PB Percasi 2026-2030 Resmi Dilantik, Siap Kejar Prestasi Dunia
Jakarta — Kepengurusan baru Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) masa bakti 2026–2030 secara resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Hotel Mulia, Senin (27/7). Acara p...
Jakarta — Kepengurusan baru Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) masa bakti 2026–2030 secara resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Hotel Mulia, Senin (27/7). Acara pelantikan yang dihadiri oleh perwakilan pengurus provinsi, atlet, pelatih, serta stakeholder olahraga nasional ini menandai dimulainya babak baru organisasi catur Tanah Air.
Suasana khidmat menyelimuti ruangan utama hotel saat para pengurus mengucapkan sumpah jabatan. Dipimpin langsung oleh pejabat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, prosesi berjalan lancar dan penuh optimisme. Sebanyak 47 pengurus inti dilantik, terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, sekretaris jenderal, bendahara, serta jajaran ketua bidang yang akan mengawal program strategis Percasi hingga lima tahun ke depan.
Komposisi Pengurus: Kolaborasi Profesional dan Legenda Catur
Nama-nama yang mengisi struktur baru PB Percasi mencerminkan perpaduan antara tokoh profesional, mantan atlet nasional, dan birokrat olahraga berpengalaman. Jabatan Ketua Umum dipercayakan kepada Ir. Hendra Gunawan, M.Sc., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi periode lalu. Hendra bukan sosok asing di dunia catur; ia merupakan mantan pecatur nasional dengan rating tertinggi 2423 ELO pada era 1990-an dan kini aktif sebagai pengusaha di sektor teknologi finansial.
Posisi Sekretaris Jenderal diemban oleh Dewi Sartika, S.H., yang dikenal sebagai advokat olahraga dengan rekam jejak menangani sengketa kepengurusan federasi. Sementara itu, sebagai Bendahara Umum, ditunjuk Rizky Pratama, seorang akuntan publik yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan di salah satu BUMN. Untuk komposisi bidang teknis, posisi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi diisi oleh Grandmaster (GM) Susanto Megaranto, yang baru menyatakan pensiun dari kompetisi profesional dan siap mencurahkan waktunya untuk mencetak generasi penerus. GM Susanto menjadi andalan karena pengalamannya bertanding di lebih dari 15 negara selama kariernya.
Visi Emas: Dari ASEAN Hingga Olimpiade Catur
Dalam pidato perdananya, Ketua Umum Hendra Gunawan memaparkan peta jalan ambisius bertajuk “Checkmate 2030”. Dokumen tersebut menargetkan Indonesia menembus peringkat 20 besar dunia federasi catur internasional (FIDE) pada akhir masa bakti, naik dari posisi 37 saat ini. Pidato itu mendapat sambutan meriah dari hadirin. “Kami tidak ingin sekadar berpartisipasi, tapi berbicara banyak di level Asia dan dunia. Kita akan perkuat pembinaan usia dini, digitalisasi pelatihan, dan pengiriman atlet ke turnamen bergengsi secara lebih agresif,” tegasnya.
Salah satu program unggulan adalah pembentukan 34 pusat latihan daerah (puslatda) berbasis teknologi dalam dua tahun pertama. Setiap puslatda akan dilengkapi dengan perangkat analisis permainan berbasis kecerdasan buatan (AI), serupa yang digunakan oleh tim nasional elite seperti Rusia dan India. Investasi ini disokong oleh kemitraan dengan perusahaan teknologi yang telah meneken nota kesepahaman tepat sebelum pelantikan. Selain itu, PB Percasi berencana menghidupkan kembali Liga Catur Indonesia yang sempat vakum, dengan format baru yang mengakomodasi klub-klub amatir dan pelajar.
Bidang lainnya yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas wasit dan pelatih. Target ambisius: 500 pelatih bersertifikat FIDE hingga akhir 2028. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 120 pelatih dengan lisensi internasional, angka yang dinilai terlalu kecil untuk negara sebesar Indonesia. Untuk mendukung target tersebut, kerja sama dengan universitas-universitas olahraga dan FIDE Academy akan segera direalisasikan.
Tanggapan Publik dan Harapan ke Depan
Komunitas catur nasional menyambut baik susunan pengurus baru ini. Sejumlah pecatur senior yang hadir, termasuk IM Irene Kharisma Sukandar, menyatakan keyakinannya bahwa kombinasi pengalaman teknis GM Susanto dan jaringan profesional Ketua Umum dapat mendorong prestasi lebih tinggi. “Saya lihat ini tim yang solid. Ada orang bisnis, hukum, dan teknis. Asalkan bisa bersinergi, bukan mustahil kita bisa cetak grandmaster baru dalam dua tahun,” ujar Irene di sela acara.
Acara pelantikan juga diramaikan dengan sesi ramah tamah dan pertandingan eksibisi kilat antara pengurus baru melawan atlet pelatnas. Pertandingan itu menjadi simbol bahwa para pengurus siap turun tangan langsung, bukan hanya duduk di belakang meja. Skor akhir eksibisi: 3,5–2,5 untuk kemenangan pengurus dalam format catur cepat 10 menit, menambah semarak suasana.
Dengan struktur baru yang lebih ramping namun fungsional, PB Percasi 2026–2030 memikul harapan besar dari publik. Panggung internasional terdekat yang menanti adalah Asian Games 2027 dan Olimpiade Catur 2028. Keberhasilan pelantikan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menjawab tantangan tersebut. “Kami akan bekerja mulai malam ini juga,” pungkas Hendra Gunawan, menutup acara yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu.
Comments (0)