Ciro Alves bergerak bebas di belakangnya. Namun, minimnya suplai bola dari sektor sayap membuat lini depan Maung Bandung mati kutu. Satu-satunya peluang berbahaya Persib lahir pada menit ke-38 ketika tendangan bebas Marc Klok membentur mistar gawang.
Dari susunan starting XI, Hodak mempertahankan kerangka inti yang mengantar Persib melaju ke partai puncak: duet bek tengah yang solid, Marc Klok sebagai jangkar, dan trisula penyerang di lini depan. Di kubu lawan, pelatih Persebaya menurunkan trio penyerang terbaiknya yang menjadi motor serangan Bajul Ijo sepanjang turnamen.
Babak Kedua: Comeback Sempurna Maung Bandung
Hodak melakukan perubahan krusial di ruang ganti. Masuknya gelandang serang menggantikan pemain bertahan mengubah struktur permainan Persib menjadi jauh lebih ofensif. Hasilnya langsung terlihat. Menit ke-58, Ciro Alves melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan — assist keempatnya di turnamen ini — yang disambut sundulan keras David da Silva. Bola bersarang di pojok kiri gawang. Skor imbang 1-1, dan stadion bergemuruh.
Momentum sepenuhnya berpindah ke kubu Persib. Menit ke-84, gol penentu kemenangan lahir dari skema serangan balik cepat. Marc Klok mengirim umpan terobosan yang tercatat sebagai assist keduanya malam itu, membelah pertahanan Persebaya. Sang penerima umpan yang lolos dari jebakan offside — sempat ditinjau VAR selama dua menit — dengan dingin menaklukkan kiper lawan lewat tembakan mendatar. 2-1 untuk Persib.
Persebaya berusaha keras menyamakan kedudukan di sisa waktu. Drama terjadi pada menit ke-90+3 ketika mereka mengklaim penalti setelah pemainnya jatuh di kotak terlarang. Namun setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan hanya memberikan tendangan gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk keunggulan Persib tetap bertahan.
Statistik Akhir dan Catatan Pelatih
Secara keseluruhan, Persib memenangi penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen. Maung Bandung juga unggul dalam shots on target 7 berbanding 4, dengan total tembakan 14 lawan 11. Laga berjalan keras: wasit mengeluarkan 5 kartu kuning — tiga untuk Persebaya, dua untuk Persib — tanpa satu pun kartu merah. Kiper Persib memang gagal mencatatkan clean sheet, tetapi dua penyelamatan krusialnya di babak pertama menjaga skor tetap terjangkau. David da Silva terpilih sebagai pemain terbaik final berkat satu gol dan pergerakannya yang merepotkan sepanjang laga.
"Kami tahu babak pertama tidak berjalan sesuai rencana. Tetapi para pemain menunjukkan karakter juara. Perubahan taktik di babak kedua berhasil, dan kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh bobotoh," ujar pelatih Persib Bojan Hodak usai laga.
Gelar ini menjadi trofi Piala Presiden kedua bagi Persib sepanjang sejarah turnamen. Bagi Persebaya, kekalahan ini memperpanjang penantian mereka di partai puncak, meski penampilan agresif sepanjang turnamen layak mendapat apresiasi tinggi. Final 2026 akan dikenang sebagai salah satu laga terbaik dalam sejarah rivalitas dua klub tertua Indonesia ini, dengan intensitas tinggi, drama VAR, dan comeback yang menjadi bumbu sempurna sepak bola Tanah Air.
Comments (0)