Mourinho Percepat Persiapan Real Madrid di Valdebebas Jelang Musim

Peluit panjang menutup sesi latihan Real Madrid di Stadion Alfredo di Stefano, Valdebebas, Jumat 24 Juli 2026, dan skor akhir papan skor internal menunjukkan angka 4-2 untuk tim utama. Jose Mourinho b...

Mourinho Percepat Persiapan Real Madrid di Valdebebas Jelang Musim

Peluit panjang menutup sesi latihan Real Madrid di Stadion Alfredo di Stefano, Valdebebas, Jumat 24 Juli 2026, dan skor akhir papan skor internal menunjukkan angka 4-2 untuk tim utama. Jose Mourinho berdiri di tepi lapangan, mencatat sesuatu di buku kecilnya, sebelum memberi isyarat kepada para pemain untuk berkumpul. Ini bukan sekadar latihan biasa — ini adalah uji coba internal pertama Los Blancos di bawah arahan penuh pelatih asal Portugal itu setelah dua pekan pramusim yang diwarnai rotasi besar-besaran.

Cuaca di pinggiran Madrid terik, tapi intensitas yang diminta Mourinho justru naik. Dalam game internal delapan puluh menit yang dibagi dua babak, tim utama menang 4-2 atas tim cadangan dengan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, dan shots on target 9 berbanding 5. Angka-angka itu mungkin kecil dibandingkan laga resmi, namun bagi staf pelatih, statistik inilah yang menjadi tolok ukur kesiapan fisik dan taktik menjelang kick-off La Liga.

Formasi 4-2-3-1 dan Sinyal Starting XI

Mourinho tidak menyembunyikan rencana taktiknya. Ia memasang formasi 4-2-3-1 di tim utama, dengan dua gelandang bertahan yang diberi kebebasan bergantian naik. Ini pola khas yang pernah mengantarnya meraih trofi di berbagai liga Eropa: kompak saat bertahan, agresif saat transisi. Dari sisi starting XI, sejumlah nama veteran diistirahatkan dan digantikan pemain muda akademi — isyarat jelas bahwa persaingan menit bermain musim ini akan terbuka lebar.

Di babak pertama, pressing tinggi yang diminta Mourinho mulai terlihat. Tim cadangan kesulitan membangun serangan dari belakang, dan beberapa kali terjebak offside saat mencoba melepaskan diri. Menit ke-23, gelandang serang tim utama melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang membentur tiang gawang sebelum akhirnya masuk lewat rebound. Satu menit kemudian, assist terukur dari sisi kanan mengubah situasi menjadi 2-0. Mourinho bertepuk tangan, tapi raut wajahnya tetap datar — ia terus berteriak mengoreksi posisi bek sayap yang dianggap terlalu tinggi.

Analisis Menit demi Menit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih asal Portugal itu mengubah hampir seluruh starting XI-nya untuk menguji kedalaman skuad. Pergantian itu langsung berdampak. Menit ke-52, tim cadangan memperkecil ketertinggalan lewat skema sepak pojok yang dieksekusi sempurna; duel udara dimenangkan dengan telak dan sundulan masuk ke sudut gawang. Namun jawaban tim utama datang cepat. Menit ke-61, serangan balik dua sentuhan membongkar pertahanan, dan penyelesaian dingin dari dalam kotak penalti mengembalikan jarak menjadi dua gol.

Momen paling panas terjadi di menit ke-70 ketika terjadi pelanggaran keras di tengah lapangan. Wasit latihan langsung mengeluarkan kartu kuning — keputusan yang mendapat sorakan sinis dari bangku cadangan. Menariknya, skenario VAR ikut diuji dalam sesi ini, termasuk satu insiden bola di garis gawang yang sempat menimbulkan protes. Mourinho dengan sengaja meminta simulasi itu untuk memastikan para pemain terbiasa dengan jeda keputusan teknologi di musim kompetisi.

Menit ke-74, tim cadangan mencetak gol kedua melalui tendangan penalti setelah bek tim utama melakukan handball di kotak terlarang. Skor 3-2 sempat membuat tensi naik, tapi tim utama menutup pertandingan di menit ke-79 lewat serangan sayap yang diakhiri tembakan first-time ke tiang dekat. Skor akhir 4-2, dengan catatan tim utama nyaris mencatatkan clean sheet andai bukan karena penalti di pengujung laga.

Evaluasi Mourinho dan Target Musim Baru

Setelah sesi, Mourinho berbicara singkat kepada pemain di lingkaran tengah.

"Saya tidak melihat skor, saya melihat perilaku. Penguasaan bola boleh bagus, tapi tanpa transisi yang cepat semuanya sia-sia. Hari ini ada dua atau tiga pemain yang sudah menunjukkan kesiapan untuk menjadi starter,"
ujarnya dikutip dari konferensi pers singkat di Valdebebas. Ia juga menyoroti disiplin posisi, menyebut beberapa kali pemain meninggalkan zona masing-masing dan memberi ruang bagi lawan.

Yang menarik, dalam sesi latihan ini Mourinho juga memberi perhatian khusus pada eksekusi bola mati. Ia menyisihkan dua puluh menit khusus setelah game internal untuk melatih tendangan bebas dari sisi kiri, dengan target pengulangan yang ia hitung secara manual — ia menuntut minimal delapan dari sepuluh umpan mencapai titik yang ditentukan. Detail semacam inilah yang membuat para pengamat meyakini bahwa standar fisik dan taktik musim ini akan menjadi salah satu yang tertinggi di Eropa.

Dengan jadwal pramusim yang masih menyisakan dua laga uji coba internasional, pertanyaan terbesar kini adalah siapa yang akan masuk starting XI pada laga pembuka. Dari statistik sesi ini, pemain muda yang mencetak dua gol memiliki peluang besar, sementara bek tengah veteran yang memimpin barisan pertahanan tetap menjadi andalan. Satu hal yang pasti: Real Madrid di tangan Mourinho tidak akan meninggalkan detail sekecil apa pun, termasuk di sesi latihan yang tampak sepi dari sorotan kamera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User