Pakar Tegaskan Teknologi HAARP Mustahil Picu Erupsi Gunung Api

Gelombang narasi konspirasi kembali membanjiri lini masa media sosial menyusul peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api Indonesia. Teori yang

Sep 09, 2026 - 18:54
0 1
Pakar Tegaskan Teknologi HAARP Mustahil Picu Erupsi Gunung Api

Gelombang narasi konspirasi kembali membanjiri lini masa media sosial menyusul peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api Indonesia. Teori yang kerap berulang tersebut menuduh fasilitas riset High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) sebagai dalang di balik erupsi dan gempa bumi. Menanggapi fenomena misinformasi ini, kalangan ilmuwan kebumian dan vulkanologi secara tegas membantah keterkaitan antara pemancar gelombang radio atmosfer tersebut dengan dinamika magma di perut bumi.

Memahami Fungsi Sebenarnya Fasilitas HAARP

HAARP merupakan fasilitas penelitian ilmiah yang berbasis di Gakona, Alaska, dan dioperasikan oleh University of Alaska Fairbanks. Tujuan utama fasilitas ini adalah mempelajari lapisan ionosfer—bagian teratas atmosfer bumi yang berada pada ketinggian 60 hingga 500 kilometer di atas permukaan laut. Fasilitas ini memanfaatkan instrumen Ionospheric Research Instrument (IRI), sebuah pemancar radio frekuensi tinggi berkekuatan tinggi untuk mengamati interaksi plasma dan gelombang radio demi kepentingan komunikasi serta navigasi satelit.

Klaim bahwa HAARP mampu menembus kerak bumi hingga kedalaman puluhan kilometer adalah bentuk kesalahpahaman fatal terhadap hukum fisika dasar. Gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi yang dipancarkan ke arah ionosfer akan diserap atau dipantulkan kembali ke luar angkasa, bukan dihujamkan ke lapisan mantel bumi untuk memanaskan batuan cair.

"Secara prinsip fisika dan geofisika, erupsi gunung api adalah pelepasan energi endogen yang murni berasal dari dinamika lempeng tektonik dan akumulasi tekanan magma di dalam litosfer. Menghubungkan gelombang radio atmosferik HAARP dengan pergerakan magma ribuan kilometer di bawah tanah adalah klaim tanpa dasar ilmiah," tegas pakar geofisika dalam keterangannya.

Mekanisme Vulkanisme: Energi Murni dari Perut Bumi

Indonesia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), zona pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia: Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Fenomena vulkanisme di Tanah Air terjadi melalui proses geologis yang telah berlangsung jutaan tahun, bukan akibat rekayasa teknologi buatan manusia.

Beberapa poin kunci yang membuktikan kemustahilan peran HAARP dalam aktivitas vulkanik meliputi:

  • Skala Energi yang Tak Sebanding: Energi yang dilepaskan saat erupsi gunung api berskala besar setara dengan ribuan megaton TNT, jauh melampaui kapasitas daya transmisi HAARP yang hanya berkisar beberapa megawatt.
  • Sifat Gelombang Radio: Gelombang radio berfrekuensi tinggi (HF) cepat teratenuasi dan melemah saat bersentuhan dengan medium padat seperti batuan basal atau lapisan kerak bumi.
  • Zona Subduksi Alami: Aktivitas magma dipicu oleh pelelehan batuan akibat gesekan lempeng tektonik dan desakan gas volatil dari kedalaman 10 hingga 100 kilometer.

Bahaya Narasi Konspirasi dalam Mitigasi Kebencanaan

Penyebaran hoaks mengenai senjata pengubah cuaca atau pemicu bencana tidak hanya mengaburkan pemahaman sains publik, tetapi juga berisiko menurunkan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan bencana. Ketika masyarakat meyakini erupsi adalah hasil sabotase pihak luar, fokus terhadap kepatuhan jalur evakuasi, radius bahaya yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemantauan seismik berbasis sains dapat terabaikan.

Pemerintah dan institusi sains terus mengimbau publik untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi dan memfilter informasi dengan logika ilmiah sebelum membagikan narasi yang berpotensi memicu kepanikan massal.

Pakar geofisika menegaskan keterkaitan HAARP dengan aktivitas vulkanik di Indonesia tidak memiliki dasar ilmiah. Poin Penting: • HAARP meneliti ionosfer atmosfer atas, bukan mantel atau magma bumi. • Energi erupsi vulkanik bersumber dari subduksi lempeng tektonik alami di Ring of Fire. • Daya transmisi radio frekuensi tinggi mustahil menembus puluhan kilometer kerak bumi padat. Hindari termakan hoaks konspirasi dan selalu pantau peringatan resmi PVMBG.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User