Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persib Lewat Adu Penalti
Skor akhir 1-1 selama 120 menit, drama adu penalti 6-5 — Persebaya Surabaya akhirnya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam partai final yang berjalan menegang...
Skor akhir 1-1 selama 120 menit, drama adu penalti 6-5 — Persebaya Surabaya akhirnya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam partai final yang berjalan menegangkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Eksekusi penalti keenam Persib yang membentur tiang gawang menjadi momen penutup laga epik ini, disusul tendangan penentu kemenangan yang dikonversi sempurna oleh penggawa Bajol Ijo.
Jalannya Pertandingan: Persebaya Unggul Lebih Dulu
Persebaya yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung menekan sejak peluit dibunyikan. Menit ke-23, gelandang serang Rizky Pratama melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Persib. Gol yang ditunggu publik Surabaya akhirnya datang pada menit ke-38: umpan silang mendatar dari sisi kiri disambut sundulan striker Bruno Silva yang tak mampu dijangkau penjaga gawang lawan. Skor 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum.
Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola relatif berimbang — Persib 52 persen berbanding 48 persen milik Persebaya — namun Green Force tampil lebih efektif dengan tiga shots on target dari lima percobaan. Starting XI Persebaya bermain disiplin menjaga shape, sementara lini tengah Persib kesulitan menembus blok pertahanan rapat yang dibangun sejak menit awal.
Babak Kedua: Persib Menyamakan Kedudukan
Persib yang mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 di babak kedua tampil jauh lebih agresif. Tekanan beruntun Maung Bandung membuahkan hasil pada menit ke-67. Memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil tendangan sudut, gelandang Dimas Anggara menyambar bola liar untuk mengubah skor menjadi 1-1. Assist tercatat atas nama bek tengah yang lebih dulu menyundul bola ke jantung pertahanan Persebaya.
Sisa waktu normal berjalan panas. Wasit mengeluarkan total lima kartu kuning — tiga untuk Persib, dua untuk Persebaya. Satu momen kontroversial terjadi menit ke-84 ketika klaim penalti Persib dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan sang penyerang lebih dulu berada dalam posisi offside tipis. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit.
Perpanjangan Waktu dan Drama Adu Penalti
Babak tambahan berjalan hati-hati. Kedua pelatih terlihat menyimpan tenaga untuk skenario terburuk: adu penalti. Persebaya nyaris mencetak gol penentu menit ke-112 lewat tendangan bebas melengkung yang hanya melebar beberapa sentimeter dari tiang jauh. Hingga 120 menit berlalu, papan skor tak lagi berubah.
Di babak tos-tosan, lima algojo pertama kedua tim nyaris sempurna. Satu-satunya kegagalan di lima penendang awal datang dari eksekutor ketiga Persib yang tendangannya ditepis kiper Persebaya, Raka Aditya — namun algojo keempat Bajol Ijo juga gagal sehingga skor tetap imbang 4-4. Memasuki fase sudden death, penendang keenam Persib melihat bola eksekusinya membentur tiang kanan gawang. Giliran bek senior Persebaya, Fajar Nugroho, maju sebagai algojo penentu. Dengan dingin ia menempatkan bola ke sudut kiri bawah. Skor adu penalti 6-5. Persebaya juara!
Statistik Akhir dan Reaksi Pelatih
Data akhir mencatat penguasaan bola 54 persen untuk Persib berbanding 46 persen milik Persebaya. Soal shots on target, Persib unggul tipis 6 berbanding 5, sementara total tembakan 14-12. Kiper Raka Aditya tampil sebagai pahlawan dengan empat penyelamatan sepanjang laga plus satu tepisan krusial di adu penalti — performa yang membuatnya layak menyandang predikat pemain terbaik final.
"Ini hasil kerja keras seluruh tim. Kami tahu Persib akan mendominasi bola, jadi kami bermain disiplin, rapat di belakang, dan memaksimalkan transisi. Soal penalti, itu urusan mental — dan malam ini mental anak-anak terbuat dari baja," ujar pelatih kepala Persebaya seusai laga.
Bagi Persebaya, trofi ini menambah koleksi gelar turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia. Bonek dan Bonita yang memadati tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta pun larut dalam selebrasi hingga larut malam. Sementara bagi Persib, kegagalan di final menjadi catatan evaluasi penting jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim baru.
Comments (0)