Persija Bungkam Arema 3-1, Amankan Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026
Skor akhir 3-1 untuk Persija Jakarta atas Arema FC menutup duel perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Macan Kemayo...
Skor akhir 3-1 untuk Persija Jakarta atas Arema FC menutup duel perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Macan Kemayoran tampil lebih klinis sepanjang 90 menit, dengan Witan Sulaeman menjadi aktor utama berkat kontribusi satu gol dan satu assist. Sempat disamakan oleh Salim Tuharea pada menit ke-27, Persija melesat lewat dua gol di babak kedua untuk memastikan posisi tiga besar pulang ke ibu kota.
Babak Pertama: Witan Membuka Jalan, Salim Menjawab
Persija turun dengan formasi 4-3-3, menempatkan Witan Sulaeman di sayap kanan dan Riko Simanjuntak di sisi kiri, sementara Arema FC membalas lewat skema 4-2-3-1 yang mengandalkan transisi cepat. Laga baru berjalan menit ke-11 ketika Witan membelah pertahanan Singo Edan: menerima umpan terobosan dari lini tengah, ia mengontrol bola sekali sebelum melepaskan tendangan mendatar ke sudut jauh yang gagal dijangkau kiper. Skor 1-0 untuk Persija.
Arema menolak menyerah. Tekanan beruntun mereka membuahkan hasil pada menit ke-27: bermula dari situasi bola mati, kemelut di depan gawang Persija disambar Salim Tuharea menjadi gol penyama kedudukan. Sang winger langsung berlari ke arah tribun suporter dengan raut wajah penuh keyakinan — momen yang mengubah skor menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali laga. Hingga turun minum, Persija unggul penguasaan bola 54 berbanding 46 persen dengan shots on target 3-2, tetapi skor imbang bertahan memasuki jeda.
Babak Kedua: Dua Gol Penentu Macan Kemayoran
Interval menjadi titik balik. Persija keluar dari ruang ganti dengan intensitas pressing lebih tinggi, dan Arema mulai kehilangan bentuk di lini tengah. Menit ke-63, kombinasi apik di sisi kanan berakhir dengan umpan silang Witan Sulaeman yang disambut sontekan jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 2-1. Bangku cadangan Persija meledak, sementara Singo Edan terlihat mulai kehabisan jawaban.
Arema mencoba merespons lewat pergantian dua pemain ofensif, tetapi ruang di belakang mereka justru semakin terbuka. Menit ke-84, gelandang serang Persija melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam pojok gawang — gol ketiga yang mengunci kemenangan. VAR sempat meninjau dugaan offside dalam proses serangan, namun gol dinyatakan sah. Wasit juga mengeluarkan tiga kartu kuning di pengujung laga saat frustrasi pemain Arema memuncak.
Angka di Balik Kemenangan
Statistik akhir menegaskan dominasi tim ibu kota. Persija mencatat penguasaan bola 57 persen berbanding 43 persen, total 14 tembakan dengan 7 shots on target, sementara Arema hanya mampu melepaskan 9 tembakan dan 3 yang tepat sasaran. Macan Kemayoran juga unggul tendangan sudut 6-3, membukukan akurasi umpan 84 persen, dan hanya dua kali terjebak offside. Efisiensi di sepertiga akhir menjadi pembeda nyata: tiga gol dari tujuh tembakan tepat sasaran adalah rasio konversi yang layak diberi label klinis.
Witan Sulaeman, Pembeda Sejati
Jika ada satu nama yang pantas menyandang predikat pemain terbaik laga ini, jawabannya adalah Witan Sulaeman. Selain satu gol dan satu assist, winger lincah itu membukukan empat dribel sukses, tiga umpan kunci, dan dua peluang besar tercipta. Pergerakannya tanpa bola berulang kali menarik dua bek Arema keluar dari posisi, membuka ruang bagi rekan setimnya. Gol pembukanya pada menit ke-11 terbukti menjadi fondasi psikologis yang membuat Persija bermain lepas hingga peluit panjang.
Kami datang ke Bali dengan satu misi, pulang membawa sesuatu. Anak-anak menunjukkan karakter, disiplin taktik, dan keberanian mengambil risiko di momen-momen krusial. Peringkat ketiga bukan akhir dari segalanya, tetapi ini fondasi penting menuju kompetisi sesungguhnya, ujar pelatih Persija usai laga.
Kubu Arema FC sendiri mengakui ketajaman lawan menjadi pembeda. Gol Salim Tuharea sempat memberi harapan, tetapi dua kehilangan konsentrasi di babak kedua dibayar mahal. Singo Edan harus puas finis di peringkat keempat Piala Presiden 2026.
Bagi Persija, hasil ini menutup turnamen pramusim dengan catatan positif: empat kemenangan dari enam laga, 11 gol dicetak, dan momentum berharga jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2026/27. Dengan Witan Sulaeman menemukan sentuhan terbaiknya di waktu yang tepat, Macan Kemayoran punya alasan kuat untuk menatap musim baru dengan optimisme tinggi.
Comments (0)