OJK Sebut IHSG Masih Tangguh Meski Global Gonjang-Ganjing
Kondisi perekonomian global yang dipenuhi ketidakpastian diakui memberikan tekanan signifikan terhadap pergerakan pasar modal dalam negeri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa dinamika ekst
Kondisi perekonomian global yang dipenuhi ketidakpastian diakui memberikan tekanan signifikan terhadap pergerakan pasar modal dalam negeri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa dinamika eksternal saat ini turut memengaruhi merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sempat menyentuh level psikologis di bawah 6.000 beberapa waktu lalu.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari panel perdagangan, pada penutupan sesi terbaru ini IHSG terpantau kembali melemah 1% dan parkir di level 6.158,29. Pelemahan ini memangkas pertumbuhan indeks saham yang sebelumnya mulai menunjukkan tren pemulihan. Tekanan terhadap IHSG kembali terasa sejak perdagangan kemarin dan berlanjut hingga hari ini, seiring dengan tingginya sentimen negatif pelaku pasar terhadap gejolak global.
Fundamental Domestik Dinilai Mampu Topang Pasar
Meski tekanan eksternal belum mereda, OJK menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki fundamental yang cukup kokoh untuk bertahan. Regulator menilai daya tahan yang baik ini tidak bisa dilepaskan dari struktur pasar domestik yang semakin matang. Dalam pernyataannya, OJK menyoroti beberapa indikator kunci yang menjadi bantalan di tengah guncangan global.
"Likuiditas pasar masih sangat memadai dan aktivitas transaksi harian mulai menunjukkan perbaikan. Tekanan jual dari investor asing pun masih berada dalam batas yang terkendali," jelas perwakilan otoritas dalam laporan media kami.
OJK memproyeksikan bahwa selama likuiditas tetap terjaga, ruang bagi IHSG untuk kembali rebound sangat terbuka. Selain itu, data korporasi yang dipublikasikan juga dianggap mampu menjadi katalis positif guna meredam gelombang aksi jual yang selama ini didominasi oleh sentimen sesaat. Dengan fundamental rupiah dan makroekonomi nasional yang cukup stabil, OJK optimistis pelemahan saat ini tidak akan membawa pasar ke dalam tekanan yang lebih dalam. Para investor ritel diimbau untuk tetap tenang dan mencermati peluang akumulasi di tengah valuasi saham yang kini mulai terdiskon.
Comments (0)