Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Lewat Investasi ETF Emas
Beritainti.com, Jakarta – PT Pegadaian resmi bergabung menjadi Pemegang Rekening di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah keduanya meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Main Hall Bu
Beritainti.com, Jakarta – PT Pegadaian resmi bergabung menjadi Pemegang Rekening di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah keduanya meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, hari ini. Kolaborasi ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, serta menjadi pintu masuk bagi penerapan Electronic Gold Receipt (EGR) serta Exchange Traded Fund (ETF) Emas yang ditargetkan meluncur pada semester II 2026.
Langkah ini tidak sekadar administrasi keanggotaan, tetapi menandai babak baru integrasi emas ke dalam infrastruktur pasar modal nasional. Sebagai Pemegang Rekening KSEI, Pegadaian akan mampu menerbitkan EGR sebagai bukti kepemilikan emas digital yang tercatat secara sah, aman, dan transparan. Instrumen tersebut kelak menjadi aset dasar bagi ETF Emas sehingga investor dapat memiliki portofolio emas tanpa perlu menyimpan fisiknya.
EGR: Jembatan Digital dari Gudang ke Bursa
Konsep Electronic Gold Receipt membawa revolusi pada kepemilikan emas di Indonesia. Dengan resi elektronik, emas batangan yang selama ini tersimpan di brankas Pegadaian dapat direpresentasikan dalam unit-unit kecil yang bisa dipindahtangankan melalui sistem KSEI layaknya efek. Ini menjamin likuiditas, kepastian hukum, serta memangkas biaya penyimpanan dan asuransi yang biasa memberatkan investor ritel.
Dari sisi pengawasan, seluruh transaksi EGR terekam di dalam sistem KSEI dan terhubung dengan ekosistem perdagangan Bursa Efek Indonesia sehingga tercipta perlindungan ganda bagi investor. Bagi Pegadaian, model ini membuka kanal baru untuk memobilisasi stok emas yang selama ini dikelola melalui produk Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas.
Menuju ETF Emas Inklusif
Kemitraan ini merupakan prasyarat mutlak bagi penerbitan ETF Emas di bursa. Dengan menggabungkan fleksibilitas EGR dan efisiensi reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif, ETF Emas akan menjadi instrumen yang murah, mudah diperdagangkan, dan cocok untuk investor pemula. Pengelola ETF cukup menunjuk Pegadaian sebagai kustodian penyimpan emas fisik dan menggunakan EGR sebagai bukti kepemilikan, sementara investor bisa membeli satuan penyertaan ETF Emas di pasar sekunder layaknya saham.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan cetak biru pendalaman pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan yang mendorong produk berbasis komoditas sebagai alternatif diversifikasi. Dengan target semester II 2026, kedua pihak berkomitmen menyelesaikan seluruh infrastruktur teknis dan regulasi agar ETF Emas dapat menjadi jangkar baru bagi pertumbuhan investor domestik sekaligus menarik minat investor global terhadap emas Indonesia yang dikenal berkualitas tinggi.
Lebih dari sekadar inovasi produk, langkah ini mempertegas posisi Pegadaian sebagai jembatan antara ekonomi emas di masyarakat dan pasar keuangan modern, sekaligus mengukuhkan peran KSEI sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian sentral yang adaptif terhadap perkembangan instrumen berbasis komoditas. Ke depan, ekosistem emas Indonesia diproyeksikan semakin inklusif, terukur, dan siap bersaing di kancah internasional.
Comments (0)