Nurisa Dian Ashrifah Melaju ke Perempat Final Compound Putri Asian Games

Pemanah Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, memastikan langkahnya ke babak perempat final nomor compound individu putri Asian Games Aichi-Nagoya. Capaian ini

Sep 28, 2026 - 13:37
0 2
Nurisa Dian Ashrifah Melaju ke Perempat Final Compound Putri Asian Games

Pemanah Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, memastikan langkahnya ke babak perempat final nomor compound individu putri Asian Games Aichi-Nagoya. Capaian ini menjadi salah satu hasil paling menjanjikan dari kontingen panahan Merah Putih di panggung multievent terbesar Asia tersebut. Nurisa tampil tenang sejak babak kualifikasi hingga eliminasi, menunjukkan kematangan teknik dan mental yang jarang dimiliki pemanah muda Indonesia.

Perjalanan ke perempat final bukanlah hal yang instan. Nurisa harus melewati sejumlah lawan tangguh dengan skor ketat. Pada nomor compound, margin kemenangan kerap ditentukan oleh selisih satu hingga dua poin saja. Konsistensi anak panah di lingkaran inner ten menjadi pembeda antara pemanah yang bertahan dan yang tersingkir. Di sinilah Nurisa menunjukkan kelasnya: ia mampu menjaga ritme tarikan dan pelepasan meski berada di bawah tekanan besar.

Peta Kekuatan Compound Putri Asia

Nomor compound individu putri di Asian Games dikenal sebagai salah satu sektor paling kompetitif. Negara-negara seperti Korea Selatan, India, Chinese Taipei, dan Kazakhstan secara konsisten menurunkan pemanah dengan skor rata-rata di atas 145 per 15 anak panah. Untuk bertahan di fase gugur, seorang atlet setidaknya harus membukukan total 140-an poin dengan tingkat akurasi ten ring yang tinggi.

Berikut gambaran umum tantangan di sektor ini:

  • Korea Selatan — mendominasi dengan kedalaman skuad dan sistem pelatihan nasional yang mapan.
  • India — kekuatan baru compound dengan pemanah ranking dunia.
  • Chinese Taipei — konsisten di fase gugur berkat pengalaman turnamen.
  • Indonesia — terus menanjak lewat pembinaan pelatnas dan regenerasi atlet muda.

Pencapaian Nurisa menempatkan Indonesia dalam percakapan elit panahan Asia. Jika mampu melewati perempat final, ia berpeluang menyamai atau bahkan melampaui rekor terbaik Indonesia di nomor compound individu putri pada ajang Asian Games.

Faktor Mental dan Teknik Jadi Kunci

Pelatih panahan nasional menilai bahwa keberhasilan Nurisa tidak lepas dari kesiapan mental menghadapi tekanan. Dalam nomor compound, atlet menembak 15 anak panah per pertandingan dengan waktu terbatas. Kesalahan kecil pada satu end bisa berakibat fatal.

"Nurisa punya ketenangan di atas rata-rata. Tekniknya rapi, tapi yang paling menonjol adalah cara dia mengendalikan napas dan fokus di anak panah terakhir. Itu yang membedakan dia di fase gugur," ujar pelatih timnas.

Dari sisi teknis, Nurisa tercatat menjaga konsistensi pelepasan (release) dan stabilisasi bow arm. Hal ini terlihat dari sebaran anak panah yang cenderung mengumpul di area tengah target. Statistik akurasi semacam ini menjadi indikator penting menuju babak perempat final yang menuntut presisi lebih tinggi.

Langkah Selanjutnya dan Dampak bagi Timnas

Melaju ke perempat final memberi Nurisa waktu tambahan untuk mengevaluasi performa sekaligus mempelajari calon lawannya. Tim pelatih diperkirakan akan menyiapkan strategi spesifik menghadapi pemanah peringkat atas, termasuk penyesuaian ritme tembakan dan manajemen waktu.

Pencapaian ini juga berdampak pada moral kontingen Indonesia secara keseluruhan. Cabang panahan menjadi salah satu andalan dalam misi meraih medali di Asian Games. Momentum Nurisa diharapkan menular ke nomor lain, baik compound beregu, recurve, maupun nomor campuran.

Dengan modal ketenangan, konsistensi, dan pengalaman bertanding level Asia, Nurisa Dian Ashrifah kini berada pada posisi yang kuat untuk melangkah lebih jauh. Satu pertandingan lagi menuju semifinal—dan peluang medali terbuka lebar bagi panahan Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User