Pekanbaru — PSR dan IKSS Gelar Silaturahmi Akbar, Deklarasikan Perang Melawan Narkoba

PEKANBARU, Beritainti.com — Persatuan Sumbagsel Riau (PSR) bersama Ikatan Keluarga Sumatera Selatan (IKSS) kembali menggelar Silaturahmi Akbar di Hotel Fur

Aug 08, 2026 - 08:55
0 0
Pekanbaru — PSR dan IKSS Gelar Silaturahmi Akbar, Deklarasikan Perang Melawan Narkoba

PEKANBARU, Beritainti.com — Persatuan Sumbagsel Riau (PSR) bersama Ikatan Keluarga Sumatera Selatan (IKSS) kembali menggelar Silaturahmi Akbar di Hotel Furaya, Pekanbaru, Minggu (17/5/2026). Ratusan perantau asal Sumatera Bagian Selatan yang menetap di berbagai kabupaten dan kota di Riau berkumpul dalam satu forum kekeluargaan, sekaligus menegaskan sikap bersama untuk berperang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai jalannya acara. Para peserta yang datang dari berbagai latar belakang profesi — mulai dari pedagang, petani, pegawai, hingga generasi muda — tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Silaturahmi Akbar ini menjadi momen rutin yang dinanti, karena menjadi ruang bertemu, bertukar kabar, dan memperkuat kembali ikatan emosional sesama perantau yang merantau jauh dari kampung halaman.

Dalam sambutannya, jajaran pengurus PSR dan IKSS menekankan bahwa kekuatan organisasi paguyuban tidak hanya terletak pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada kepedulian sosial terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satu persoalan yang disorot tajam adalah ancaman narkoba yang dinilai semakin meresahkan, khususnya bagi generasi muda.

Merawat Identitas dan Solidaritas Perantau Sumbagsel

Keberadaan warga Sumbagsel di Riau bukanlah fenomena baru. Sejak puluhan tahun lalu, gelombang perantau dari Sumatera Selatan dan wilayah Sumbagsel lainnya datang ke Riau untuk mengadu nasib, terutama di sektor perdagangan, perkebunan, dan jasa. Seiring waktu, komunitas ini tumbuh besar dan membutuhkan wadah organisasi yang mampu menjaga solidaritas sekaligus memberi manfaat nyata bagi anggotanya.

Silaturahmi Akbar menjadi instrumen konsolidasi yang efektif. Di forum semacam ini, pengurus tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga membahas berbagai program sosial, mulai dari santunan, pendidikan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga perantau. Semangat "sepi ing pamrih, rame ing gawe" — bersama-sama bekerja nyata tanpa pamrih — menjadi nilai yang terus dihidupkan dalam setiap pertemuan.

Deklarasi Perang Melawan Narkoba

Poin paling menonjol dari Silaturahmi Akbar kali ini adalah penegasan komitmen melawan narkoba. PSR dan IKSS secara resmi menyatakan sikap untuk menjadi bagian dari garda terdepan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan komunitas perantau. Komitmen ini sejalan dengan agenda nasional P4GN — Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba — yang digalakkan pemerintah.

Sejumlah pegiat antinarkoba menilai, pelibatan organisasi kemasyarakatan berbasis kedaerahan seperti PSR dan IKSS merupakan strategi yang tepat. Organisasi paguyuban memiliki jaringan hingga tingkat keluarga dan rukun tetangga, sehingga pesan-pesan pencegahan dapat menjangkau akar rumput secara lebih personal dan dipercaya. Pendekatan kekeluargaan dinilai lebih efektif dibanding sekadar penyuluhan formal.

Riau di Jalur Strategis Peredaran Narkoba

Ketegasan sikap PSR dan IKSS bukan tanpa alasan. Secara geografis, Riau berada di posisi strategis sekaligus rawan. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka, jalur pelayaran tersibuk di dunia yang kerap dimanfaatkan jaringan sindikat internasional untuk menyelundupkan narkoba dari Malaysia. Berdasarkan pola yang kerap diungkap aparat dalam beberapa tahun terakhir, peredaran narkoba di Riau memiliki karakteristik sebagai berikut:

Jenis NarkobaJalur Masuk DominanModus Umum
SabuPesisir Selat Malaka (Dumai, Bengkalis, Meranti)Penyelundupan lintas laut menggunakan kapal kecil
GanjaJalur darat Sumatera (Aceh–Sumut–Riau)Pengiriman paket dan bus antarprovinsi
EkstasiBatam–Tanjung Balai–PekanbaruJaringan peredaran di tempat hiburan

Barang bukti yang disita aparat dalam berbagai pengungkapan besar di Riau kerap mencapai puluhan hingga ratusan kilogram dalam sekali operasi. Sementara di tingkat nasional, survei BNN memperkirakan jumlah penyalah guna narkoba mencapai lebih dari 3 juta jiwa. Angka ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

Dari Seremonial Menuju Aksi Nyata

Agar deklarasi tidak berhenti di atas kertas, PSR dan IKSS merumuskan sejumlah langkah lanjutan. Di antaranya pembentukan kader antinarkoba di lingkungan komunitas, penyuluhan rutin bagi keluarga dan remaja perantau, serta penjajakan kerja sama dengan BNNP Riau dan kepolisian daerah. Para pengurus juga berkomitmen membuka pintu bagi anggota atau keluarga anggota yang membutuhkan pendampingan rehabilitasi.

Silaturahmi Akbar yang berlangsung di Hotel Furaya itu akhirnya ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Lebih dari sekadar ajang temu kangen, pertemuan ini menegaskan satu pesan: perantau Sumbagsel di Riau bersatu, bukan hanya untuk merawat kekeluargaan, tetapi juga untuk ikut menjaga masa depan generasi muda dari jeratan narkoba.

[SOCIAL_TWEET]: PSR & IKSS gelar Silaturahmi Akbar di Hotel Furaya Pekanbaru, satukan ratusan perantau Sumbagsel sekaligus deklarasikan perang melawan narkoba. #Pekanbaru #PerangMelawanNarkoba #Sumbagsel [SOCIAL_TG]: 📍 Pekanbaru — PSR & IKSS gelar Silaturahmi Akbar di Hotel Furaya, Minggu (17/5/2026). Selain mempererat kekeluargaan perantau Sumbagsel, forum ini mendeklarasikan perang melawan narkoba, lengkap dengan rencana kader antinarkoba dan sinergi bersama BNNP Riau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User