Mourinho Debut Real Madrid, Los Blancos Menang Telak Atas Ferencvaros

Skor akhir 4-1 untuk Real Madrid. Debut Jose Mourinho di bangku pelatih Los Blancos berakhir manis saat timnya membantai Ferencvaros di Groupama Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. ...

Mourinho Debut Real Madrid, Los Blancos Menang Telak Atas Ferencvaros

Skor akhir 4-1 untuk Real Madrid. Debut Jose Mourinho di bangku pelatih Los Blancos berakhir manis saat timnya membantai Ferencvaros di Groupama Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Laga pramusim bertajuk Budapest Cup itu menjadi panggung pertama Mourinho kembali ke klub yang pernah ia besut pada periode 2010-2013, dan pelatih asal Portugal itu langsung memberi sinyal taktis yang jelas sejak menit pertama.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi ala Mourinho Langsung Berbuah Gol

Mourinho tidak main-main. Ia memasang formasi 4-2-3-1 dengan double pivot yang disiplin, dan arahan dari pinggir lapangan terlihat begitu intens. Menit ke-23, gelandang serang Real Madrid melepaskan tendangan first-time dari luar kotak penalti setelah menerima assist dari bek sayap kanan yang overlap. Bola melesat ke sudut kiri bawah gawang, kiper Ferencvaros hanya bisa menebak. Gol pembuka itu lahir dari skema pressing tinggi yang memaksa lini belakang tuan rumah kehilangan bola di area sendiri.

Kedudukan berubah menjadi 2-0 pada menit ke-38. Penguasaan bola di babak pertama memang dikuasai Real Madrid dengan angka 62 persen berbanding 38 persen, namun yang lebih penting adalah efisiensinya. Dari 11 percobaan tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang alias shots on target yang sangat tinggi. Ferencvaros, yang bermain dengan formasi 4-3-3, kesulitan keluar dari tekanan. Setiap kali mereka mencoba membangun serangan dari belakang, garis pertahanan Real Madrid yang diinstruksikan naik tinggi membuat bola sering dipotong di tengah.

Menariknya, Mourinho sempat memicu kontroversi kecil pada menit ke-41. Wasit menganulir gol ketiga lewat bantuan VAR setelah offside setengah badan terdeteksi pada penyerang tengah Real Madrid. Dari tribun, pelatih asal Portugal itu hanya tersenyum sambil menunjuk jam tangannya, seolah berkata masih banyak waktu untuk mencetak gol lain.

Babak Kedua: Rotasi Massal dan Momentum Ferencvaros

Memasuki babak kedua, Mourinho melakukan rotasi besar-besaran. Hampir seluruh starting XI babak pertama diganti, dan ini justru membuat ritme permainan sedikit menurun. Ferencvaros memanfaatkan kelengahan itu. Menit ke-58, sayap kanan tuan rumah menusuk dari sisi kiri pertahanan Real Madrid yang belum kompak, lalu melepaskan umpan silang yang disundul masuk ke gawang. Skor berubah 2-1, dan Groupama Arena bergemuruh.

Namun, tim tamu merespons cepat. Menit ke-64, gelandang muda Real Madrid melakukan solo run sepanjang 40 meter, melewati tiga pemain Ferencvaros sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat. Gol itu sekaligus menandai assist kedelapan pemain tersebut sepanjang pramusim, catatan yang membuat pelatih lawan mengelus dada. Skor 3-1.

Gol penutup datang dari skema bola mati yang menjadi ciri khas Mourinho. Menit ke-81, sepak pojok pendek dieksekusi dengan cerdik, umpan satu-dua di tepi kotak penalti, lalu crossing rendah yang disambar penyerang cadangan dengan first-time voli. Skor akhir 4-1 sekaligus menutup laga dengan clean sheet yang gagal didapat karena gol Ferencvaros di babak kedua. Kartu kuning sempat dihadiahkan kepada dua pemain tuan rumah akibat pelanggaran keras di tengah lapangan, sementara Real Madrid tidak menerima satu pun kartu sepanjang 90 menit.

Sorotan Taktik: Tangan Dingin The Special One

Yang paling menarik dari laga ini bukan sekadar kemenangan, melainkan struktur permainan yang langsung terbentuk. Mourinho menginstruksikan full-back kanan untuk tidak menyerang bersamaan dengan winger, sebuah prinsip keseimbangan khasnya. Hasilnya, Real Madrid hanya kebobolan dua shots on target lawan sepanjang pertandingan, sebuah angka yang pasti membuat staf kepelatihan puas. Penguasaan bola akhir bertahan di angka 58 persen untuk Real Madrid, dengan total 17 tembakan dan delapan tepat sasaran.

Jose Mourinho sendiri menjadi pusat perhatian. Dengan jas hitam khasnya, ia berdiri hampir sepanjang pertandingan di sisi teknis, memberi instruksi detail kepada setiap pemain yang akan masuk. Beberapa kali ia memanggil kapten tim untuk menyampaikan perubahan posisi, dan ketika bek tengah mulai memainkan bola terlalu lama, teriakan kerasnya terdengar hingga ke tribun media. Ini adalah Mourinho versi paling energik dalam satu dekade terakhir.

"Para pemain memahami apa yang saya minta sejak hari pertama. Kami masih punya banyak pekerjaan rumah, tetapi kemenangan 4-1 melawan tim yang terorganisir seperti Ferencvaros adalah langkah yang bagus. Saya tidak pernah peduli pada hasil pramusim, saya peduli pada cara tim bermain," ujar Mourinho usai pertandingan.

Ferencvaros sendiri layak mendapat pujian. Meski kalah, mereka tidak menyerah dan mencoba bermain berani dengan menekan tinggi di awal babak kedua. Namun, perbedaan kualitas individu di lini serang menjadi pembeda yang terlalu besar. Pelatih tuan rumah mengakui timnya kalah dari tim yang lebih siap secara fisik dan taktis.

Kesimpulan: Awal yang Menjanjikan untuk Era Baru

Kemenangan 4-1 ini memberi gambaran awal tentang era baru Real Madrid di bawah Mourinho. Statistik berbicara: 58 persen penguasaan bola, 8 shots on target, 4 gol dari 17 percobaan, dan hanya satu gol kebobolan dari serangan terbuka. Jika konsistensi ini terjaga, rival-rival La Liga harus mulai khawatir. Laga berikutnya melawan lawan yang lebih berat akan menjadi ujian sesungguhnya, tetapi sinyal pertama dari Budapest menunjukkan bahwa The Special One kembali ke jalurnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User