Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Francisco Rivera Pemain Terbaik

Skor akhir: Persebaya Surabaya 6-5 Persib Bandung lewat adu tendangan penalti setelah imbang 1-1 di waktu normal. Bajul Ijo resmi menjadi kampiun Piala Presiden 2026 setelah memenangi malam paling men...

Aug 11, 2026 - 19:02
0 0
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Francisco Rivera Pemain Terbaik

Skor akhir: Persebaya Surabaya 6-5 Persib Bandung lewat adu tendangan penalti setelah imbang 1-1 di waktu normal. Bajul Ijo resmi menjadi kampiun Piala Presiden 2026 setelah memenangi malam paling menegangkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Sembilan puluh menit penuh ketegangan ditambah enam babak tos-tosan akhirnya berpihak pada tim Kota Pahlawan, yang mengangkat trofi di depan ribuan Bonek yang memadati tribun.

Kemenangan ini sekaligus menjadi malam milik Francisco Rivera. Gelandang andalan Persebaya itu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026 berkat performa konsistennya dari fase grup hingga partai puncak. Usai laga, Rivera berpose dengan dua simbol supremasi sekaligus: trofi juara dan penghargaan individu.

Babak Pertama: Persib Menggebrak, Persebaya Meredam

Maung Bandung langsung tancap gas dengan formasi 4-3-3 sejak peluit awal. Tekanan berlapis dari kedua sayap memaksa lini belakang Persebaya yang dikawal skema 4-2-3-1 bekerja ekstra keras. Menit ke-27, gawang Bajul Ijo akhirnya jebol lewat skema serangan cepat yang diawali umpan silang mendatar — skor 1-0 untuk Persib.

Tertinggal satu gol, Persebaya kesulitan keluar dari tekanan. Rivera beberapa kali mencoba membangun serangan dari lini kedua, namun rapatnya barisan tengah Persib membuat aliran bola terputus. Statistik paruh pertama menunjukkan dominasi Maung Bandung: penguasaan bola 57 berbanding 43 persen, dengan 4 shots on target melawan 1 milik Persebaya. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Rivera Menjawab dengan Tendangan Keras

Interval menjadi titik balik. Persebaya mengubah pendekatan menjadi lebih vertikal, dan hasilnya langsung terlihat. Menit ke-58, Francisco Rivera menerima bola di depan kotak penalti, mengontrol sekali, lalu melepaskan tendangan keras kaki kanan yang menghujam sudut gawang tanpa bisa diantisipasi kiper. Skor berubah 1-1 — Stadion Dipta meledak oleh sorakan Bonek.

Gol tersebut mengubah momentum sepenuhnya. Persebaya tampil lebih berani menekan, sementara Persib mulai bermain hati-hati menjaga kedudukan. Hingga peluit panjang tidak ada gol tambahan meski kedua tim saling berbalas peluang. Statistik akhir waktu normal mencatat penguasaan bola 52-48 persen untuk Persib, shots on target 6-5, dan dua kartu kuning untuk masing-masing kubu. Laga dilanjutkan ke adu tendangan penalti.

Drama Enam Babak dari Titik Putih

Adu penalti berjalan bak roller coaster. Lima algojo pertama kedua tim menjalankan tugas dengan sempurna — sepuluh tendangan, sepuluh gol, skor imbang 5-5. Ketegangan mencapai puncaknya pada babak keenam, saat sistem sudden death mulai berlaku.

Eksekutor keenam Persib melangkah lebih dulu. Tendangannya keras, tetapi arahnya terbaca — kiper Persebaya menjatuhkan diri ke sisi kanan dan menepis bola keluar. Satu tendangan penentu kini berada di kaki Persebaya. Algojo keenam Bajul Ijo tampil sedingin es: ancang-ancang pendek, tendangan mendatar ke pojok kanan, gol! Skor akhir adu penalti 6-5. Pemain cadangan dan staf pelatih berhamburan ke lapangan, sementara tribun berubah menjadi lautan hijau.

Francisco Rivera: Jenderal Lini Tengah dan Pemain Terbaik

Penghargaan Pemain Terbaik untuk Rivera bukanlah kejutan. Sepanjang Piala Presiden 2026, sang gelandang menjadi metronom permainan Persebaya — mengatur tempo, memutus serangan lawan, sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan depan. Gol penyeimbang di final menjadi penegas betapa besar pengaruhnya bagi tim.

Di partai puncak, Rivera nyaris tidak tergantikan. Ia rajin menjemput bola, berani berduel, dan tetap tenang saat menguasai bola di bawah tekanan lawan. Kombinasi visi bermain, akurasi umpan, dan mentalitas besar itulah yang membuatnya layak berdiri di podium dengan dua trofi sekaligus pada malam itu.

Pesta Juara di Pulau Dewata

Malam di Gianyar ditutup dengan selebrasi panjang. Satu per satu pemain Persebaya mengangkat trofi, disusul nyanyian dan koreografi dari tribun suporter yang tidak berhenti hingga sesi foto bersama. Bagi Bajul Ijo, gelar Piala Presiden 2026 menjadi bukti bahwa proyek tim musim ini berjalan sesuai rencana.

Dengan trofi di tangan dan Rivera sebagai wajah kesuksesan, Persebaya kini menatap kompetisi berikutnya dengan kepercayaan diri penuh. Sementara bagi Persib, kekalahan tipis lewat adu penalti ini akan menjadi bahan bakar untuk bangkit. Satu hal yang pasti: final di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini akan dikenang sebagai salah satu partai puncak paling dramatis dalam sejarah Piala Presiden.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User