Ngeri, 38 Cacing Pita Bersarang di Otak Wanita Ini usai Pulang Liburan dari India
Jakarta - Sebuah laporan dari media kami mengungkap kisah mengerikan yang dialami oleh seorang wanita asal Inggris, Lowri Denman (42). Ia didiagnosis menderita neurocysticercosis, sebuah kondisi lang
Jakarta - Sebuah laporan dari media kami mengungkap kisah mengerikan yang dialami oleh seorang wanita asal Inggris, Lowri Denman (42). Ia didiagnosis menderita neurocysticercosis, sebuah kondisi langka di mana larva cacing pita babi (Taenia solium) menginfeksi dan membentuk kista di dalam otak manusia. Yang membuat kasus ini begitu mengejutkan, tim medis menemukan setidaknya 38 parasit telah bersarang di jaringan otaknya.
Kronologi mengerikan ini bermula ketika Lowri menyadari ada yang sangat tidak beres dengan tubuhnya. Saat tengah buang air besar di toilet, ia dikejutkan oleh sesuatu yang keluar bersamaan dengan fesesnya. Setelah diamati, benda itu adalah seekor cacing pita dengan panjang mencapai satu meter. Kejadian ini sontak membuatnya panik dan segera mencari pertolongan medis.
Gejala Aneh yang Semakin Memburuk
Awalnya, para dokter menduga temuan cacing pita di saluran pencernaan adalah infeksi yang terlokalisasi di usus. Namun, dalam beberapa bulan berikutnya, Lowri mulai mengalami serangkaian gejala neurologis yang membingungkan. Ia kerap merasakan sensasi seperti ada sesuatu yang merayap di bawah kulit kepala dan wajahnya. Lebih parah lagi, ia mengalami halusinasi penciuman atau phantosmia, di mana ia secara konstan mencium bau busuk dan menyengat yang tidak ada sumbernya di dunia nyata.
"Saya merasa seperti ada yang merangkak di dalam kepala saya. Saya terus mencium bau kotoran dan sesuatu yang terbakar, padahal tidak ada apa-apa di sekitar saya," ujar Lowri dalam keterangannya yang dikutip media kami. Kondisi ini sangat mengganggu kualitas hidupnya hingga akhirnya ia menjalani pemindaian otak yang lebih mendetail.
Hasil pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) menunjukkan pemandangan yang membuat para dokter bergidik. Terdapat puluhan kista parasit yang tersebar di berbagai bagian otak Lowri. Setelah dihitung, total terdapat 38 larva cacing pita yang aktif bersarang dan menyebabkan peradangan pada jaringan otaknya.
Asal Usul Infeksi dari Liburan
Penyelidikan medis mengarah pada riwayat perjalanan Lowri. Ia diketahui baru saja pulang dari liburan panjang di India, beberapa tahun sebelum diagnosis ditegakkan. India, bersama dengan beberapa negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, merupakan daerah endemis untuk parasit Taenia solium. Para ahli menduga Lowri tanpa sengaja menelan telur cacing pita melalui makanan atau air yang terkontaminasi selama perjalanannya.
Telur yang tertelan tersebut menetas di usus, lalu larvanya menembus dinding usus dan masuk ke aliran darah. Melalui darah, larva ini dapat menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otot, mata, dan yang paling fatal, otak. Ketika larva mati, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan menyebabkan peradangan, yang justru menimbulkan gejala-gejala berat seperti kejang dan kerusakan saraf.
Kasus Lowri menjadi pengingat keras bagi para wisatawan. Neurocysticercosis adalah penyebab utama epilepsi yang dapat dicegah di negara-negara berkembang. Meskipun kini Lowri tengah menjalani perawatan intensif dengan obat antiparasit dan steroid untuk mengurangi pembengkakan otak, perjalanan pemulihannya diprediksi akan sangat panjang. Media kami akan terus memantau perkembangan kondisi langka yang mengerikan ini.
Comments (0)