Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Singkirkan Persib Lewat Adu Penalti
Skor akhir 1-1 selama 120 menit, drama adu penalti berkesudahan 6-5 — Persebaya Surabaya resmi mengangkat trofi Piala Presiden 2026 usai menaklukkan Persib Bandung dalam final penuh ketegangan di St...
Skor akhir 1-1 selama 120 menit, drama adu penalti berkesudahan 6-5 — Persebaya Surabaya resmi mengangkat trofi Piala Presiden 2026 usai menaklukkan Persib Bandung dalam final penuh ketegangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Ini adalah gelar perdana Bajul Ijo di turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air, dan mereka meraihnya dengan cara paling dramatis: tendangan penalti penentu di fase sudden death yang disambut gemuruh puluhan ribu Bonek yang memadati tribun.
Babak Pertama: Persib Tekan Lebih Dulu
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib Bandung yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif serangan. Maung Bandung mencatatkan penguasaan bola 56 persen di 45 menit pertama dan membungkus keunggulan pada menit ke-23. Umpan silang mendatar dari sisi kanan disambut penyelesaian dingin David da Silva yang memperdaya kiper Ernando Ari. Skor 1-0 untuk Persib.
Persebaya yang bermain dengan skema 4-2-3-1 sempat kesulitan keluar dari tekanan. Dua peluang emas didapat Persib sebelum jeda, termasuk satu shots on target dari tendangan keras Marc Klok di menit ke-38 yang masih mampu ditepis Ernando. Hingga turun minum, Persib unggul 1-0 dengan catatan 7 attempts berbanding 3 milik Persebaya.
Babak Kedua: Bajul Ijo Bangkit
Pergantian pemain di awal babak kedua mengubah wajah permainan Persebaya. Masuknya gelandang serang segar membuat Bajul Ijo lebih berani menekan lini pertahanan Persib. Hasilnya terlihat pada menit ke-67: Bruno Moreira menyambar bola muntah hasil tendangan bebas yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Persib. Skor berubah 1-1, dan tribun hijau meledak.
Sisa waktu normal berjalan sengit. Wasit mengeluarkan total lima kartu kuning — tiga untuk Persib, dua untuk Persebaya — sementara satu keputusan VAR di menit ke-81 menganulir klaim penalti Persib karena offside tipis dalam proses serangan. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit yang juga berakhir tanpa gol.
Adu Penalti: Ernando Ari Jadi Pahlawan
Drama sesungguhnya terjadi di titik putih. Lima penendang pertama kedua tim nyaris sempurna, hanya satu eksekusi Persib yang membentur tiang. Skor adu penalti bergerak ke 5-5 dan memasuki fase sudden death. Di sinilah Ernando Ari menasbihkan diri sebagai pahlawan: kiper timnas Indonesia itu membaca arah tendangan penendang keenam Persib dan menepisnya dengan satu tangan. Eksekutor terakhir Persebaya kemudian menjalankan tugas dengan sempurna, mengunci kemenangan 6-5 sekaligus trofi juara.
Secara statistik, laga ini berjalan sangat berimbang. Persib unggul penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, namun Persebaya lebih efisien dengan 4 shots on target dari 11 attempts, sementara Persib mencatat 5 shots on target dari 14 attempts. Kedua kiper sama-sama membuat penyelamatan krusial, tetapi ketenangan Ernando di babak adu penalti menjadi pembeda.
Gelar Perdana yang Bersejarah
Bagi Persebaya, trofi ini mengakhiri penantian panjang di ajang Piala Presiden. Bajul Ijo sebelumnya beberapa kali tampil sebagai finalis dan semifinalis, namun selalu gagal di momen menentukan. Kali ini, mental juara yang dibangun sepanjang turnamen terbayar lunas. Para pemain, pelatih, dan ofisial berpose bersama trofi di tengah lapangan Dipta dengan latar kembang api dan nyanyian khas Bonek yang menggema hingga peluit panjang berbunyi.
Sang pelatih menegaskan bahwa kunci kemenangan timnya adalah kepercayaan diri dan persiapan matang menghadapi situasi adu penalti, sesuatu yang memang sudah dilatih intensif sejak babak semifinal. Sementara di kubu Persib, kekalahan ini jelas menyakitkan mengingat mereka tampil dominan di sebagian besar laga, tetapi sepak bola sekali lagi membuktikan bahwa efisiensi dan mentalitas di momen krusial adalah penentu segalanya.
Dengan hasil ini, Persebaya membawa pulang trofi Piala Presiden 2026 ke Surabaya sebagai modal besar menatap kompetisi musim baru. Skor akhir mungkin hanya 1-1 di waktu bermain, tetapi angka 6-5 di papan adu penalti akan selamanya tercatat dalam sejarah hijau Bajul Ijo.
Comments (0)