Torino Vs AC Milan: Drama Lima Gol di Stadio Olimpico Grande Torino

Skor akhir Torino 2-3 AC Milan menutup pekan kedua Serie A dengan drama penuh di Stadio Olimpico Grande Torino. Gol kemenangan tim tamu lahir di menit ke-88 melalui sundulan Alvaro Morata yang memanfa...

Aug 24, 2026 - 22:05
0 0
Torino Vs AC Milan: Drama Lima Gol di Stadio Olimpico Grande Torino

Skor akhir Torino 2-3 AC Milan menutup pekan kedua Serie A dengan drama penuh di Stadio Olimpico Grande Torino. Gol kemenangan tim tamu lahir di menit ke-88 melalui sundulan Alvaro Morata yang memanfaatkan assist Christian Pulisic, hanya tujuh menit setelah tuan rumah yang bermain dengan sepuluh pemain sempat menyamakan kedudukan. Lima gol, satu kartu merah, dua keputusan VAR, dan tensi yang tidak pernah surut sejak peluit pertama, duel ini layak disebut sebagai pertandingan terbaik akhir pekan ini.

Torino membuka laga dengan formasi 3-5-2, menempatkan Duvan Zapata dan Che Adams di lini depan serta Samuele Ricci sebagai pengatur ritme di lini tengah. Di sisi lain, AC Milan turun dengan starting XI 4-2-3-1: Mike Maignan di bawah mistar, Rafael Leao dan Christian Pulisic menghuni sisi sayap, Tijjani Reijnders sebagai playmaker, dan Alvaro Morata sebagai ujung tombak tunggal.

Babak Pertama: Gol Cepat Reijnders dan Gol Balasan Adams

Menit ke-8, tuan rumah hampir unggul lebih dulu. Zapata melepaskan tendangan voli dari sudut sempit, namun Mike Maignan menepis bola dengan sekali gerakan. Satu menit berselang, giliran Adams yang menguji Maignan lewat tembakan jarak jauh, bola masih melayang tipis di atas mistar.

Menit ke-19, AC Milan membuka skor. Reijnders memotong umpan Ricci di tengah lapangan, lalu membangun serangan balik kilat bersama Leao. Bola dikembalikan ke Reijnders yang menyelesaikannya dengan tembakan mendatar ke tiang jauh: 0-1 untuk Milan. Itu gol pertama Reijnders musim ini dan assist kedua Leao dalam dua laga.

Menit ke-23, Pulisic melepaskan tendangan first-time dari tepi kotak penalti, tetapi kiper Torino, Vanja Milinkovic-Savic, masih sigap menepisnya. Drama datang di menit ke-38: Adams mencetak gol, namun VAR menganulirnya setelah terdeteksi posisi offside setengah badan di awal build-up. Keputusan offside ini sempat memicu protes keras pemain tuan rumah.

Namun pelajaran tidak berhenti di situ. Menit ke-45+2, Ricci mengirim umpan terobosan presisi ke kotak penalti dan Adams menyelesaikannya dengan sentuhan pertama: 1-1. Babak pertama ditutup dengan Milan unggul penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, serta shots on target 3-2 untuk tim tamu.

Babak Kedua: Leao Gila, Kartu Merah, dan Comeback yang Gagal

Menit ke-56, Milan kembali memimpin. Theo Hernandez naik dari sisi kiri dan melepaskan umpan silang datar; Leao menuntaskannya dengan tembakan satu sentuhan yang menembus kaki Milinkovic-Savic: 1-2. Leao nyaris mencetak hat-trick di menit ke-63, namun bola sepakannya membentur tiang setelah melewati kiper.

Intensitas pertandingan naik drastis. Menit ke-67, Youssouf Fofana diganjar kartu kuning setelah menjatuhkan Ricci di tengah lapangan. Menit ke-71, giliran Theo yang menerima kartu kuning akibat protes berlebihan. Titik balik terjadi di menit ke-74: Sebastian Walukiewicz menerima kartu kuning kedua setelah menahan Leao yang lolos dari jebakan offside, kartu merah membuat Torino bermain dengan sepuluh pemain untuk sisa enam belas menit.

Alih-alih menyerah, tuan rumah justru menemukan semangat ekstra. Menit ke-81, Adams mengirim umpan silang dari sisi kanan dan Zapata menyundul bola ke pojok gawang: 2-2. Stadio Olimpico Grande Torino bergemuruh. Namun kegembiraan itu hanya bertahan tujuh menit. Menit ke-88, Pulisic mengirim umpan lambung terukur dan Morata menanduk bola dari jarak enam meter: 2-3. Peluit panjang berbunyi, Milan membawa pulang tiga poin penuh.

Analisis Taktik dan Data Pertandingan

Dari sisi data, Milan unggul tipis di hampir semua indikator. Penguasaan bola akhir 57 persen berbanding 43 persen, sementara shots on target mencatat 5-4 untuk Milan dari total 14 tembakan lawan 11. Umpan sukses Milan mencapai 512 berbanding 398 milik Torino, dengan akurasi umpan tim tamu menyentuh 87 persen.

Secara taktik, Torino dengan 3-5-2 bermain agresif di sektor sayap dan memanfaatkan wing-back sebagai sumber crossing utama, terbukti dari dua gol yang lahir dari umpan silang. Namun hilangnya satu pemain di menit ke-74 membuat struktur bertahan mereka rapuh, dan Milan yang justru bermain lebih tenang dengan 4-2-3-1 memanfaatkan ruang di sisi kiri pertahanan tuan rumah. Gol kemenangan Morata lahir tepat dari pola itu: crossing dari kanan dan penyerang tengah bebas di jantung pertahanan.

Catatan lain: harapan clean sheet Milan sirna setelah Zapata menyamakan kedudukan, dan dua gol balasan Torino menandai kebobolan pertama Maignan musim ini. Di sisi tuan rumah, duel kartu yang berujung merah bagi Walukiewicz menjadi pelajaran pahit soal manajemen emosi di laga sebesar ini.

Reaksi Pelatih dan Dampak Klasemen

Kami menunjukkan karakter luar biasa, tetapi menit ke-74 mengubah segalanya. Kartu merah menghancurkan rencana kami. Tetap, saya bangga dengan cara tim bereaksi setelah tertinggal dua kali, kata pelatih Torino usai laga.
Kemenangan ini terasa berat, dan itu yang membuatnya lebih manis. Lawan yang bermain dengan sepuluh pemain justru bermain lebih berani. Kami harus belajar menutup pertandingan dengan lebih tenang, ujar pelatih Milan.

Hasil ini membawa Milan ke puncak klasemen sementara dengan enam poin dari dua laga, sementara Torino tertahan di papan tengah dengan satu poin. Pekan depan, Milan menjamu rival sekota Inter dalam derby sarat gengsi, sedangkan Torino bertandang ke markas Bologna, dua ujian yang akan mengukur sejauh mana konsistensi kedua tim musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User