Osula vs Frimpong: Drama Newcastle-Liverpool di St James' Park

Skor akhir 2-2. Newcastle United dan Liverpool berbagi poin dalam laga panas Liga Inggris 2025/2026 di St James' Park, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Pertandingan bertensi tinggi ini menyajikan sala...

Aug 24, 2026 - 20:05
0 0
Osula vs Frimpong: Drama Newcastle-Liverpool di St James' Park

Skor akhir 2-2. Newcastle United dan Liverpool berbagi poin dalam laga panas Liga Inggris 2025/2026 di St James' Park, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Pertandingan bertensi tinggi ini menyajikan salah satu duel individu paling seru musim ini: William Osula melawan Jeremie Frimpong. Momen yang diabadikan fotografer AP, Ian Hodgson, saat bek sayap Liverpool itu mengadang laju penyerang Newcastle, menjadi simbol ketatnya laga yang berakhir dengan enam kartu kuning dan satu kartu merah. Tidak ada hat-trick maupun clean sheet malam itu, tetapi pertandingan ini menyuguhkan drama yang cukup untuk satu musim.

Angka-angka menggambarkan pertandingan yang seimbang. Penguasaan bola Newcastle hanya 47 persen berbanding 53 persen milik Liverpool, tetapi shots on target kedua tim nyaris berimbang, 5 berbanding 6. Total tembakan tuan rumah 15, sedangkan tamu 14. Pelanggaran tercatat 17 untuk Newcastle dan 14 untuk Liverpool, bukti duel fisik yang luar biasa ketat sejak menit pertama.

Babak Pertama: Frimpong Menahan Nafas Newcastle

Eddie Howe menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, mengandalkan Anthony Gordon dan Jacob Murphy di sisi sayap untuk menemani Osula di lini depan. Arne Slot merespons dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Frimpong sebagai bek kanan dengan tugas khusus menjaga jalur serangan sayap kiri Newcastle yang menjadi senjata utama tuan rumah.

Menit ke-12, Liverpool membuka keunggulan. Mac Allister melepaskan umpan terobosan di belakang bek kiri Newcastle, dan Mohamed Salah yang lolos dari jebakan offside menuntaskannya dengan tendangan first-time ke tiang jauh. Skor berubah 0-1. Assist tercatat untuk Mac Allister.

Menit ke-23, datang momen yang menjadi foto ikonik laga ini. Osula menerima umpan terobosan Tonali dan berlari mengejar bola di sisi kiri kotak penalti. Frimpong, yang dikenal dengan kecepatan sprint luar biasa, menempel ketat lalu melakukan blok sempurna dengan sliding tackle tepat saat Osula hendak melepaskan tembakan. Bola memantul keluar lapangan, wasit meniup peluit untuk tendangan gawang. Tidak ada pelanggaran, murni duel fisik yang dimenangkan pemain asal Belanda itu.

Newcastle tidak tinggal diam. Menit ke-31, Gordon menyambar bola muntah hasil tembakan Osula yang ditepis Alisson. Assist untuk Tonali, skor menjadi 1-1. Gol tersebut membuat St James' Park bergemuruh, dan momentum kembali ke tangan tuan rumah menjelang turun minum.

Osula vs Frimpong: Pertarungan Satu Lawan Satu

Duel antara Osula dan Frimpong menjadi cerita utama laga ini. Frimpong memenangkan 8 dari 11 duel, mencatatkan 4 tekel sukses, 3 intersep, dan 2 sapuan penting. Kecepatan puncaknya terukur 35,4 kilometer per jam, tertinggi di lapangan. Sementara itu, Osula tidak menyerah: ia melepaskan 3 tembakan dengan 2 on target, satu di antaranya nyaris menjadi gol pada menit ke-49.

Menit ke-49, peluang emas Newcastle. Osula untuk pertama kalinya berhasil melewati Frimpong dengan gerakan tipuan ke dalam, lalu melepaskan voli dari sudut sempit. Alisson bereaksi cepat dan menepis bola ke tiang gawang. Tepukan itu menjadi penyelamatan ketiganya malam itu, sekaligus memastikan skor tetap 1-1.

“Kami tahu Frimpong adalah salah satu bek tercepat di liga, tetapi Osula membuatnya bekerja keras malam ini. Itu duel yang layak ditonton,” ujar Eddie Howe seusai laga.

Babak Kedua: Drama VAR dan Kartu Merah

Menit ke-58, Liverpool kembali memimpin. Salah menusuk dari sayap kanan dan memberikan assist kepada Gravenberch yang maju tanpa kawalan dari lini kedua. Tendangan mendatar dari luar kotak penalti bersarang tepat di pojok gawang. Skor menjadi 1-2.

Menit ke-74, Newcastle menyamakan lewat skema bola mati. Trippier mengirim umpan corner akurat ke tiang dekat, dan Guimarães melompat lebih tinggi dari Van Dijk untuk menyundul bola masuk. Assist untuk Trippier, skor 2-2. Ini gol kelima Guimarães melalui sundulan sepanjang kariernya di Liga Inggris.

Menit ke-83, drama VAR. Liverpool sempat merayakan gol ketiga setelah sundulan Van Dijk menembus gawang Dubravka, tetapi wasit bergegas menuju monitor. Replay memperlihatkan Szoboszlai berdiri dalam posisi offside di jalur bola sebelum sundulan dilepaskan. Hasil akhir peninjauan: gol dianulir. St James' Park berpesta, bangku cadangan Liverpool protes keras, dan Szoboszlai diganjar kartu kuning.

Menit ke-88, pertandingan memanas. Joelinton menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras terhadap Gravenberch, dan wasit mengeluarkan kartu merah. Newcastle harus bermain dengan sepuluh pemain pada lima menit terakhir plus injury time.

Walau unggul jumlah pemain, Liverpool gagal memanfaatkan situasi. Menit ke-90+3, Frimpong naik membantu serangan dan nyaris menjadi pahlawan, tetapi tembakan jarak jauhnya melambung tipis di atas mistar. Kartu kuning tambahan untuk Konaté, Guimarães, dan Gordon menyusul di injury time. Total enam kartu kuning dan satu kartu merah menutup laga yang berjalan tanpa kompromi.

Analisis: Poin yang Adil untuk Kedua Tim

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-2 bertahan. Hasil ini terasa adil mengingat keseimbangan statistik: Newcastle unggul dalam peluang dari permainan terbuka, sedangkan Liverpool lebih efisien dalam transisi. Tekanan sepuluh pemain Newcastle di menit akhir justru menjadi bukti kedalaman mentalitas tuan rumah.

“Kami kecewa tidak membawa pulang tiga poin, tetapi bermain melawan sepuluh pemain di kandang sendiri bukan perkara mudah. Saya tidak bisa menuntut lebih dari para pemain,” kata Arne Slot.

Bagi Howe, satu poin melawan tim sekelas Liverpool adalah modal berharga untuk laga tandang berikutnya. “Kami akan membawa semangat laga ini ke pertandingan selanjutnya. Para pemain menunjukkan karakter,” tambahnya.

Untuk Osula, laga ini menjadi pelajaran berharga dalam duel melawan bek kelas dunia. Untuk Frimpong, performa solidnya menjadi modal berharga. Hingga akhir musim, pertarungan individu di sayap kiri St James' Park itu akan terus dikenang sebagai salah satu duel satu lawan satu terbaik musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User