Ménard Dorong AI Jadi Fondasi Program, Pécresse Ajak Kanan-Tengah Bersatu

Menjelang pemilihan presiden Prancis 2027, panggung politik negeri itu mulai diramaikan dua isu besar sekaligus: kecerdasan buatan (AI) dan konsolidasi kek

Aug 24, 2026 - 22:44
0 0
Ménard Dorong AI Jadi Fondasi Program, Pécresse Ajak Kanan-Tengah Bersatu

Menjelang pemilihan presiden Prancis 2027, panggung politik negeri itu mulai diramaikan dua isu besar sekaligus: kecerdasan buatan (AI) dan konsolidasi kekuatan politik kanan-tengah. Robert Ménard, Wali Kota Béziers, melontarkan peringatan keras melalui kolom opini (tribune) yang menyerukan agar setiap kandidat serius menjadikan AI sebagai fondasi program presidensial mereka. Di saat bersamaan, Valérie Pécresse, mantan calon presiden dari Partai Republik (Les Républicains/LR) pada 2022, mengajak tokoh-tokoh kanan dan tengah seperti Édouard Philippe dan Bruno Retailleau untuk bergabung dalam satu gerakan bersama.

Ménard: AI Terlalu Penting untuk Diabaikan

Dalam tribune-nya, Ménard mengingatkan bahwa AI kini mengambil peran yang luar biasa besar dalam perekonomian dan masyarakat Prancis, namun tanpa disertai respons yang memadai dari para pengambil kebijakan. Ia menyayangkan kelas politik yang dinilainya belum benar-benar serius menggarap isu tersebut, padahal dampaknya telah terasa di dunia kerja, industri, pendidikan, hingga keamanan nasional.

"Tout candidat sérieux devrait faire de l'IA le socle de son programme présidentiel" — "Setiap kandidat yang serius seharusnya menjadikan AI sebagai fondasi program presidensialnya," tulis Ménard.

Bagi Ménard, keterlambatan negara merespons gelombang AI bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan ancaman terhadap kedaulatan ekonomi dan daya saing jangka panjang. Tanpa strategi nasional yang jelas, ia khawatir Eropa semakin tertinggal dari Amerika Serikat dan Tiongkok yang telah memacu investasi masif di bidang ini. Ia juga menyoroti regulasi yang dianggapnya terlalu kaku sehingga menghambat lahirnya inovasi lokal.

Pécresse Beri Apresiasi ke Philippe soal Mayotte

Sementara itu, Valérie Pécresse, yang masih menyatakan dukungannya kepada pemimpin kanan Prancis, justru memberikan nilai positif kepada mantan Perdana Menteri Édouard Philippe atas usulan kebijakannya mengenai imigrasi di Mayotte. Mayotte, wilayah seberang laut Prancis di Samudra Hindia, selama ini menjadi titik rawan arus migrasi ilegal yang membebani layanan publik setempat.

Pécresse menilai program-program partai politik kini "sedang mulai konvergen" atau menuju arah yang sama. Meski demikian, ia tetap teguh mendukung pemimpin kanan sebagai kandidat utama, sambil mendorong terbentuknya "rassemblement de la droite et du centre" — pengumpulan kekuatan politik dari sayap kanan dan tengah agar tidak saling memecah suara menjelang kontestasi 2027.

Kronologi Menuju Kontestasi 2027

  1. 2022 — Pécresse maju sebagai calon presiden dari Les Républicains, tetapi gagal melaju ke putaran kedua.
  2. 2026 — Menjelang pemilu 2027, Ménard menerbitkan tribune yang menuntut AI menjadi fondasi program presidensial setiap kandidat.
  3. 2026 — Pécresse mengapresiasi usulan Philippe soal imigrasi Mayotte dan menyerukan konsolidasi kanan-tengah.

Perbandingan Sikap Dua Tokoh

AspekRobert MénardValérie Pécresse
Isu utamaKecerdasan buatanKonsolidasi kanan-tengah
Target seruanSeluruh kandidat presidenPhilippe, Retailleau, pemimpin kanan
PrioritasKedaulatan teknologiPersatuan politik

Analisis: Dua Agenda, Satu Pertaruhan

Dua seruan ini sebenarnya berakar dari kegelisahan yang sama: kekhawatiran Prancis kehilangan posisi. Di bidang teknologi, investasi AI global diperkirakan menembus ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun terakhir, sementara Eropa kerap dianggap hanya menjadi pengawas regulasi, bukan pemain utama. Ménard menilai jika para kandidat tidak mengangkat isu ini, debat publik akan kehilangan substansi di tengah gempuran disrupsi ekonomi yang makin cepat.

Di sisi politik, seruan Pécresse lahir dari fragmentasi yang nyata. Kekuatan kanan Prancis terbagi ke dalam beberapa kubu — LR, pendukung Philippe, hingga kelompok Retailleau — sementara kubu tengah dan sayap kiri juga tengah mempersiapkan diri. Menurut pengamat politik, tanpa konsolidasi, kanan Prancis berulang kali gagal melaju ke putaran kedua sebagaimana terjadi pada 2017 dan 2022. Karena itu, ajakan "bersatu" bukan sekadar retorika, melainkan strategi elektoral yang dihitung cermat.

Persoalan Mayotte yang diangkat Pécresse juga bukan isu kecil. Dengan tekanan migrasi yang tinggi dan keterbatasan infrastruktur, kebijakan imigrasi diperkirakan menjadi salah satu medan perdebatan terpanas jelang 2027. Sementara itu, Ménard menuntut agar AI tidak tenggelam di antara isu-isu populis yang kerap mendominasi kampanye.

Pertanyaannya kini: akankah para kandidat benar-benar mendengarkan? Ménard menuntut AI menjadi agenda utama, sedangkan Pécresse menuntut persatuan. Keduanya sama-sama menyadari bahwa pemilu 2027 adalah pertaruhan besar bagi masa depan Prancis, baik dari sisi ekonomi digital maupun peta kekuatan politiknya.

[SOCIAL_TWEET]: Wali Kota Béziers Robert Ménard desak kandidat presiden Prancis jadikan AI fondasi program. Pécresse di sisi lain ajak kanan-tengah bersatu jelang 2027. #Prancis #AI #Pemilu2027[SOCIAL_TG]: 🇫🇷 Politik Prancis memanas jelang 2027! Ménard: AI wajib jadi fondasi program presiden. Pécresse: kanan-tengah harus bersatu, apresiasi usulan Philippe soal Mayotte. Simak analisisnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User