Ndiaye Menangi Duel Melawan Wharton, Everton Tumbangkan Crystal Palace

Skor akhir 2-1. Everton keluar sebagai pemenang dalam laga pekan kedelapan Premier League saat menjamu Crystal Palace di Hill Dickinson Stadium, Liverpool, pada Minggu 5 Oktober 2025. Bintang kemenang...

Ndiaye Menangi Duel Melawan Wharton, Everton Tumbangkan Crystal Palace

Skor akhir 2-1. Everton keluar sebagai pemenang dalam laga pekan kedelapan Premier League saat menjamu Crystal Palace di Hill Dickinson Stadium, Liverpool, pada Minggu 5 Oktober 2025. Bintang kemenangan The Toffees adalah Iliman Ndiaye, yang mencetak dua gol sekaligus memenangi duel pribadi yang sengit melawan gelandang muda Inggris, Adam Wharton, di lini tengah.

Babak Pertama: Keunggulan Cepat Berkat Transisi Kilat

Everton tampil dengan formasi 4-3-3, sementara Crystal Palace datang dengan skema 3-4-2-1 yang mengandalkan Wharton sebagai pengatur ritme di depan lini belakang. Sejak menit awal, Ndiaye menjadi momok bagi pertahanan Palace berkat kecepatan dan kelincahannya di sisi kiri.

Menit ke-23, serangan balik Everton berjalan sempurna. Umpan terobosan Dwight McNeil membelah garis pertahanan Palace, dan Ndiaye yang lolos dari jebakan offside melepaskan tendangan first-time ke tiang jauh. Kiper Palace hanya bisa menyaksikan bola bersarang di gawangnya. Gol tersebut menjadi pembuka yang membuat penguasaan bola Everton naik hingga 58 persen pada 25 menit pertama.

Kartu kuning pertama keluar pada menit ke-31. Adam Wharton harus menerima hukuman setelah menjatuhkan Ndiaye yang sedang melaju kencang ke arah kotak penalti. Wasit menilai pelanggaran tersebut sebagai upaya menghentikan serangan berbahaya, dan protes pemain nomor 20 tuan rumah berlabel tim tamu itu tidak mengubah keputusan.

Palace nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-39 lewat sundulan Jean-Philippe Mateta. Namun, VAR mengintervensi dan menganulir gol tersebut karena posisi offside terlebih dahulu. Keputusan ini sempat memicu kemarahan kubu tamu, tetapi tayangan ulang memperlihatkan kaki Mateta memang sudah melewati garis pertahanan terakhir Everton.

Babak Kedua: Gol Eze dan Kemenangan di Menit Akhir

Memasuki babak kedua, Oliver Glasner melakukan penyesuaian dengan menggeser Wharton lebih tinggi untuk membantu serangan. Hasilnya terlihat pada menit ke-67 ketika Eberechi Eze menuntaskan umpan silang mendatar dari Daniel Muñoz. Eze yang bebas di kotak penalti melepaskan tembakan terarah yang gagal dijangkau kiper Everton. Skor berubah imbang 1-1, dan laga berubah menjadi pertarungan terbuka.

Everton merespons dengan cepat. Menit ke-78, lagi-lagi McNeil menjadi kreator. Umpan silangnya yang melengkung dari sisi kanan disambut sundulan Ndiaye yang meluncur deras ke pojok gawang. Gol kedua tersebut menjadi penentu kemenangan dan membuat striker Senegal itu mencatatkan brace di laga ini. Tercatat, Ndiaye melepaskan lima tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang, dua di antaranya berbuah gol.

Sisa pertandingan berjalan intens. Palace mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-85 melalui Marc Guéhi setelah pelanggaran taktis di tengah lapangan. Meski terus menekan, anak asuh Glasner gagal menciptakan peluang bersih karena lini belakang Everton yang digalang James Tarkowski tampil disiplin. Wasit meniup peluit panjang dengan kedudukan tetap 2-1.

Duel Individual: Ndiaye Ungguli Wharton di Segala Aspek

Duel antara Ndiaye dan Wharton menjadi sorotan utama laga ini. Statistik mencatat Ndiaye memenangi delapan dari sebelas duel satu lawan satu, sementara Wharton hanya unggul dalam tiga dari sembilan percobaan tekel. Wharton memang mencatatkan akurasi operan 87 persen dari 61 umpan, tetapi kebanyakan umpan tersebut bersifat horizontal dan kurang menyentuh zona berbahaya.

Ndiaye, sebaliknya, menjadi pembeda lewat pergerakan tanpa bola. Ia kerap memancing Wharton keluar dari posisi, membuka ruang bagi McNeil dan Jack Harrison untuk menusuk dari sisi lain. Hal ini juga yang membuat penguasaan bola final menjadi 54 persen untuk Everton berbanding 46 persen untuk Palace, dengan perbandingan shots on target 6-3.

Catatan Statistik dan Respons Pelatih

Angka-angka lain memperkuat dominasi tuan rumah: 15 tembakan berbanding 9, 7 corner berbanding 4, serta expected goals 1,9 berbanding 1,1. Everton juga mencatatkan 88 persen akurasi umpan berbanding 84 persen milik Palace. Satu-satunya catatan buruk tuan rumah adalah kartu kuning untuk Jarrad Branthwaite pada menit ke-58 akibat pelanggaran terhadap Mateta.

Manajer Everton, David Moyes, memuji ketenangan Ndiaye di momen krusial. Menurut Moyes, gol kedua adalah buah dari keberanian pemainnya untuk terus menekan setelah kebobolan, dan ia menilai kemenangan ini layak karena timnya lebih efisien di depan gawang.

Di sisi lain, Glasner mengakui timnya kalah dalam detail kecil. Ia menilai gol pertama Everton tercipta terlalu cepat dan timnya gagal menjaga konsentrasi saat transisi bertahan, terutama dalam mengawal pergerakan Ndiaye di sisi sayap. Kekalahan ini membuat Palace tertahan di papan tengah klasemen, sementara Everton naik dua peringkat berkat tiga poin penuh ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User