Nepal Diterjang Banjir dan Longsor, 21 Tewas 5 Hilang
Kathmandu, Beritainti.com — Cuaca ekstrem kembali menghantam Nepal. Curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan t
Kathmandu, Beritainti.com — Cuaca ekstrem kembali menghantam Nepal. Curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah, menewaskan sedikitnya 21 orang dan meninggalkan 5 orang masih dinyatakan hilang. Otoritas setempat melaporkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas, mulai dari jalan penghubung antardistrik hingga permukiman warga di kawasan rawan bencana.
Selain korban jiwa, sekitar 3.000 warga terpaksa dievakuasi dari kawasan berbahaya. Proses evakuasi dilakukan tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, militer, dan lembaga penanggulangan bencana. Sebagian warga mengungsi ke gedung sekolah dan balai desa yang dijadikan posko darurat sementara.
Longsor Lumpuhkan Akses Antarwilayah
Tanah longsor dilaporkan memutus sejumlah jalur utama di distrik-distrik terdampak. Kondisi ini membuat distribusi bantuan logistik menjadi lambat dan rumit. Tim penyelamat harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi yang terisolasi.
Pemerintah Nepal menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Helikopter dikerahkan ke beberapa titik untuk menjangkau wilayah yang terputus akses darat. Warga di bantaran sungai dan lereng bukit diminta waspada terhadap potensi banjir susulan maupun longsoran baru.
"Prioritas kami adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak dan memastikan jalur distribusi bantuan segera dibuka. Kami mengimbau masyarakat menghindari area rawan longsor," ujar seorang pejabat otoritas penanggulangan bencana Nepal.
Bencana ini menjadi pengingat tragis bahwa Nepal memang berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi. Sebelumnya, peristiwa banjir besar Bhotekoshi tercatat menimbulkan korban hingga lebih dari 1.400 orang, menegaskan pola bencana yang berulang setiap musim hujan.
Wisatawan Diminta Berhati-hati
Otoritas juga mengeluarkan imbauan kepada wisatawan yang berada di kawasan pegunungan dan trekking populer. Mereka diminta memantau informasi cuaca serta mengikuti arahan pemandu lokal. Aktivitas wisata di beberapa jalur terpaksa dihentikan sementara karena risiko longsor yang tinggi.
Pengamat bencana menilai kombinasi deforestasi, perubahan tata guna lahan, dan curah hujan ekstrem memperparah dampak bencana di Nepal. Diperlukan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk perbaikan sistem drainase, penanaman kembali hutan, dan tata ruang yang lebih ketat di kawasan rawan.
Sementara itu, ribuan pengungsi masih membutuhkan bantuan berupa air bersih, makanan, obat-obatan, serta pakaian layak. Pemerintah bersama lembaga kemanusiaan terus menyalurkan bantuan sembari bersiap menghadapi kemungkinan cuaca buruk lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
Poin Kunci
- 21 orang tewas dan 5 lainnya masih hilang akibat banjir dan longsor di Nepal.
- Sekitar 3.000 warga dievakuasi dari kawasan berbahaya.
- Longsor memutus akses jalan di beberapa distrik, menghambat distribusi bantuan.
- Wisatawan di kawasan rawan diminta waspada dan mengikuti arahan otoritas.
- Bencana ini mempertegas pola risiko hidrometeorologi yang berulang di Nepal.
Comments (0)