Atletico Tumbang di Adu Penalti, Real Sociedad Juara Copa del Rey
Skor akhir duel di Estadio La Cartuja: Atletico Madrid 2-2 Real Sociedad sepanjang 120 menit, dan Real Sociedad keluar sebagai juara setelah menang 4-3 lewat adu penalti — atau 3-4 dari kacamata tim...
Skor akhir duel di Estadio La Cartuja: Atletico Madrid 2-2 Real Sociedad sepanjang 120 menit, dan Real Sociedad keluar sebagai juara setelah menang 4-3 lewat adu penalti — atau 3-4 dari kacamata tim asuhan Diego Simeone. Minggu (19/04/2026) dini hari WIB, stadion di Sevilla itu menjadi saksi perayaan terbesar La Real dalam beberapa musim terakhir. Trofi Copa del Rey keempat sepanjang sejarah klub, menyusul edisi 1909, 1987, dan 2020, direbut lewat drama tos-tosan yang menegangkan. Julian Alvarez tampil sebagai bintang lewat dua golnya, tetapi trofi tetap melayang ke San Sebastian.
Sejak peluit pertama, kedua pelatih sudah menunjukkan kartu taktiknya. Atletico Madrid turun dengan formasi 3-5-2: Gimenez, Witsel, dan Lenglet di lini belakang, plus wing-back Molina dan Lino yang agresif menekan. Real Sociedad menjawab dengan 4-3-3 khas Imanol Alguacil, menghadirkan trio lini tengah Zubimendi, Merino, dan Brais Mendez, serta trisula Kubo, Oyarzabal, dan Barrenetxea di depan. Starting XI itu langsung membuktikan bahwa duel ini bukan sekadar urusan pertahanan.
Babak Pertama: Gol Kilat dan Jawaban Alvarez
Menit ke-14, La Real membuka keunggulan. Takefusa Kubo menusuk dari sayap kanan dan melepaskan assist terobosan yang diselesaikan Mikel Oyarzabal dengan sepakan first-time ke tiang jauh: 1-0. Atletico sempat goyah, tetapi perlahan mengambil alih ritme permainan. Menit ke-38, giliran Alvarez bicara. Menerima assist Rodrigo De Paul, penyerang Argentina itu menaklukkan Alex Remiro dengan tembakan mendatar yang akurat ke pojok kiri gawang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Babak pertama ditutup dengan penguasaan bola 58 persen milik Sociedad, sementara shots on target kedua tim sama-sama dua. Witsel sempat menerima kartu kuning pada menit ke-33, dan VAR memeriksa insiden handball di kotak penalti La Real pada menit ke-41 — hasilnya, tidak ada penalti yang diberikan.
Babak Kedua dan Extra Time: Drama yang Tak Kunjung Usai
Menit ke-74, Sociedad kembali memimpin. Umpan silang Barrenetxea dari sisi kiri disambut sundulan Kubo yang tak mampu dihalau Jan Oblak: 2-1. Atletico merespons dengan tekanan total, dan menit ke-90+4 drama terjadi: Alvarez mencetak gol keduanya setelah memenangi duel udara melawan bek tengah La Real, memaksa laga berlanjut ke extra time. Di babak tambahan, tensi meroket. Menit ke-112, Alvarez kembali menjebol gawang Remiro, tetapi gol itu dianulir setelah pemeriksaan VAR karena posisi offside beberapa sentimeter. Hat-trick yang nyaris tercipta sirna dalam sekejap. Sisa extra time menjadi ajang ketahanan fisik: Griezmann membentur tiang pada menit ke-118, sementara Oblak melakukan penyelamatan krusial menahan tembakan Merino. Kartu kuning tambahan untuk Gimenez pada menit ke-78 dan Barrenetxea pada menit ke-101 melengkapi catatan laga yang keras. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang, dan duel berlanjut ke tos-tosan.
Adu Penalti: Remiro Jadi Tembok, Mistar Jadi Saksi
Babak tos-tosan berjalan ketat sejak ronde pertama. Oyarzabal dan Alvarez sama-sama sukses menaklukkan kiper lawan (1-1), disusul Kubo dan Griezmann yang juga tak gagal (2-2). Titik balik terjadi di ronde ketiga: tendangan De Paul ditepis Remiro, sementara Zubimendi dengan tenang mencetak gol (3-2). Ronde keempat menjadi giliran Oblak menepis penalti Merino, dan Llorente menyamakan kedudukan 3-3. Semua mata lalu tertuju ke ronde kelima. Brais Mendez dengan dingin menaklukkan Oblak, dan Koke — eksekutor terakhir Atletico — membenturkan bola ke mistar gawang. Skor akhir adu penalti: 4-3 untuk Real Sociedad. La Cartuja bergemuruh, para pemain La Real berlari mengejar Remiro, dan pesta juara pun dimulai.
Analisis: Efisiensi La Real vs Tekanan Statistik Atletico
Secara statistik, Atletico sebenarnya tidak kalah dominan. Selama 120 menit, tim ibu kota mencatat penguasaan bola 47 persen berbanding 53 persen milik La Real, dengan total tembakan 15 banding 18 dan shots on target 4 banding 6. Clean sheet tak pernah tercipta bagi kedua kiper; yang membedakan hanyalah ketenangan di titik putih. Simeone menegaskan timnya kalah di detail: “Kami menciptakan peluang dan menyamakan kedudukan dua kali. Tetapi di final, detail kecil menentukan segalanya.” Sementara itu, Alguacil memuji keberanian anak asuhnya: “Tim ini bermain tanpa rasa takut dari menit pertama hingga tendangan terakhir. Kami pantas merayakan malam ini.”
Bagi Real Sociedad, gelar ini menjadi bukti bahwa penguasaan bola yang rapi plus transisi cepat adalah resep juara. Bagi Atletico Madrid, kekalahan ini terasa menyakitkan — terutama bagi Julian Alvarez, yang mencetak dua gol, nyaris membuat hat-trick, dan menjadi penendang pertama yang sukses di adu penalti, tetapi tetap pulang tanpa medali. Skor akhir 2-2 dalam 120 menit, lalu 3-4 di titik putih, akan tercatat sebagai salah satu final paling dramatis dalam sejarah Copa del Rey. Trofi resmi berpindah tangan, dan San Sebastian siap berpesta semalam suntuk.
Comments (0)