Penalti Dramatis, Garuda Rebut Piala ASEAN Cup 2026 di GBK
Skor akhir 4-3 lewat adu penalti. Timnas Indonesia akhirnya menuntaskan dahaga gelar kawasan setelah menaklukkan Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jaka...
Skor akhir 4-3 lewat adu penalti. Timnas Indonesia akhirnya menuntaskan dahaga gelar kawasan setelah menaklukkan Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Laga berjalan 120 menit tanpa pemenang dengan kedudukan 1-1, sebelum drama tos-tosan memastikan Garuda mengangkat trofi di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati stadion kebanggaan nasional itu.
Begitu penalti terakhir Thailand membentur mistar gawang, seluruh bangku cadangan Indonesia meledak. Para pemain berlari sambil melepas jersey, menyambangi tribun timur tempat suporter garis keras berkalang. Euforia juara pecah di GBK.
Jalannya Laga: 120 Menit Penuh Ketegangan
Indonesia tampil agresif sejak menit awal. Pelatih menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang sama seperti semifinal. Penguasaan bola babak pertama tercatat 57 persen untuk Indonesia dengan 5 shots on target berbanding 2 milik Thailand.
Peluang emas lahir pada menit ke-23. Winger kanan Indonesia melepaskan tendangan melengkung dari sisi kanan kotak penalti, tetapi kiper Thailand masih mampu menepis bola ke tiang jauh. Enam menit berselang, giliran bek tengah Indonesia menyundul bola hasil sepak pojok, namun bola tipis di atas mistar.
Thailand membalas lewat serangan balik cepat. Menit ke-41, striker Thailand berhasil menembus garis offside dan mencetak gol, tetapi wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi pemain sudah melewati garis pertahanan terakhir.
Babak kedua tempo justru meningkat. Menit ke-58, Thailand membuka keunggulan lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Indonesia. Skor 1-0 untuk Thailand membuat GBK sempat sunyi.
Namun Garuda tak menyerah. Perubahan taktik dengan menarik satu gelandang bertahan menjadi penyerang tambahan membuahkan hasil. Menit ke-79, umpan silang terukur dari sisi kiri disambar sundulan keras di tiang dekat. Skor menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu dan Drama Adu Penalti
Dua babak tambahan berjalan alot. Statistik mencatat Indonesia melepaskan 14 total shots dengan 7 on target, sementara Thailand menorehkan 9 tembakan dan 4 tepat sasaran. Penguasaan bola akhir menjadi 54 persen untuk Indonesia. Kartu kuning dikeluarkan kepada tiga pemain Thailand dan dua pemain Indonesia sepanjang laga.
Menit ke-113, Indonesia nyaris mencetak gol kemenangan lewat tendangan voli gelandang tengahnya, tetapi bola membentur tiang dalam. Peluang terakhir di menit ke-119 juga gagal dimanfaatkan setelah pergerakan penyerang Indonesia terjebak offside.
Adu penalti berjalan dramatis. Indonesia sempat tertinggal setelah eksekutor pertama gagal, namun kiper Indonesia menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial. Eksekutor terakhir Garuda melaksanakan tugasnya dengan tenang, menutup adu penalti dengan 4-3.
Reaksi dan Makna Gelar
"Anak-anak bermain dengan hati. Kami tahu ini bukan pertandingan mudah, tapi kerja keras selama dua tahun terbayar," ujar pelatih Timnas Indonesia usai pertandingan.
Kapten Timnas Indonesia menambahkan bahwa kemenangan ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat. "Trofi ini untuk semua suporter yang datang dan yang menonton dari rumah," ucapnya.
Dengan hasil ini, Indonesia mencatatkan clean sheet dalam adu penalti dan menambah koleksi gelar ASEAN Cup menjadi dua kali. Perjalanan turnamen Garuda sepanjang 2026 mencatat 5 kemenangan, 1 imbang, dan 0 kekalahan dengan total 12 gol serta hanya kebobolan 3 kali.
Gelar ini sekaligus mengakhiri penantian panjang timnas senior atas trofi kawasan. Bagi para pemain, malam di GBK menjadi momen tak terlupakan ketika mereka berlari menembus kerumunan, merayakan euforia juara bersama lautan suporter yang tak henti bernyanyi.
Comments (0)