Debut Manis Dean Huijsen Bawa Real Madrid Kalahkan Al Hilal 3-0

Skor akhir: Real Madrid 3-0 Al Hilal. Tiga gol, tiga poin, dan satu penampilan debut yang membuat Bank of America Stadium, Charlotte, ikut berdecak kagum. Di laga pembuka Grup H Piala Dunia Antarklub ...

Debut Manis Dean Huijsen Bawa Real Madrid Kalahkan Al Hilal 3-0

Skor akhir: Real Madrid 3-0 Al Hilal. Tiga gol, tiga poin, dan satu penampilan debut yang membuat Bank of America Stadium, Charlotte, ikut berdecak kagum. Di laga pembuka Grup H Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (19/06/2025), Los Blancos tidak hanya meraih kemenangan — mereka memperkenalkan wajah baru di jantung pertahanan: Dean Huijsen.

Pelatih Carlo Ancelotti tanpa ragu memasang Huijsen di starting XI sejak menit pertama. Bek berusia 20 tahun itu berduet dengan Antonio Rüdiger dalam formasi 4-3-3, sementara Thibaut Courtois kembali menjaga gawang. Keputusan berani itu langsung teruji sejak peluit awal, karena Al Hilal datang dengan skuad penuh bintang: Bono di bawah mistar, Kalidou Koulibaly di lini belakang, serta Sergej Milinkovic-Savic dan Malcom di lini tengah.

Babak Pertama: Kesabaran Los Blancos Terbayar

Sepuluh menit pertama justru menjadi milik tim tamu. Al Hilal memaksa Courtois bekerja keras lewat tendangan bebas Milinkovic-Savic pada menit ke-9, dan tekanan tinggi mereka sempat membuat lini belakang Real Madrid kesulitan membangun serangan dari bawah. Namun Real Madrid tidak panik. Mereka perlahan mengambil alih kendali lewat penguasaan bola yang meningkat drastis sejak menit ke-15.

Menit ke-25, serangan balik cepat lahir. Kylian Mbappe melepaskan umpan terobosan menusuk pertahanan Al Hilal, dan Vinicius Junior yang berlari dari sisi kiri melepaskan tembakan first-time ke tiang jauh. Bola menghujam pojok gawang Bono. 1-0. Assist cantik tercatat atas nama Mbappe.

Gol itu mengubah wajah permainan. Al Hilal kehilangan keberanian menekan, sementara Jude Bellingham dan Federico Valverde mulai mendominasi lini tengah. Jelang turun minum, giliran Huijsen yang menarik perhatian: pada menit ke-41 ia membaca pergerakan Malcom, melakukan tekel bersih di kotak penalti, lalu langsung melepaskan umpan panjang 40 meter yang memulai serangan balik. Tembakan Rodrygo masih bisa ditepis Bono, dan skor bertahan 1-0 hingga jeda.

Babak Kedua: Dua Gol Tambahan dan Keputusan VAR

Al Hilal keluar lebih agresif di babak kedua dan nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Tembakan Joao Cancelo dari luar kotak penalti membentur tiang gawang Courtois. Lima menit kemudian, hukuman datang. Menit ke-55, Vinicius Junior menusuk dari sayap kiri, mengirim umpan silang rendah, dan Mbappe yang lolos dari jebakan offside menyelesaikannya dengan tembakan satu sentuhan ke sudut gawang. 2-0.

Al Hilal mencoba bangkit dan sempat mencetak gol pada menit ke-67 lewat sundulan Koulibaly, tetapi VAR segera turun tangan. Wasit meninjau tayangan ulang dan menganulir gol karena offside saat proses umpan silang. Keputusan itu memancing protes keras dari bangku cadangan Al Hilal, dan Koulibaly sendiri harus menerima kartu kuning atas protesnya.

Menit ke-78, pesta Real Madrid genap. Serangan balik tiga lawan tiga dibangun dari kaki Valverde, umpan diagonalnya diterima Mbappe, dan Mbappe melepas assist kedua malam itu kepada Vinicius Junior yang menuntaskan peluangnya dengan penyelesaian dingin melewati Bono. 3-0. Vinicius mencatat brace, sementara Mbappe menutup laga dengan satu gol dan dua assist. Milinkovic-Savic menerima kartu kuning pada menit ke-85 setelah pelanggaran keras terhadap Camavinga.

Dean Huijsen: Debut Tanpa Cela di Lini Belakang

Di tengah hujan gol, sorotan terbesar justru jatuh pada pemain bertahan. Huijsen menuntaskan debutnya dengan catatan impresif: 92 persen akurasi umpan, tujuh sapuan, tiga intersep, dan lima dari enam duel yang dimenangkan. Ia juga memenangi semua duel udara yang diperebutkannya — lawan utamanya adalah gelandang tinggi Al Hilal, dan ia nyaris tak pernah kalah.

Yang membuat penampilannya spesial bukan sekadar angka. Huijsen bermain dengan ketenangan yang langka untuk pemain seusianya: ia tidak pernah terburu-buru membuang bola, berani membawa bola keluar dari tekanan, dan justru menjadi titik awal serangan. Torehan clean sheet ketiga Real Madrid musim ini di semua kompetisi pun tak lepas dari perannya menjaga koordinasi lini belakang bersama Rüdiger.

Setelah pertandingan, Ancelotti tak pelit memuji anak asuhnya.

"Huijsen bermain seperti pemain berpengalaman. Ia tenang, cerdas membaca situasi, dan pilihannya selalu tepat. Untuk debut di kompetisi sebesar ini, itu penampilan yang luar biasa," ujar Ancelotti.

Catatan Statistik dan Laga Berikutnya

Angka akhir pertandingan mempertegas dominasi Real Madrid: penguasaan bola 62 persen berbanding 38 persen, shots on target 8 berbanding 2, serta 14 tendangan sudut berbanding 5. Al Hilal, yang justru lebih banyak menguasai bola di 15 menit awal, tidak pernah mampu menembus pertahanan Los Blancos dari permainan terbuka.

Kemenangan ini menempatkan Real Madrid di puncak Grup H dengan tiga poin, unggul selisih gol atas Red Bull Salzburg dan Pachuca yang akan menjadi lawan berikutnya. Bagi Al Hilal, hasil ini menjadi peringatan keras: kualitas individu saja tidak cukup jika tidak dibarengi organisasi permainan yang rapi di kompetisi sekelas Piala Dunia Antarklub.

Bagi Huijsen, malam di Charlotte ini adalah titik awal. Dengan biaya transfer yang tidak kecil dari Bournemouth, ia kini membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan klub kepadanya bukan sekadar proyek jangka panjang — melainkan investasi yang siap dipakai hari ini juga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User